Sudah Baguskah Kesempatan Saya Mendapatkan Hibah?

Sudah Baguskah KesempatanSaat hibah Cipta Media Seluler diumumkan, banyak khalayak dengan misi sosial berharap mendapatkan hibah tersebut. Ada 368 total pemohon hibah yang masuk, dan bocoran langsungnya adalah sebetulnya daftar pendek tim seleksi awal adalah ada 68 proyek dipertimbangkan, 45 proyek mengupayakan hal dengan tema yang sama dan sebaiknya digabungkan, dan 259 proyek tidak dipertimbangkan sama sekali.

Jadi bagaimana agar upaya sosial anda dipertimbangkan untuk mendapatkan biaya? Hibah Cipta Media Seluler sudah ditutup, namun ada baiknya bagi anda yang serius berkecimpung pada isu yang anda bela, anda mempertimbangkan berbagai hal berikut ini.

1. Fokus

Apakah upaya anda sudah cukup fokus pada target yang akan diuntungkan dari upaya anda? Saat pemberi dana atau investor sosial ingin memberikan dana, pertanyaan pertama mereka adalah: Siapa yang akan diuntungkan? Apabila jawaban anda adalah: “Seluruh dunia”, maka investor sosial yang serius tidak akan menanggapi. Apabila jawaban anda, “Seluruh Indonesia”, maka tanggapannya akan kurang lebih sama apabila anda tidak memiliki kekhususan target lainnya baik dalam sisi umur, profesi, atau gender. Jawaban: “Sejawa”, “Se-Kalimantan”, bahkan “Se-Papua” apabila upaya itu untuk pertamakali dilakukan dan dana yang ditawarkan hanya untuk satu tahun dan upaya dilakukan dengan kelompok yang belum terorganisir dan masih baru… wah, kayaknya tingkat keberhasilannya tidak bagus.

Saran saya agar anda mendapatkan perhatian yang serius dari investor sosial adalah: fokus. Tentukan batasan batasan anda, mulai dari batasan wilayah, batasan target umur, batasan profesi, dan ceritakan mengapa batasan-batasan ini anda aplikasikan. Contoh, upaya Andi Rahmat Munawar dalam ringtone lagu daerah dan wallpaper Sempugi untuk pantun dan foto, memiliki batasan jelas: Sulawesi Selatan. Namun tim CMS terus menerus bertanya apakah musiknya ditujukan untuk a) anak-anak, b) remaja, c) orang tua? Tentu saja harapannya adalah semua umur, tapi anda tidak bisa menampik bahwa pada awal upaya tetap harus fokus dalam target dan pemasarannya karena akan berakibat langsung pada biaya, keefektifan upaya, dan sumber daya.

2. Lihatlah gajah dipelupuk mata

Seringkali orang melupakan kondisi sosial terdekatnya yang perlu ditangani. Mungkin karena pengaruh media kini yang tidak berimbang pemberitaannya berdasarkan wilayah liputan, orang seringkali lupa mengenai gajah dipelupuk mata, dan sibuk berdendang mengenai semut diseberang laut.

Ada beberapa hal menarik mengenai orang- orang yang mampu mengenali langsung masalah disekitarnya dan kaitannya dengan investasi sosial, a) orang tersebut berlokasi dekat dengan asal masalah, b) orang tersebut akan lebih peduli karena dampak sosialnya dirasakan langsung, tidak saja oleh target khalayaknya, namun juga dia sendiri.

3. Mulai

Saran lainnya adalah untuk memulai. Dari mana? Saran kami adalah anda memulai dari hal kecil, terdekat, dengan biaya yang sesedikit mungkin. Dengan memulai anda dapat memilah mana yang efektif dan mana yang tidak. Didanai atau tidak, apabila anda memulai, usaha anda tidak akan mubazir. Anda akan memiliki bukti upaya, anda akan lebih tau mengenai isu tersebut dan merasakan langsung respon publik terhadap upaya spesifik anda. Hal ini akan memperluas jaringan anda dan memberi anda petunjuk akan persentase orang orang yang bersedia membantu, mendukung, atau bahkan antipati, atau tidak peduli. Data apapun akan baik untuk anda.

Kami harap tulisan ini membantu dan kami tutup dengan mengucapkan selamat berjuang demi perubahan sosial yang lebih adil!

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *