CATEGORY : Kajian

Satelit Komunikasi di Indonesia

6 January 2016 0 0

  Satelit sederhananya adalah benda angkasa yang mengorbit dan mengitari sebuah planet atau bintang. Satelit dibagi atas dua macam: alami dan buatan. Contoh satelit alami adalah bulan (untuk planet bumi) sedangkan satelit buatan adalah Garuda-1 yang diluncurkan oleh Telkom Indonesia. Walaupun demikian, publik umumnya menyebut satelit buatan sebagai 'satelit' saja. Dewasa ini satelit digunakan untuk berbagai jenis tujuan seperti untuk keperluan navigasi, militer, observasi bumi dan geografi, cuaca, riset, dan telekomunikasi. Indonesia adalah salah satu negara yang mengembangkan satelit untuk berbagai tujuan, dan salah satunya adalah untuk perkembangan telekomunkasi. Pada kali ini, penulis menyusun Infografis sebagai upaya menginformasikan kepada publik tentang satelit komunikasi yang telah diorbitkan oleh para operator telekomunikasi dari Indonesia. Agar bisa mengorbitkan satelit, sebuah operator telekomunikasi harus mendapatkan Izin Stasiun Radio (ISR) yang diterbitkan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi. Info mengenai hal tersebut penulis dapatkan dari buku berjudul Alokasi Frekuensi: Kebijakan dan Perencanaan Spektrum Indonesia yang ditulis oleh Denny Setiawan, Penulis juga menyusun data mengenai sejarah perkembangan satelit komunikasi di Indonesia dari jurnal daring dan laman situs seperti Space Journal Ohio, laman situs Ordasulsel, serta buku Satelit Komunikasi Stasiun Ruang Angkasa. Untuk melengkapi data dan mencari informasi terbaru terkait perkembangan satelit komunikasi di Indonesia, penulis mengumpulkan data yang diperoleh dari situs surat kabar seperti thejakartapost.com, Selain itu, penulis juga memperoleh data dari Laporan Tahunan Telkom dan Indosat yang terbit di tahun 2014, dan dokumen tersebut bisa diunduh dari situs resminya. Dalam menyusun infografik ini, seluruh data didapatkan dari literatur yang tersedia di berbagai laman situs. Penulis merasa sangat bersyukur dengan data-data satelit yang ditulis oleh para blogger dan akademisi dari luar seperti situs space.skyrocket.de serta situs spacejournal.ohio.edu. Kedua situs ini sangat membantu dalam meyediakan data dan informasi mengenai satelit dari segi spesifikasi dan perkembangannya. Penulis berharap Indonesia mampu memiliki informasi atau basis data mengenai satelit komunikasi yang ada di negaranya.

PELAJARI LAGI

Mengenal Jaringan Telekomunikasi di Indonesia

30 December 2015 0 0

  Indonesia telah mengembangkan sistem jaringan telekomunikasi sejak masa kolonial Belanda. Beberapa tahun setelah American Bell Telephone Company mulai membangun jaringan telepon kabel di Amerika pada tahun 1877, pemerintah Belanda membawa masuk jaringan telepon kabel ke Indonesia pada tahun 1886. Hal tersebut menjadi titik mula perkembangan teknologi teleponi di Indonesia hingga akhirnya kini jaringan telepon tidak hanya kabel tapi juga seluler. Pemerintah Indonesia dalam hal ini berjasa karena senantiasa mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan bersinergi dengan para operator telekomnikasi untuk mengembangkan jaringan komunikasi di Indonesia.

Tujuan infografis & Rujukan

Tujuan infografis adalah untuk menginformasikan kepada publik tentang teknologi jaringan telekomunikasi di Indonesia. Dalam upaya penyusunan infografis di atas, penulis memperoleh data mengenai beberapa tipe/jenis teknologi jaringan telekomunikasi di Indonesia dari berkas Permenkominfo No.1 Tahun 2010 yang diterbitakan oleh departemen Pos dan Telekomunikasi Indonesia. Dalam dokumen tersebut tertera klasifikasi jaringan telekomunikasi di Indonesia. Penulis juga memperoleh sejarah dan seluk-beluk mengenai masing-masing teknologi jaringan komunikasi secara spesifik dari laman situs realitytelecom.com, riswanto,com, anneahira.com, fiercewireless.com, dan situs perpustakaan Ohio University. Dan beberapa data lagi dari corp.att.com, economist.com, californianeconomy.com, webopedia.com, qualcomm.com, radio-electronics.com, elon.edu, dan buku Discovering Computers karya Garry Shelly dan Misty Vermaat. Informasi tambahan seperti perkembangan terbaru jaringan telekomunikasi di Indonesia dari segi teknologi dan dinamika usaha, penulis dapatkan dari situs majalah marketing.co.id, portal.cbn.net.id, tempo.co.id, dan jurnal iiste.org. Lalu, penulis juga mencari informasi mengenai harga pesawat telepon beberapa tipe jaringan komunikasi yang didapatkan dari situs toko online hariangadget.com, harga.web.id, telkom.co.id, indosatooredoo.com, dan tabdroid.com.

Tantangan dalam Menelusuri Data

Harus diakui tidak mudah menemukan data dari beberapa jaringan telekomunikasi yang kurang populer dan usang. Hal ini penulis rasakan saat menelusuri data tentang teknologi seluler analog AMPS. Perlu diketahui, jaringan AMPS merupakan

<a

PELAJARI LAGI

Operator CDMA di Indonesia

28 December 2015 0 0

Di Indonesia terdapat beberapa operator telekomunikasi seluler dengan ragam tipe jaringan seperti satelit, AMPS, radio trunking, CDMA, dan GSM. Namun seiring perkembangan teknologi dan bisnis di ranah telekomunikasi seluler, hanya dua jenis jaringan yang operatornya masih beroperasi bahkan mendominasi di pasar telekomunikasi Indonesia: CDMA dan GSM.

Infografis Seputar Operator CDMA dan Rujukannya

Infografis di atas bertujuan untuk mendeskripsikan secara visual kepada publik mengenai laju usaha operator berteknologi CDMA di Indonesia. Untuk informasi secara spesifik tentang profil operator telekomunikasi berbasis CDMA, penulis dapatkan dari Laporan Tahunan Smartfren, Indosat, Telkom, dan Bakrie Telecom yang semuanya diterbitkan di tahun 2014. Penulis mendapatkan dokumen tersebut dengan mengunduh dari situs resmi masing-masing operator. Untuk informasi dinamika bisnis operator CDMA seperti kondisi persaingan harga antara GSM dan CDMA sebagai penyebab lesunya bisnis operator di teknologi ini penulis dapatkan dari laman situs techinasia.com dan harianti.com. Lalu, penulis juga menemukan bahwa beberapa operator CDMA masih berkembang, hanya saja jaringan yang dipakai bukan lagi CDMA, melainkan telah bermigrasi ke 4G LTE. Informasi tersebut penulis dapatkan dari laman situs berita cnnindonesia.com, dan kompas.com, dan indotelko.com.

Dinamika Bisnis Operator CDMA di Indonesia

Jaringan CDMA diadaptasi ke Indonesia di tahun 2003 oleh Telkom Flexi, 7  tahun setelah GSM diadaptasi oleh beberapa operator seluler (1996). Sejak pertama kali muncul hingga di tahun 2005, jaringan komunikasi ini harus menempuh perjuangan keras untuk bisa mengambil simpati pasar di tengah populernya teknologi GSM pada masa itu. Diketahui bahwa menurut suaramerdeka.com, pada tahun 2004 jumlah seluruh pelanggan CDMA hanya 1,3 juta nomor sementara pelanggan GSM telah menyentuh 27 juta nomor. Jumlah tersebut sudah dihitung dari seluruh pelanggan CDMA seluler maupun telepon tetap nirkabel (fixed wireless access). Maklum,infrastruktur jaringan CDMA pada tahun 2004 masih terus dikembangkan oleh para operator masing-masing, operator CDMA pun terus optimis dan berlomba-lomba untuk meningkatkan kompetensi usahanya. Usai menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah untuk memperkuat infrastruktur CDMA, pelanggan CDMA pun mulai naik secara perlahan meskipun belum bisa melampaui GSM. Operator CDMA pun semakin bertambah yakni Ceria dari Sampoerna Telecommunication Indonesia dan SmartFren. Di samping antusias operator CDMA yang memuncak, sayangnya laju bisnis semakin kurang membaik. Masuk ke tahun 2011 setelah pemerintah menurunkan tarif dan interkoneksi untuk GSM,  beberapa operator CDMA Esia, StarOne, dan Flexi kehilangan pelanggan secara signifikan. Ditenggarai penurunan pelanggan ini karena CDMA banyak diiklankan sebagai "telpon rumah" yang bisa dibawa-bawa. Namun pada prakteknya dengan nomor telpon suntik (penggantian nomor harus dilakukan di gerai operator, tidak seperti GSM dimana kartunya tinggal beli baru dan yang lama dibuang - red) dan keterbatasan wilayah operasional (nomor tidak bisa dibawa bepergian jauh - red) banyak konsumen menganggap bahwa kerepotan teknologi CDMA tidak sebanding saat tarif  teknologi GSM turun. Penurunan jumlah pelanggan itu terus berlanjut hingga di tahun 2013. Walhasil, seluruh operator CDMA pun makin merugi dan akhirnnya dua dari 5 operator telekomunikasi, Flexi dan StarOne, memilih gulung tikar. Setelah diusut, beberapa pihak berpendapat terpuruknya operator CDMA disebabkan oleh tiga faktor: persaingan harga, teknologi yang tak lagi berkembang, dan perangkat (hanset) yang terbatas. Pertama,tercatat di tahun 2008 pemerintah Indonesia menghapus kebijakan yang menyatakan bahwa pembayaran BHP (biaya hak penggunaan) frekuensi untuk operatori CDMA lebih murah, akibatnya biaya operasional operator CDMA membengkak. Kedua, pengembang CDMA sudah tidak mengembangkan jaringan ini sehingga operator harus bermigrasi ke teknologi generasi ke-4 (4G LTE). Ketiga, perangkat CDMA yang amat terbatas dibandingkan GSM yang semakin mutakhir, sehingga para operator CDMA meluncurkan handset buatan pabrik sendiri, misal Andromax dari Smartfren. Memahami kondisi bisnis di ranah CDMA yang semakin lesu, beberapa operator tetap bertahan sambil melancarkan berbagai strategi. Salah satunya adalah akuisisi, seperti yang dilakukan Smart Telecom kepada Mobile-8 menjadi Smartfren, kolaborasi seperti yang dilakukan Smartfren dan Esia, dan terakhir serta paling pasti yaitu migrasi jaringan ke 4G LTE. Migrasi jaringan telah dilakukan Smartfren dan Esia. Lalu bagaimana dengan Ceria? Operator ini isunya akan segera bermigrasi, meskipun operator tersebut dikabarkan belum mengajukan proposal untuk migrasi jaringan hingga Desember 2015.      
PELAJARI LAGI

Salah Paham Terhadap Buruh I

13 December 2015 0 0

 

Bagaimana sebaiknya kita

PELAJARI LAGI

Salah paham tentang buruh II

8 December 2015 0 0

Apakah buruh egois?

  Sebelum memulai, saya tidak akan memaksa anda peduli atau mendukung gerakan buruh. Itu hak anda mau peduli atau tidak. Jika anda menganggap gerakan buruh itu tidak berguna, tidak tahu diri dan brengsek ya itu hak anda. Ini sekedar tawaran lain untuk memahami demonstrasi buruh dan mogok nasional yang dilakukan beberapa waktu lalu. Tuduhan-tuduhan miring dan negatif terhadap buruh bukan hal yang baru. Itu terjadi sudah sejak lama, jauh sebelum orde baru ada, yaitu ketika pemerintah kolonial belanda masih berkuasa. Pelaku pemogokan dianggap pembuat onar dan diancam hukuman. Pemerintah kolonial Belanda pernah mengeluarkan larangan demonstrasi buruh dan mogok, jika ketahuan dan tertangkap, dipenjara 5 tahun atau denda 1.000 gulden. Menariknya, jika anda mau belajar sejarah mogok dan buruh di Indonesia, para inisiator mogok dan protes buruh justru dari kelas menengah priyayi. Para priyayi ini, kelompok yang sebenarnya sudah mapan dan tak perlu pusing masalah uang, justru adalah orang orang yang paling agitatif dan paling vokal melakukan advokasi terhadap buruh. Mereka menyerukan mogok dan perlawanan terhadap pemilik modal. Baru ketika ide tentang nation state muncul, pemogokan ini memiliki semangat perjuangan dan kebangsaaan. Ah tapi itu kan ga penting. Dulu ya dulu, bukan sekarang, ga bisa dibandingkan. Buruh sekarang kan pada ga tau diri. Nuntut perbaikan upah, tapi kok punya ninja. Katanya gaji kecil, tapi kok minta plesir ke bali dan minta bra yang mahal harganya? Gaji karyawan aja 2,5 juta kok buruh mau minta 3,5 juta dasar ga tahu diri. Tuduhan ini separuh benar tapi banyak salahnya. Untuk menjelaskan ini, hal mudah yang bisa dan perlu anda lakukan adalah, verifikasi. Verifikasi yang dimaksud adalah menemui si buruh, bertanya pada si buruh, apa benar tuntutannya minta ke bali atau minta bra yang mahal? Atau kok sudah punya ninja tapi masih minta naik upah? Sudahkah anda melakukan itu? Kalau belum, ini tawaran saya untuk melakukan uji akal sehat dan empati. Jika anda masih berpikir bahwa buruh itu tak terselamatkan lagi, kita sudahi saja sampai di sini.
  1. Punya Ninja kok masih minta naik Upah?

Jadi gini, ada per tahun 2014, tercatat ada 6 konfederasi, 100 federasi dan 6.808 serikat pekerja tingkat perusahaan di Indonesia. Jumlah itu meliputi 1.678.364 orang anggota serikat pekerja. ini dengan catatan kelas menengah kantoran yang karyawan itu tak mau disebut buruh dan tidak memasukan data 66,3 juta orang pekerja informal. Nah memangnya kenapa dengan angka buruh itu? Begini, anda mencibir dan menghina gerakan buruh yang menuntut kenaikan upah. Anda bilang, buruh ga tau diri, kalo bisa beli ninja kenapa masih nuntut upah? Pertanyaan saya berikutnya mudah. Berapa sih buruh yang punya ninja? 1.000 orang? 2.000 orang? atau 10.000 orang? Kita asumsikan saja ada 50.000 buruh di Indonesia yang punya ninja. Angka segitu berapa persen dari total populasi buruh di Indonesia? Anda terpelajar kan? Punya otak? Adil menghakimi 1.678.364 yang mungkin hidup kekurangan berdasarkan 50.000 buruh yang punya ninja? Analogi lainnya, maukah umat islam direpresentasikan ISIS? ISIS hanya sebagian dari umat muslim yang kacau, ia tidak serta merta mewakili sekian milyar umat muslim di dunia. Sampai di sini saya bia dipahami? "Ah, kalo gitu ya sama, gak semua pengusaha itu jahat. Ada pengusaha yang baik." Lho ya tentu saja. Makanya cari tahu dulu soal isu buruh dan tuntutan buruh. Ada perbedaan besar antara "demo buruh menuntut kenaikan UMR" dan "demo buruh menuntut pelaksanaan UMR" yang pertama menunutut perbaikan kesejahteraan, yang kedua menuntut pelaksanaan peraturan. Artinya jangan pulul rata gerakan buruh pasti minta naik upah "Lha iya, tapi itu tidak membenarkan buruh punya ninja, harusnya mereka kan bisa hidup prihatin, beli ninja bisa kok hidup sederhana ga bisa," Lho ya sepakat. Saya juga minta anda untuk adil. Kalau ada buruh yang demo pake ninja, ia tidak merepresentasikan 1.678.364 buruh di seluruh Indonesia. Kenapa gak fokus ke buruh yang naik bus, naik truk, atau bahkan jalan kaki untuk demonstrasi? Kenapa fokus pada Buruh pemilik ninja? Ini misalnya ada buruh yang long march jalan kaki. Kenapa kalian fokus pada yang naik ninja? Bisahkah bersimpati pada buruh yang jalan kaki dari Cileungsi karena dipecat setelah 4 bulan bekerja tanpa gaji. Anda bisa bekerja 4 bulan tanpa gaji? Ada pula buruh yang jalan kaki dari lampung untuk menunjukan solidaritas terhadap mogok nasional.
  1. Gaji gue aja 2,5 kok buruh minta 3,5. Gak tau diri.

Jadi gini jika anda perlu membaca pasal 90 ayat 1 UU No. 13/2003. Undang undang itu menyatakan pengusaha dilarang membayar lebih rendah dari ketentuan upah minimum yang telah ditetapkan pemerintah setempat. Nah dalam penentuan upah minimum untuk buruh, pemerintah memiliki apa yang disebut dengan Komponen Hidup Layak. Yaitu standar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seorang pekerja/buruh lajang untuk dapat hidup layak baik secara fisik, non fisik dan sosial, untuk kebutuhan 1 (satu) bulan. Siapa yang membuat KHL ini? Untuk itu anda perlu membaca Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 17 tahun 2005 tentang Komponen dan Pentahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak dan juga Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 13 tahun 2012 tentang Perubahan Penghitungan Kehidupan Hidup Layak. Disebutkan Ketua Dewan Pengupahan Provinsi dan/atau Kabupaten/Kota membentuk tim survey yang anggotanya terdiri dari unsur tripartit: perwakilan serikat pekerja, pengusaha, pemerintah, dan pihak netral dari akademisi. Nah tim survey ini akan melakukan penelitian tentang kebutuhan buruh. Misalnya Makanan & Minuman, Sandang, Perumahan, Pendidikan, Kesehatan, Transportasi, dan Rekreasi dan Tabungan. Jadi kalau ada berita kemudian bilang Buruh demo minta parfum dan liburan ke Bali. Anda bisa tahu kan sumbernya dari mana. "Ah tapi itu ga menjawab, kenapa buruh enak aja minta gaji 3,7 gue aja yang sarjana cuma digaji 2,5," Nah gini. Dari penentuan KHL dan kesepakatan bersama ditemukan angka minimum kebutuhan. Tahun ini pemerintah DKI jakarta menentukan UMR sebesar 2,7 juta. Nah kalo kamu sarjana, tapi digaji 2,5 lantas diam saja. Itu bukan salah buruh. Itu karena kamu. Karena tak berani menuntut perusahaan kamu untuk patuh pasal 90 ayat 1 UU No. 13/2003 yang mewajibkan perusahaan membayar gaji sesuai UMR. Jadi siapa yang bodoh sebenarnya? Selanjutnya UMR tiap daerah berbeda beda. Upah 2,7 di Jakarta tentu berbeda dengan UMK Jombang yang Rp 1.924.000. Kenapa buruh di jakarta mahal? Ya karena biaya hidup di jakarta mahal. Sesederhana itu. Jadi lucu sebenarnya, kalau ada sarjana, tinggal di Jember misalnya merasa tersinggung buruh di jakarta dapat upah 2,7 sementara dirinya yang sarjana cuma separuhnya.
  1. Karena demo buruh, pengusaha akan memecat dan yang buruh yang tidak tahu apa-apa akan terkena imbasnya.

Dengan atau tidak ada demo buruh. Pengusaha yang mau memecat, ya akan mecat saja. Ada banyak kasus perusahaan yang memecat buruh bukan karena demo menuntut kenaikan upah, tapi karena manajemen yang buruk dan penghisapan yang luar biasa kepada kaum buruh. Di Medan misalnya, pernah terjadi demonstrasi hebat karena buruh perempuan yang

dipecat

PELAJARI LAGI