065 GamaBox Edu

065 GamaBox Edu

Implementasi Model tecknologi GamaBox (Cloud Box on the single box) pada perangkat seluler. Proyek ini akan menyediakan perangkat keras berbasis seluler untuk dapat mengakses server content GamaBox yang sudah tersedia di beberapa lokasi sekolah dasar secara mandiri tanpa bergantung pada konektivitas internet.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 65
Nama Lengkap Inisiator Mardhani Riasetiawan
Lokasi Yogyakarta
Organisasi Intelligent Technology Initiatives (Perusahaan)
Judul Proyek GamaBox Edu
Lama Aktivitas 10 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Siswa sekolah dasar usia 8 sd 12 tahun di 5 SD percontiohan, dan 10 SD implementator
Ukuran Keberhasilan

1. Ketepatan waktu pelaksanaan 10 bulan dibagi kedalam 2 fase, 5 bulan pertama pengembangan, dan 5 bulan kedua implementasi.
2. Model content delivery berbasis perangkat yang supported dan ready dilakukan oleh sekolah dasar yang sudah menggunakan perangkat GamaBox, sebagnyak 5 SD (percontohan) dengan jumlah pengguna 150 pengguna/siswa (akumulatif)
3. Model ini direpplikasi untuk 10 SD lainnya disekitar SD percontohan sebelumnya untuk menciptakan jejaring content
4. Publikasi pada international conference dalam bentuk paper

Tipe Konten 1. PC Based Cluster dalam bentuk Storage, web server dan Content Management System Application
2. Raspbery Pie micro computer sebagai access point mobile
3. CatuDaya device, mobile powerbank
4. Tablet berbasis Android yang memiliki fitur direct access ke server content
Strategi Distribusi

1. Sosialisasi one-on-one ke sekolah dasar langsung, seperti selama ini kami lakukan untuk menjelaskan bentuk, dan hasil yang diharapkan dari aktivitas ini
2. Dukungan awal bagi sekolah dalam menyediakan infrastruktur dan pengembangannya
3. Diskusi dan Pemahaman awal kepada guru dan tenaga sekolah
4. Sosialisasi ke siswa dalam dua bentuk, klasikal (masuk ke kelas) dan playing (pendekatan personal di sekolah di luar jam kelas)
5. Sosialisasi dan pengenalan program ke dinas pendidikan untuk dukungan ijin dan program
6. Kampanye melalui edukasi orang tuas siswa melalui beberapa manual, handbook dan leaflet untuk edukasi

7. Bekerjasama dengan sekolah menjadikan perangkat ini sebagai alat batu penyampian bahan ajar

8. Fasilitas ini akan menjadi perpusatakaan digital bagi siswa yang dapat diakses di setiap luar jam pelajaran
9. Konten akan di maintain terus oleh tim dalam bentuk content on delivery
10. Peralatan akan dimaintain sehingga diharapkan memperkecil kesalahan peralatan

Dana yang Diminta Rp. 475 Juta
DESKRIPSI PROYEK

Implementasi Model tecknologi GamaBox (Cloud Box on the single box) pada perangkat seluler. Proyek ini akan menyediakan perangkat keras berbasis seluler untuk dapat mengakses server content GamaBox yang sudah tersedia di beberapa lokasi sekolah dasar secara mandiri tanpa bergantung pada konektivitas internet.

DEFINISI MASALAH

Proyek sebelumnya baru dapat memberikan fasilitas tempat data/content sementara u akses masih mengandalkan koneksi dari PC yang lain, sehingga siswa / pengakses sangat tergantung pada ketersedian PC. untuk itu diperlukan pengambakan alat akses berbasis ponsel/seluler sehingga siswa bisa megaksesnya dimana saja disekitar sekolah tanpa harus menggunakan internet. Harapannya tidak ada limitasi bandwith, koneksi sehingga cukup menggunakan wireless communication antara server yang sudha tersedia ke perangkat ponsel yang di modifikais ini.

CARA MENGATASI

Pendekatan yang digunakan adalah: 1. Melakukan review terhadap kondisional pengguna baik pihak sekolah dan siswa, 2. Melakukan proses utilisasi server yang sudah ada untuk meningkatkan aksesibilitasnya, 3 mendesain dan mengembangkan ponsel/tablet yang support dan aksesibilitasnya hanya untuk mengakses server content tersebut, 4. melakukan iplementasi pengembangan, 5.membangun infrastruktur pendukung seperti access point mobile, perangkat ready to connect, catu daya yang portable, 6. melakukan ujicoba penggunaan dan mengumpulkan feedback, 7. pengembangan lanjutan untuk mendapatkan model yang baku, 8. implementasi di beberapa lokasi yang lain dengan model paket (server+access point mobile+catudaya+ponsel/tablet ready)