CATEGORY : Berita

Pelaporan, Titik Lemah dalam Program Desa 2.0

22 September 2015 0 0

Yossy Suparyo sebagai pemimpin proyek mengatakan, Desa 2.0 memberikan sejumlah pengaruh besar secara kelembagaan. Awalnya, ia bersama Gerakan

PELAJARI LAGI

Mewujudkan Desa 2.0 melalui Pelatihan Warga

18 July 2015 0 0

Yossy Suparyo percaya bahwa adanya konten mengenai desa akan mengurangi isu miring soal desa, seperti isu keterbelakangan, tidak berpendidikan dan desa sebagai beban. Hal ini bisa diwujudkan melalui Desa 2.0, sebuah sistem tata kelola sumber daya

PELAJARI LAGI

Tantangan dalam Mengembangkan Desa 2.0

2 March 2015 0 2

Untuk mendorong pemerintah desa menyebarluaskan isu-isu pedesaan melalui situs web, Gerakan Desa Membangun sebagai penyelenggara proyek mengadakan lokakarya Desa 2.0 di delapan kabupeten mulai dari Pesawaran, Cilacap, Madiun, Ciamis, Banyumas, Majalengka, Tasikmalaya sampai Indragiri Hilir. Lokakarya ditargetkan hanya diikuti oleh 6 desa, tetapi pada kenyataannya diikuti oleh 8-15 desa. Hal itu menunjukkan antusias pemerintah desa yang besar untuk menerima program Desa 2.0.

PELAJARI LAGI

Merancang Kebaikan Desa 2.0 Tata Kelola Sumber Daya Desa

4 December 2014 0 0

Yossy Suparyo sebagai penggagas Desa 2.0 Tata Kelola Sumber Daya Desa banyak menjadi saksi bahwa di desa kebaikan kebaikan yang terjadi banyak bersifat kebetulan. Apabila anda memiliki Kepala Desa yang pintar mengelola sumber daya desa dan membuat penduduk guyub maka desa tersebut beruntung. Namun Yossy juga melihat kekurangan dari kebetulan kebetulan dan keberuntungan ini: kejadiannya sulit untuk direplikasi dan diulang kembali. Salah satu cara agar kebaikan terulang dan menjadi sistemik adalah dengan berupaya merancang agar kebaikan kebaikan tersebut terulang secara teratur secara mandiri bukan karena faktor keberuntungan.

PELAJARI LAGI

Bisakah Desa Mengelola Dirinya Sendiri?

18 November 2014 0 0

Yossy Suparyo sebagai pendiri Gerakan Desa Membangun mengatakan bahwa sebagian besar pelayanan publik di desa masih dilakukan secara manual. Keberadaan komputer hanya sebagai alat ganti mesin ketik sehingga tata kelola sumber daya desa tidak didukung oleh sistem basis data yang akurat dan cepat. Di sisi lain, warga desa berharap untuk mendapatkan pelayanan secara prima. Yossy percaya bahwa pemerintah desa membutuhkan cara baru dalam menangani hal tersebut dan mengusulkan penggunaan program Desa 2.0.

PELAJARI LAGI