Donor Baru dan Penjajakan Kerja Sama antara Penerima Hibah CMS

20160226_110920

Hibah CMS telah berakhir sejak Desember 2015. Penerima hibah pun mencoba mencari donor baru untuk meneruskan programnya. Ada pula yang menjajaki kemungkinan kolaborasi dengan sesama penerima hibah.

Salah satu yang sedang menjajaki donor baru adalah Rapotivi. Di masa depan, aplikasi Rapotivi di Android akan dilengkapi dengan fitur baru berupa kampanye online dan offline. Tak hanya itu, Rapotivi nantinya akan tersedia di iOS. Dana untuk program ini sedang diajukan ke lembaga donor Making All Voice Count (MAVC).

Ada juga Kerjabilitas.com yang diundang oleh Google untuk mengikuti startup bootcamp di Google Mountain View pada Januari 2016 lalu. Saat ini proses mendapatkan hibahnya masih berlangsung. Jika berhasil, Saujana sebagai pengelola Kerjabilitas.com akan menambah fitur yang ada di situs web dan membuat aplikasi Kerjabilitas. Namun, kesulitan dalam menjalankan hal ini adalah mencari ahli IT yang mempunyai latar belakang di bidang aktivisme.

Memang sedikit para ahli IT yang berkegiatan di bidang aktivisme. Para ahli IT didoktrin untuk bekerja di perusahaan itu sejak dari kampus. Kita bahkan sampai minta tolong mentor untuk mencari orang yang ahli it. Tidak semua platform sama, setiap startup itu berbeda jadi kita harus belajar lagi. Misalnya saja, startup untuk rekrutmen difabel akan berbeda dengan startup Gojek. Belum lagi kita harus bersaing dengan startup komersil, ungkap Rubby Emir dari Saujana.

Selain mencari donor baru, penerima hibah juga menjajaki kolaborasi antara 12 penerima hibah CMS. Bentuknya berupa kerja sama materi/acara dan kerja sama data. Misalnya saja Desa 2.0 akan menyiapkan data penduduk yang bisa digunakan untuk kebutuhan program Kerjabilitas.com. Marsinah FM dan Rapotivi juga berencana kerja sama dalam bidang materi. Marsinah FM akan menyediakan tempat siaran bagi Remotivi untuk mengajak buruh melaporkan pelanggaran yang dilakukan stasiun televisi. Sementara itu, Rapotivi akan membuat berita (artikel) mengenai buruh, khususnya buruh perempuan yang tidak diberitakan oleh media arus utama.

Penerima hibah berharap CMS diadakan lagi untuk mendukung keberlanjutan program dan juga kolaborasi sesama penerima hibah. Namun, pihak CMS ingin memperbaiki dulu sistem pelaporan yang sebelumnya digunakan (pelaporan melalui wiki) sehingga untuk tahun 2016 tidak akan ada hibah CMS.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *