042 Ringtone & Wallpaper Seni Budaya Sulawesi

042 Ringtone & Wallpaper Seni Budaya Sulawesi

Ringtone dan Wallpaper Budaya Sulawesi Selatan adalah proyek pembuatan nada dering dan nada sambung pribadi untuk lagu-lagu tradisional Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda melalui nada dering dan nada sambung pribadi. Selain itu, proyek ini juga membuat wallpaper yang berisi petuah, kearifan lokal, gambar atraksi budaya, tempat wisata dan upacara adat dari etnis yang berada di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Proyek ini bertujuan untuk mengangkat karakter lokal yang membangun kepribadian sehingga terjadi pelestarian kearifan lokal, memupuk rasa cinta terhadap budaya lokal dan tentunya mengarahkan terjadinya perubahan sikap dan perilaku para penggunanya.

keputusan-tim-seleksi-akhir

Proyek ini kami pilih karena pendekatannya yang unik dalam menggunakan teknologi seluler yang sederhana dan populer – wallpaper dan nada sambung (ringback tone) dalam mempromosikan praktek-praktek budaya tradisional yang terancam punah. Kelompok pengusul proyek ini sudah memiliki pengikut yang besar di media sosial yang dapat digunakan untuk menggalang dukungan atas ide baru ini. Jika ide ini berhasil bisa juga digunakan untuk mempromosikan budaya minoritas lainnya di seluruh nusantara.

 

Anggaran

Laporan pelaksanaan proyek

Laporan penggunaan dana

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 42
Nama Lengkap Inisiator Andi Rahmat Munawar. S.Sos
Lokasi Sulawesi Selatan
Organisasi Sempugi
Judul Proyek Ringtone, Wallpaper, NSP
Lama Aktivitas 7 (tujuh) bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Pelajar, Mahasiswa dan Pemuda (16-40tahun) se Sulselbar
Ukuran Keberhasilan

Pengguna meningkat minimal 500 per bulan

Tipe Konten Teks tentang pesan-pesan yang mengandung nilai kearifan lokal, wallpaper tempat wisata, NSP lagu tradisional
Strategi Distribusi

– Mengumumkan digrup Facebook
– Bekerjasama dengan OK

Kuantintas Output Konten Ringtone : 10 lagu durasi maksimal 1 menit Wallpaper : 20 atraksi budaya, 40 tempat wisata, 40 pesan NSP : 10 lagu durasi maksimal 1 menit
Dana yang Diminta Rp. 529.500.000 (disetujui Rp. 340.950.000)
DESKRIPSI PROYEK

Ringtone dan NSP lagu-lagu tradisional Sulselbar
Wallpaper berisi petuah-petuah dari kearifan lokal serta gambar atraksi budaya dan tempat wisata di Sulselbar

DEFINISI MASALAH

Kurangnya konten muatan lokal seiring perkembangan teknologi

CARA MENGATASI

Memperluas akses pengguna teknologi untuk mendapatkan hal-hal yang mengandung unsur lokalitas

Lingkar Suara Buruh Perempuan: Bagaimana kondisi kerja buruh perempuan?

19 June 2014 1

Buruh garmen Pada situs webnya MarsinahFM salah satu penerima hibah Cipta Media Seluler menguraikan,
"Media arus utama ABSEN terkait isu buruh dan perempuan. Sehingga mendorong lahirnya radio komunitas buruh perempuan: Marsinah FM; dari perempuan buruh untuk kesejahteraan, kesetaraan dan kelestarian alam."
Mengapa absen? Berdasarkan pengamatan Azhar Irfansyah yang dipublikasikan oleh Remotivi, hal ini dikarenakan isu buruh ditulis oleh wartawan yang merasa kelasnya berbeda dengan kelas buruh sehingga mereka menulis dengan sinis, dan tulisan sinis ini menjadi rutin. Padahal wartawan di Indonesia gajinya masih paling rendah di Asia Tenggara. Sehingga apabila ada aktivitas "buruh" berdemo, maka yang ditulis adalah sampah yang ditinggalkan, efek macet, dan komentar tidak bermutu seperti "tidak bisa liburan ke Bali", menuntut BH Triumph,  atau "yang demo pakai motor mewah". Namun seperti apa sebenernya kondisi buruh perempuan di tengah tengah pemberitaan nyinyir seperti ini? Darimana anda sebaiknya mendengarnya? Tidakkah lebih baik kita mendengarnya dari tangan pertama? Tentang perjuangan mereka menerima upah Rp. 200 ribu per bulan di tahun 1985, bagaimana mereka dipindah pindah layaknya bola sepak, dipaksa masuk kerja walaupun banjir hingga keguguran dan- hebatnya lagi - gaji dipotong harus bayar RS karena keguguran tersebut. Banyak lagi lainnya termasuk pelecehan seksual, hingga cerita lucu gagal ambil cuti haid. Apabila melihat cerita-cerita ini, tiba tiba terasa bahwa media arus utama "cetek" sekali dalam memberitakan isu buruh dan buruh perempuan. MarsinahFM benar, media absen, karena itu untuk keadilan Ciptamedia mendukung upaya aktivis buruh dalam membuat medianya sendiri. Apabila anda tertarik mendukung upaya MarsinahFM, mereka juga menerima sumbangan publik agar dapat terus berkarya dan menyiarkan berita dari tangan pertama.

Pemanfaatan Media Baru dan Media Konvensional dalam Penyebaran Konten oleh Sempugi

19 June 2014 1

pemanfaatan-media-baru-dan-media-konvensional-dalam-penyebaran-konten-oleh-sempugiDari lomba foto dan rearansemen yang diselenggarakan oleh Sempugi terdapat 12 gambar (dari 170-an gambar) yang dinyatakan sebagai pemenang dan telah direkam 12 lagu tradisional yang terdiri dari 6 lagu dengan aransemen modern dan 6 lagu dengan aransemen etnik. Konten tersebut akan disebarluaskan melalui cara berikut:

1. Internet/Media Sosial/Play Store

Penyebaran konten berupa 12 nada dering lagu tradisional Sulawesi Selatan,16 gambar objek wisata, 8 atraksi budaya dan 20 petuah bijak melalui situs Sempugi yang kemudian dibagikan melalui media sosial, seperti Google+, Facebook dan Twitter.

Selengkapnya bisa dilihat di sini:

Nada dering (ringtone)

Gambar (wallpaper)

2. Gerai Seluler

Penyebaran konten bulan pertama dilakukan di 24 gerai seluler terbesar, masing-masing satu gerai per kabupaten/kota. Poster/infografis 12 lagu tradisional, objek wisata dan atraksi budaya  akan diberikan secara gratis kepada konsumen ketika membeli produk di gerai tersebut. Misalnya ponsel, aksesoris atau pulsa. Saat ini dalam tahap produksi Poster dan Album CD.

3. SMS Gateway/Mobile Advertising

Melalui SMS, publik akan mendapat informasi  pranala unduhan secara gratis (nada dering, gambar objek wisata dan atraksi budaya). Konten akan disebar kepada pelanggan telepon seluler di Indonesia.

4. Radio Komunitas

Sempugi bekerjasama dengan Jaringan Radio Komunitas Sulawesi Selatan untuk memutarkan 12 lagu tradisional yang telah direkam. Pendengar radio juga akan diberikan poster dan Album CD secara gratis ketika mengikuti kuis yang diselenggrakan oleh radio komunitas.

Apa yang Dilakukan Sempugi untuk Produksi Konten?

19 June 2014 1

Apa-yang-Dilakukan-Sempugi-untuk-Produksi-Konten

Sejak Agustus 2014 Lembaga Swadaya Masyarakat Sempugi sudah mendata lagu tradisional, budayawan, potensi objek wisata dan atraksi budaya. Selain itu, Sempugi juga telah menyelenggarakan lomba foto dan rearansemen lagu. Khusus untuk lomba rearansemen lagu, peserta yang terpilih akan melakukan rekaman studio dan hasilnya yang berformat MP3 akan disebarluaskan melalui SMS gateway, media sosial, aplikasi di android, radio komunitas serta gerai seluler. Untuk lomba foto, gambar-gambar yang dikirimkan akan diseleksi menjadi 20 besar terlebih dahulu. Pemenang utama untuk kedua lomba akan diumukan saat malam anugerah.

Malam anugerah yang direncanakan tanggal 25 Oktober 2014 sayangnya ditunda karena tempat yang akan digunakan ternyata dalam kondisi terpakai. Selain itu, Sempugi juga mengikuti acara Jagongan Media Rakyat (JMR) di Yogyakarta pada 23-26 Oktober 2014. Di acara tersebut Sempugi terlibat dalam diskusi mengenai proyek yang dilakukannya di bawah hibah Cipta Media Seluler dan menampilkan salah satu musisi Makassar, yaitu Moexin yang terlibat dalam lomba rearansemen lagu tradisional Sulawesi Selatan.

Setelah JMR selesai, Sempugi akan menjadwalkan ulang pelaksanaan malam anugerah pada 11 November 2104 yang berlokasi di Benteng Fort Rotterdam Makassar. Pada malam tersebut akan ditampilkan secara langsung para pemenang lomba rearansemen lagu dan lomba foto. Selain untuk mengumumkan pemenang lomba, malam anugerah juga menjadi sarana sosialisasi dan promosi kegiatan Cipta Media Seluler. Setelah itu, Sempugi fokus untuk melanjutkan kegiatan penyebarluasan konten.

Ingin tahu hasil lomba dan bagaimana konten disebarkan? cek di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trackbacks/Pingbacks

  1.  Cipta Media Seluler – Sudah bagus kah kesempatan saya mendapatkan hibah?