037 Smart Node Network (Communication of Things) Untuk Indonesia Yang Lebih Baik

037 Smart Node Network (Communication of Things) Untuk Indonesia Yang Lebih Baik

Membangun jaringan komunikasi nirkabel untuk implementasi Rumah Cerdas (Smart House),dengan adanya perangkat ini maka rumah akan berperan sebagai node-network sehingga bisa berkomunikasi satu sama lain atau seemless communication (Isitilah redaksi Communication of Things)
Perangkat ini akan berfungsi sebagai media komunikasi generik, diantaranya :
1. monitor
mengawasi keadaan rumah
2. pengendalian
mengendalikan perangkat atau alat2 yang ada dirumah.
3. media informasi
digunakan sebagai media informasi contohnya early warning untuk bencana
4. tele metering
mengirimkan informasi penggunaan listrik, air dll.
Dan masih banyak aplikasi yang bisa ditumpangkan melalui media ini.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 37
Nama Lengkap Inisiator Sutisna Abdul Rahman
Lokasi Depok, Jawa Barat
Judul Proyek Smart Node Network (Communication of Things) Untuk Indonesia Yang Lebih Baik
Lama Aktivitas 12 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Semua pihak terutama pihak yang berkepentingan contoh daerah rawan bencana dll
Ukuran Keberhasilan

Perangkat di implementasikan dalam suatu lingkunagan tertentu, sebagai contoh daerah rawan bencana sebagai early warning system.

Tipe Konten
Perangkat keras yang akan diciptakan memiliki spesifikasi sebagai berikut :
1. menggunakan teknologi nirkabel pita standar ISM sehingga dalam komunikasinya tidak membutuhkan biaya semacam pulsa,
2. dapat diintegrasikan dengan modem selular seperti GSM/GPRS, sehingga dapat terkoneksi internet.
3. memilki antarmuka analog dan digital yang dapat berfungsi melakukan data akuisisi atau juga sebagai aktuator untuk mengendalikan perangkat lain.
Strategi Distribusi

Perangkat ini akan diimplentasikan sebagai early warning system, jika dilihat dari sisi fungsi dan urgensi nya akan sangat vital. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat menerima dengan baik begitu pun dengan pemerintah.

Perangkat ini di desain mudah digunakan dan murah, karena sesuai dengan esensi pembuatan perangkat ini adalah menjadi salah satu solusi dalam membantu memecahkan permasalahan efektifitas penggunaan sumber tenaga manusia. Contoh pemilihan penggunaan teknologi nirkabel sehingga mudah pada saat instalasi.

Dana yang Diminta Rp. 400 Juta
DESKRIPSI PROYEK

Membangun jaringan komunikasi nirkabel untuk implementasi Rumah Cerdas (Smart House),dengan adanya perangkat ini maka rumah akan berperan sebagai node-network sehingga bisa berkomunikasi satu sama lain atau seemless communication (Isitilah redaksi Communication of Things)
Perangkat ini akan berfungsi sebagai media komunikasi generik, diantaranya :
1. monitor
mengawasi keadaan rumah
2. pengendalian
mengendalikan perangkat atau alat2 yang ada dirumah.
3. media informasi
digunakan sebagai media informasi contohnya early warning untuk bencana
4. tele metering
mengirimkan informasi penggunaan listrik, air dll.
Dan masih banyak aplikasi yang bisa ditumpangkan melalui media ini.

DEFINISI MASALAH

Tanpa kita sadari waktu kita dihabiskan untuk mengurusi masalah-masalah perangkat, atau benda-benda lainnya sehingga waktu produktif kita menjadi tidak efektif. Ini menjadi salah satu penyebab produktifitas bangsa kita jauh berada dibawah, bahkan kalah dengan negara kecil seperti Singapura. Jika perangkat atau benda-benda tersebut bisa melakukan sebagian fungsinya secara otomatis maka akan mengurangi campur tangan faktor manusia sehingga diharapkan produktifitas atau man hour tidak terbuang sia-sia, bisa digunakan untuk fokus mengerjakan sesuatu yang lebih bermanfaat.

CARA MENGATASI

Untuk menjawab permasalahan diatas maka akan coba diimplementasikan suatu sistem media komunikasi yang dapat memberikan fasilitasi terhadap perangkat atau benda agar bisa saling berkomunikasi satu sama lain secara otomatis atau disebut dengan seemless communication (Communication of Things). Lebih dari itu bagaimana perangkat atau benda disekitar kita yang secara aktif memberikan informasi.
Sebagai gambaran kita ambil contoh kasus banjir yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, korban tidak bisa menyelamatkan diri atau harta bendanya. Mungkin akan berbeda kasusnya jika ada informasi awal dari faktor-faktor yang menyebabkan banjir misalnya informasi curah hujan, level ketinggian air dari arah hulu sungai dan lain sehingga masyarakat bisa melakukan upaya-upaya antisipatif untuk mengurangi dampak dari banjir tersebut. Kasus diatas merupakan salah satu contoh implementasi pentingnya perangkat ini sebagai early warning information.