283 Intelligent Traffic Monitoring System

283 Intelligent Traffic Monitoring System
Proyek intelligent traffic monitoring system ini akan membangun perangkat video yang secara otomatis dapat melakukan perhitungan jumlah dan kecepatan kendaraan pada siang hari maupun pada malam hari. Beberapa teknik image processing akan digunakan dalam proyek ini untuk melakukan ekstraksi informasi citra kendaraan pada perangkat video yang kami buat. Hasil kuantifikasi berupa jumlah dan kecepatan kendaraan yang diperoleh dari perangkat video yang kami rancang akan dikirimkan kepada server untuk pengolahan informasi. Pengiriman informasi ini akan menggunakan teknologi selular 3G untuk dapat menyampaikan hasil ekstraksi video kepada server. Hasil pengolahan informasi akan menjadi prediksi informasi lalu lintas.
http://tmonitoring.com/

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 283
Nama Lengkap Inisiator Ari Wibisono
Lokasi Jakarta Selatan
Judul Proyek Intelligent Traffic Monitoring System
Lama Aktivitas 12 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Instansi Terkait (Pemda, PU, TMCPolda) dan Masyarakat
Ukuran Keberhasilan

Output / Target yang menjadi tolak ukur keberhasilan dalam proyek ini antara lain :
– Prototype perangkat keras video yang dapat melakukan pembacaan citra video untuk kendaraan bermotor (mobil)
– Prototype perangkat lunak berupa portal informasi keadaan lalu lintas dan prediksi lalu lintas
– Percobaan perangkat keras video dan perangkat lunak pada ruas jalan tertentu.

Tipe Konten Perangkat keras video yang dapat melakukan ekstraksi informasi dari citra video dan mengirimkanya melalui jaringan media seluler (3G) kepada server.
http://tmonitoring.com/products.html
Strategi Distribusi

Strategi promosi yang dilakukan untuk traffic intelligent system ini mengedepankan kepada sustainability dari system. Dengan cara mengajak pihak-pihak terkait (Pemda, Dinas Pekerjaan Umum, jasamarga, dan masyarakat) untuk dapat bekerja sama mengembangkan system ini. Diharapkan dengan kerja sama dengan pihak terkait keberlangsungan sistem ini akan dapat dipertahankan dan digunakan oleh masyarakat luas.
Perangkat video ini akan ditempatkan pada lokasi-lokasi strategis seperti jembatan penyebrangan, underpass, atau fly over. Pengembangan perangkat keras tersebut juga diikuti dengan pengembangan mekanisme pengiriman data menggunakan media selular (3G). Hasil pembacaan citra video berupa jumlah kendaraan dan kecepatan kendaraan akan dikirimkan secara realtime kepada server traffic intelligent system. Server akan mengolah informasi tersebut dan memberikan prediksi keadaan lalu lintas.
http://tmonitoring.com/development.html

Dana yang Diminta Rp. 200 Juta
DESKRIPSI PROYEK

Proyek intelligent traffic monitoring system ini akan membangun perangkat video yang secara otomatis dapat melakukan perhitungan jumlah dan kecepatan kendaraan pada siang hari maupun pada malam hari. Beberapa teknik image processing akan digunakan dalam proyek ini untuk melakukan ekstraksi informasi citra kendaraan pada perangkat video yang kami buat. Hasil kuantifikasi berupa jumlah dan kecepatan kendaraan yang diperoleh dari perangkat video yang kami rancang akan dikirimkan kepada server untuk pengolahan informasi. Pengiriman informasi ini akan menggunakan teknologi selular 3G untuk dapat menyampaikan hasil ekstraksi video kepada server. Hasil pengolahan informasi akan menjadi prediksi informasi lalu lintas.
http://tmonitoring.com/

DEFINISI MASALAH

Pertumbuhan jumlah kendaraan di Indonesia setiap tahun terus bertambah. Sejak tahun 1987 hingga 2009, rata-rata jumlah pertumbuhan kendaraan di Indonesia mencapai 2.964.096 kendaraan per tahunnya. Hal ini dapat menjadi tugas berat bagi instansi terkait untuk dapat mengelola sistem lalu lintas di Indonesia, terutama di kota-kota besar
Sistem lalu lintas yang kurang baik dan data keadaan lalu lintas yang belum dimanfaatkan secara maksimal, belum dapat menyelesaikan permasalahan kemacetan di kota-kota besar. Dampak yang berkepanjangan tidak adanya sistem informasi lalu lintas yang menyebabkan tidak ada dasar/justifikasi untuk menerapkan suatu kebijakan karena data yang dimiliki oleh instansi terkait sangat terbatas.
http://tmonitoring.com/

CARA MENGATASI

Untuk dapat mengatasi belum maksimalnya pengolahan informasi lalu lintas, tim kami mengusulkan untuk melakukan ekstraksi informasi dari citra video, tim kami akan mengembangkan perangkat keras berupa perangkat video yang secara otomatis dapat menghitung jumlah kendaraan dan kecepatan kendaraan dengan berbagai kondisi lingkungan (siang hari, malam hari, dan hujan) . Perangkat video ini akan ditempatkan pada lokasi-lokasi strategis seperti jembatan penyebrangan, underpass, atau fly over. Pengembangan perangkat keras tersebut juga diikuti dengan pengembangan mekanisme pengiriman data menggunakan media selular (3G). Hasil pembacaan citra video berupa jumlah kendaraan dan kecepatan kendaraan akan dikirimkan secara realtime kepada server traffic intelligent system. Server akan mengolah informasi tersebut dan memberikan prediksi keadaan lalu lintas.
http://tmonitoring.com/development.html