265 PERAHU SUKMA++ (Pesan Ringkas untuk mendukung Agenda Pembaharuan Sunda Kecil-Maluku)

Image

Perahu Sukma++ menggunakan SMS Gate way. Dimaksudkan sebagai media informasi dan komunikasi singkat dari untuk dan oleh masyarakat kepulauan sehingga bisa diakses oleh masyarakat umum.
Konten yang dimuat dalam pesan ringkas merupakan problematika sekaligus potensi keragaman atau alternatif dan pengalaman berkemampuan warga dan daerah kepulauan.
System kerja Perahu Sukma++ :
a. Informasi dikirimkan oleh pengguna manfaat atas inisiatif sendiri maupun permintaan melalui sms ke terminal simpul Lombok atau Maluku Utara yang telah terlatih
b. Untuk pesan yang diperuntukkan bagi warga dan pengambil kebijakan informasi didistribusikan atau dikoneksikan langsung oleh terminal simpul ke jaringan, para pihak terkait.
c. Informasi yang dianggap perlu didistribusikan ke (jejaring Sukma++), dilanjutkan ke terminal pusat (Rumah Alir).
d. Selanjutnya informasi dipilih pilah, disimpan dalam sistem data base dan didistribusikan melalui sms gate way, ditampilkan di website (running text), disiarkan melalui Radio Komunitas jaringan Rumah Alir dan pihak-pihak terkait. Atau sebaliknya.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 265
Nama Lengkap Inisiator Helmi Johan
Lokasi Mataram, Nusa Tenggara Barat
Organisasi Santiri Foundation
Judul Proyek PERAHU SUKMA++ (Pesan Ringkas untuk mendukung Agenda Pembaharuan Sunda Kecil-Maluku)
Lama Aktivitas 12 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Masyarakat basis, CSO dan Pemerintah Daerah kepulauan Sunda Kecil-Maluku, khususnya Simpul Lombok dan Maluku Utara.
Ukuran Keberhasilan

1. Sistem dan mekanisme berjalan dan berfungsi dengan baik di sub simpul, simpul kepulauan (Lombok dan Maluku Utara) dan terminal utama
2. Tumbuh kembangnya jurnalis komunitas atau warga yang berkemampuan untuk mencari dan mengirim berita ringkas melalui SMS ke simpul kepulauan dan/atau terminal utama (rumah Alir).
3. Terdistribusikannya berita ringkas yang masuk melalui SMS Gate way dan perangkat lainnya di rumah alir (web, rakom, media social) serta media mainstream lokal. Minimal ke 4000 kontak SMS
4. Melalui proyek ini, Tatakelola pengetahuan yang telah dibangun (Tala Sukma++) lebih berdayaguna dalam menjalankan perannya, baik sebagai wahana pembelajaran kritis maupun sebagai pendukung agenda pembaharuan/perubahan Sukma+ 2025.

Tipe Konten Konten (pangan, air, energy dan matapencaharian kepulauan Sunda Kecil-Maluku) berbasis informasi ringkas untuk menunjang Tata Kelola Pengetahuan Sukma++. Melalui SMSGateway, web, rakom.
Strategi Distribusi

Menggunakan sms gateway yang berada atau terkoneksi dengan Rumah Alir (sosial media, Radio Komunitas, web); media mainstream (lokal); dan juga dengan sms center yang dimiliki oleh Institusi terkait dan atau HP Pengambil Kebijakan.

Kuantintas Output Konten • Dari 8 simpul yang ada di Sunda Kecil-Maluku (Sukma), proyek ini berjalan di minimal 2 simpul, yakni Simpul Lombok dan simpul Maluku Utara. • Dalam setiap simpul akan didukung oleh minimal 4 sub simpul di mana pada setiap sub simpul akan didukung oleh sekitar 20 jurnalis komunitas/warga • Setiap hari ditargetkan minimal 4 informasi berita ringkas terhimpun di masing-masing simpul (8 di terminal utama) dan terdistribusi ke : sekitar 4.000 pengguna sms yang terdaftar di setiap simpul (per sub simpul 1.000), 4 kecamatan per simpul melalui Radio Komunitas, dan melalui jejaring media social, serta melalui web • Dalam setiap bulan, minimal 4 di antara informasi ringkas yang terhimpun diperdalam melalui investigasi dan dijadikan bahan kajian 3 bulanan untuk advokasi kebijakan. • Minimal 1 berita ringkas akan dimuat atau dijadikan landasan penulisan berita media mainstraim dalam setiap minggunya
Dana yang Diminta Rp. 500 Juta
DESKRIPSI PROYEK

Perahu Sukma++ menggunakan SMS Gate way. Dimaksudkan sebagai media informasi dan komunikasi singkat dari untuk dan oleh masyarakat kepulauan sehingga bisa diakses oleh masyarakat umum.
Konten yang dimuat dalam pesan ringkas merupakan problematika sekaligus potensi keragaman atau alternatif dan pengalaman berkemampuan warga dan daerah kepulauan.
System kerja Perahu Sukma++ :
a. Informasi dikirimkan oleh pengguna manfaat atas inisiatif sendiri maupun permintaan melalui sms ke terminal simpul Lombok atau Maluku Utara yang telah terlatih
b. Untuk pesan yang diperuntukkan bagi warga dan pengambil kebijakan informasi didistribusikan atau dikoneksikan langsung oleh terminal simpul ke jaringan, para pihak terkait.
c. Informasi yang dianggap perlu didistribusikan ke (jejaring Sukma++), dilanjutkan ke terminal pusat (Rumah Alir).
d. Selanjutnya informasi dipilih pilah, disimpan dalam sistem data base dan didistribusikan melalui sms gate way, ditampilkan di website (running text), disiarkan melalui Radio Komunitas jaringan Rumah Alir dan pihak-pihak terkait. Atau sebaliknya.

DEFINISI MASALAH

Bias pembangunan dan Perubahan Iklim telah menimbulkan berbagai dampak social, ekonomi dan ekologi di daerah kepulauan. Terkait dengan upaya untuk mengatasi problematika di atas seringkali upaya tidak dilandasi oleh data atau informasi yang factual, ringkas, cepat, dan terhimpun dalam data base. Dengan demikian akan dimungkinkan terjadinya bias informasi dan landasan untuk pengambilan keputusan baik secara programtik maupun kebijakan. Sementara itu, arus penghimpunan dan pendistribusian inforamsi juga sering mengalami kendala baik dikarenakan luas, sebaran dan kondisi geofrafis daerah kepulauan, maupun cakupan kontennya.

CARA MENGATASI

Memperluas kewenangan warga dan pemerintah daerah kepulauan dalam mengakses sumberdaya alam dan ruang hidup; memperbesar dukungan pusat ke masyarakat dan daerah kepulauan. Baik pembaharuan maupun perubahan yang dilakukan harus bisa menjamin Hak akan ‘kekekalan dalam kerentanan bencana dan perubahan iklim, keterbatasan dan karakteristik khas SDA kepulauan. Dalam hal ini program diarahkan untuk pengembangan model yang menggunakan pendekatan socio ecosystem di level desa, kawasan maupu pulau (Indonesia kecil). Dengan muatan utama bagaimana menyelamatkan dan mengoptimalkan pengelolaan sumber pangan, air, energy terbarukan dan mata pencaharian agar berkelanjutan.Dalam hal ini, dibangun 8 simpul kepulauan. Talasukma dibangun selain untuk menyuarakan (voices of Islands) berbagai persoalan, hak, kebutuhan dan pengalaman berkemampuan warga kepulauan serta agenda pembaharuan dan perubahan yang diusung. Tata kelola pengetahuan harus didukung informasi yang actual dan ter update setiap saat.