052 Implementasi 150 unit eFishery untuk petani di Jawa Tengah dan Sumatera Selatan

052 Implementasi 150 unit eFishery untuk petani di Jawa Tengah dan Sumatera Selatan

eFishery adalah alat pemberi pakan ikan dan udang otomatis. Alat ini dapat memberikan pakan sesuai dengan jadwal dan nafsu makan ikan, sehingga pemberian pakan lebih efisien dan profitabilitas lebih tinggi. Proyek ini menerapkan dan mengedukasi 150 petani ikan dan udang di area Jawa Tengah dan Sumatera Selatan untuk mengimplementasikan eFishery di budidayanya.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 52
Nama Lengkap Inisiator Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy
Lokasi Bekasi, Jawa Barat
Organisasi PT Multidaya Teknologi Nusantara
Judul Proyek Implementasi 150 unit eFishery untuk petani di Jawa Tengah dan Sumatera Selatan
Lama Aktivitas 8 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Petani ikan dan udang di area Jawa Tengah dan Sumatera Selatan
Ukuran Keberhasilan

eFishery diimplementasikan oleh 150 petani ikan dan udang di area Jawa Tengah dan Sumatera Selatan

Tipe Konten eFishery digerakkan oleh mikrokontroller yang didesain khusus sehingga menerapkan feeding program yang diinginkan oleh petani. Alat ini juga dilengkapi sensor sehingga bisa mengetahui respon ikan terhadap pakan. Setiap pemberian pakan, alat ini bisa mencatat data bobot pakan dan mengirimkannya melalui SMS ke server pusat eFishery. Server ini akan menerjemahkan data dan menampilkannya ke dashboard pengguna secara real-time
Strategi Distribusi

Untuk mempromosikannya, kami bekerja sama dengan Dinas Perikanan setempat untuk memilah list target yang sesuai, serta memberikan penyuluhan dari program dinas yang sudah ada.

 

1. Menyeleksi petani yang membutuhkan serta tidak resisten terhadap teknologi baru. Proses seleksi ini dilakukan melalui kerjasama dengan dinas perikanan setempat.
2. Melakukan survey awal untuk mengetahui permasalahan yang ada di petani sekaligus validasi bahwa eFishery bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.
3. Melakukan edukasi dengan video dan mockup produk untuk melihat dan mengevaluasi respon awal petani terhadap produk
4. Menerapkan ke beberapa petani di tahap awal untuk melakukan pengujian, dokumentasi, serta mendapatkan testimoni
5. Mengadakan sosialisasi massal ke petani lainnya dengan menampilkan hasil pengujian, testimoni, dan dokumentasi dari petani sebelumnya sehingga petani lain mau mengadopsi alat ini dengan mudah.

Dana yang Diminta Rp. 1.17 Milyar
DESKRIPSI PROYEK

eFishery adalah alat pemberi pakan ikan dan udang otomatis. Alat ini dapat memberikan pakan sesuai dengan jadwal dan nafsu makan ikan, sehingga pemberian pakan lebih efisien dan profitabilitas lebih tinggi. Proyek ini menerapkan dan mengedukasi 150 petani ikan dan udang di area Jawa Tengah dan Sumatera Selatan untuk mengimplementasikan eFishery di budidayanya.

DEFINISI MASALAH

1. Masalah pemberian pakan. Pakan merupakan biaya terbesar dalam budidaya ikan (60-80%). Pemberian pakan yang ada sekarang, masih tradisional dan asal-asalan sehingga pakan yang diberikan sangat boros dan keuntungan bisnis perikanan menjadi minim.

2. Masalah disparitas investasi dan konsumsi di perikanan. Setiap tahunnya, rata-rata peningkatan konsumsi ikan sebesar 30%, sedangkan peningkatan investasi di budidaya perikanan hanya 5%. Jika trend ini berlanjut, Indonesia akan mengimpor ikan budidaya dari luar, dan mengorbankan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional. Minimnya investasi di perikanan diakibatkan oleh unpredictability, tidak akuntabel, serta minim teknologi yang ada.

CARA MENGATASI

1. eFishery memberikan pakan dengan feeding program yang khusus untuk ikan budidaya. Alat ini juga dilengkapi sensor yang bisa mendeteksi respon ikan terhadap pakan sehingga pemberian pakan bisa lebih efisien hingga 20%. Hal ini juga meningkatkan keuntungan yang didapatkan oleh petani.

2. Dengan adanya eFishery, budidaya ikan lebih bisa diprediksi karena ada ekstrapolasi data hasil panen, serta pencatatan biaya pakan secara real-time, yang dapat diakses oleh owner dan investor kapanpun dan dimanapun. Adanya penerapan teknologi ini bisa menjadi daya tarik yang besar untuk investasi di sektor perikanan budidaya.