260 Save Mangrove Signal (SMS)

Image

Save Mangrove Signal (SMS)), yaitu sebuah kegiatan menyelamatkan hutan mangrove melalui peningkatan kapasitas masyarakat pesisir di bidang fotografi selular. Mereka menjadi subjek yang menyampaikan, menginformasikan sekaligus kondisi hutan mangrove serta lingkungan sekitarnya.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 260
Nama Lengkap Inisiator Andi Fachrizal
Lokasi Pontianak, Kalimantan Barat
Organisasi Mata Kelik
Judul Proyek Save Mangrove Signal (SMS)
Lama Aktivitas 8 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Target peserta SMS potensial berumur antara 25-40 tahun, berdomisili di wilayah pesisir dan berdekatan dengan hutan mangrove di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, memiliki handphone (gedget) sendiri sehingga dapat berkontribusi pada program
Ukuran Keberhasilan

Indikator Keberhasilan
1. Terpublikasinya satu situs aggregate komunitas nelayan pesisir;
2. Terpublikasinya karya foto selular nelayan pesisir di Kalimantan Barat;
3. Meningkatnya jumlah nelayan sadar mangrove;
4. Terlatihnya 40 nelayan pesisir yang pandai dan aktif memotret dan menulis caption lewat handphone (gedget) di jejaring media sosial;
5. Terpublikasinya program SMS di media cetak lokal maupun nasional tentang upaya penyelamatan mangrove di pesisir Kalbar lewat foto selular;
6. Terpublikasinya minimal satu buku kumpulan foto dan caption (best practice) karya para nelayan pesisir.

Tipe Konten SMS diharapkan akan menumbuhkan simpul-simpul informasi di kawasan pesisir Kalbar melalui jejaring sosial, situs, dan blog yang mudah diakses melalui teknologi handphone (gedget). Informasi itu berupa foto, teks informasi - caption foto, lokasi/titik koordinat foto.
Peserta bisa langsung melaporkannya sebagai lingkaran pertama informasi. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas nelayan melalui 40 orang pada tahap awal.
Strategi Distribusi

Membuat 1 situs foto aggregate nelayan pesisir, e-book dan buku
Save Mangrove Signal (SMS) untuk mengkompilasi publikasi foto para fotografer selular. Penggunaan media sosial untuk menyampaikan updating konten website, pameran fotografi pesisir dan screening foto terbaik.

Kuantintas Output Konten Terpublikasinya 800 foto pilihan tentang flora dan fauna serta kehidupan di lingkungan kawasan pesisir dan hutan mangrove.
Dana yang Diminta Rp. 807 Juta
DESKRIPSI PROYEK

Save Mangrove Signal (SMS)), yaitu sebuah kegiatan menyelamatkan hutan mangrove melalui peningkatan kapasitas masyarakat pesisir di bidang fotografi selular. Mereka menjadi subjek yang menyampaikan, menginformasikan sekaligus kondisi hutan mangrove serta lingkungan sekitarnya.

DEFINISI MASALAH

Garis pantai Kalimantan Barat mencapai 1.163 kilometer. Di garis pantai itu selain menjadi tempat hunian nelayan, terdapat hutan mangrove seluas 482.386,8 ha yang mulai mengalami degradasi besar.
Analisis citra WWF Indonesia (2000 -2009), terjadi peningkatan kerusakan hutan mangrove di Kalbar mencapai 2.137,203 Ha. Akibat kerusakan, nelayan pesisir mengalami penurunan hasil tangkapan. Persoalan yang ingin diatasi melalui intervensi program adalah:
Warga pesisir belum memiliki cara / metode menyuarakan masalah yang dihadapi.
Minimnya informasi dari, untuk, dan tentang fungsi hutan mangrove.
Nelayan pesisir cenderung melebarkan wilayah tangkap yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.
Kurangnya informasi tentang persoalan masyarakat pesisir di Kalbar.
Media mainstream belum maksimal menjangkau kawasan pesisir untuk menyuarakan persoalan nelayan.
Nelayan belum memiliki kemampuan memotret, menulis, serta mengupload informasi lewat selular terkait isu-isu nelayan.

CARA MENGATASI

Dalam melaksanakan proyek ini Mata Kelik:
– Menggunakan tools foto selular, yaitu memberikan pemahaman fotografi kepada masyarakat nelayan pesisir yang lebih menekankan pada aspek-aspek foto jurnalistik dan caption foto.
– Menggunakan pendekatan perubahan mindset dan prilaku di mana diciptakan lingkungan yang kompetitif serta belajar bersama antar para nelayan agar mereka memahami manfaat mangrove, gedget, sehingga mereka bisa menjadi sumber informasi berwawasan luas.