281 Save Our Migrant (SOM): Media Advokasi dan Informasi Buruh Migran

Image
Save Our Migrant (SOM) adalah media advokasi dan informasi yang berupa sistem aplikasi website dan mobile site dengan aksesibilitas tinggi untuk berbagai macam gadget maupun laptop (notebook), yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan termasuk buruh migran. Sistem aplikasi ini juga dilengkapi dengan layanan SMS Gateway, khususnya untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang minim infrastruktur transportasi.
Save Our Migrant (SOM) bertujuan untuk memberikan advokasi kepada buruh migran berkenaan dengan permasalahan yang dihadapinya. Dalam memberikan advokasi SOM bekerja sama dengan dinas instansi dan lembaga-lembaga yang peduli buruh migran. Selain itu, SOM juga berupaya memberikan dan menyebarkan informasi yang seluas-luasnya yang dibutuhkan buruh migran berkenaan dengan permasalahan ketika sebelum keberangkatan, ketika berangkat, masalah di tempat tujuan, maupun permasalahan ketika kembali ke daerah asal.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 281
Nama Lengkap Inisiator Slamet Mulyana
Lokasi Bandung, Java Barat
Judul Proyek Save Our Migrant (SOM): Media Advokasi dan Informasi Buruh Migran
Lama Aktivitas 12 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Buruh migran, khususnya buruh migran perempuan di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah pengirim buruh migran seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat
Ukuran Keberhasilan

• Sistem aplikasi dapat berjalan lancar sesuai dengan perencanaan teknis.
• Dalam satu tahun terdaftar 12.000 member Save Our Migrant
• Setiap hari minimal 3 artikel tentang buruh migran yang ditayangkan
• Dalam satu tahun terdapat minimal 600 pertanyaan dan jawaban pada layanan advokasi dan konsultasi pada Save Our Migrant.
• Setiap hari minimal ada 100 pengunjung website Save Our Migrant.
• Dalam satu tahun bergabung minimal 5 Lembaga (LSM, komunitas, dll) yang menjadi partner untuk terlibat dalam pengelolaan konten aplikasi
• Dalam satu tahun bergabung 10 tenaga ahli yang berperan dalam pengelolaan konten dan konsultasi pada aplikasi Save Our Migrant

Tipe Konten Piranti lunak yang digunakan dalam sistem aplikasi Save Our Migrant berbasis konsep hybrid mobile application sehingga bisa diakses melalui perangkat android, iOS dan symbian. Agar mudah dipahami, sistem aplikasi ini juga menggunakan bahasa pemrograman HTML5, CSS3 serta javascript, yang dimaksimalkan pada layout interface menggunakan jQuery mobile. Teknik penyimpanan data menggunakan local storage dengan DBMS SQLite.
Strategi Distribusi

1.Mengoptimalkan penggunaan SMS Center, website dan media sosial (Facebook,Twitter,Google +, dll)
2. Mengoptimalkan penggunaan media below the line (poster, brosur, leaflet, dll) yang disebarkan di lokasi strategis
3. Melakukan promosi dengan memanfaatkan media-media lokal seperti radio atau radio komunitas
4. Menawarkan kerjasama dengan berbagai lembaga seperti LSM, komunitas atau lembaga lain dalam bentuk kemitraan maupun sponsorship.
5. Sistem aplikasi Save Our Migrant dirancang dengan sederhana sehingga memudahkan dalam penggunaannya
6. Menentukan prioritas wilayah sasaran sesuai dengan data mutakhir berkenaan dengan keberadaan buruh migran. Prioritasnya adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon.
7. Mengoptimalkan penggunaan SMS Center, website dan media sosial (Facebook,Twitter,Google +, dll) berkenaan dengan penggunaan sistem aplikasi
8. Bekerjasama dengan berbagai lembaga yang mempunyai visi dan misi sama seperti LSM, komunitas atau lembaga lain dalam bentuk kemitraan maupun sponsorship

Dana yang Diminta Rp. 366 Juta
DESKRIPSI PROYEK

Save Our Migrant (SOM) adalah media advokasi dan informasi yang berupa sistem aplikasi website dan mobile site dengan aksesibilitas tinggi untuk berbagai macam gadget maupun laptop (notebook), yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan termasuk buruh migran. Sistem aplikasi ini juga dilengkapi dengan layanan SMS Gateway, khususnya untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang minim infrastruktur transportasi.
Save Our Migrant (SOM) bertujuan untuk memberikan advokasi kepada buruh migran berkenaan dengan permasalahan yang dihadapinya. Dalam memberikan advokasi SOM bekerja sama dengan dinas instansi dan lembaga-lembaga yang peduli buruh migran. Selain itu, SOM juga berupaya memberikan dan menyebarkan informasi yang seluas-luasnya yang dibutuhkan buruh migran berkenaan dengan permasalahan ketika sebelum keberangkatan, ketika berangkat, masalah di tempat tujuan, maupun permasalahan ketika kembali ke daerah asal.

DEFINISI MASALAH

1. Data Puslitfo BNP2TKI (2012), jumlah buruh migran Indonesia tahun 2011 mencapai 3.810.534 orang.
2. Lebih dari 75%nya adalah perempuan dan sekitar 88% bekerja di sektor informal, sebagain besar sebagai PRT.
3. Buruh migran perempuan sering mendapat perlakukan tidak adil berupa penyiksaan, pemerkosaan, dan pembunuhan (Kompas, 14 November 2009).
4. Buruh migran perempuan sangat rentan terhadap bahaya trafficking atau smuggling. Penelitian Dian Noeswantari, dkk (2011), permasalahan buruh migran, sebenarnya terjadi dalam setiap tahapan prosesnya. Penyebab utamanya adalah keterbatasan pengetahuan dan akses mereka terhadap informasi yang benar.
5. Sampai sejauh ini, media advokasi dan informasi yang memberikan informasi yang lengkap dan mudah diakses buruh migran masih sangat terbatas.

CARA MENGATASI

Untuk meningkatkan pemahaman dan akses informasi buruh migran, kami akan membuat sistem aplikasi website dan mobile site yang dapat diakses berbagai macam gadget (android, iOS, dan symbian) maupun laptop/notebook. Selain itu juga dilakukan layanan SMS Gateway untuk menjangkau sasaran yang lebih luas. Sistem aplikasi yang dibuat bisa diakses secara online untuk aktivitas advokasi dan konsultasi maupun secara offline untuk isi (content) dengan cara di-download oleh para buruh migran maupun pihak-pihak yang peduli buruh migran.
Fitur yang disediakan antara lain berbagai informasi yang dibutuhkan buruh migran dari mulai fase persiapan (pra penempatan), fase penempatan sampai fase akhir (pemulangan). Informasi disajikan dalam bahasa dan format yang mudah dipahami buruh migran, baik dalam bentuk tulisan, gambar (karikatur, dsb), maupun media audio visual.