294 Portal Pendidikan Seksualitas Anak berbasis Mobile :Belajar Seksualitas

294 Portal Pendidikan Seksualitas Anak berbasis Mobile :Belajar Seksualitas

“Seksualitas itu tidak tabu, mari belajar seksualitas dengan sehat dan benar! “
Melalui portal pendidikan seksualitas berbasis mobile, diharapkan anak-anak usia TK-SMA dapat mendapatkan pengetahuan dasar seksualitas yang benar, edukatif dan sesuai dengan umur dan tingkat kedewasaan mereka . Materi pembelajar ini nantinya dapat diakses oleh anak-anak lewat smartphone mereka secara gratis dan tanpa batas serta halangan tabu sebab materi telah dikaji sebaik mungkin sesuai dengan umur anak. “Belajar Seksualitas” juga menyediakan sarana tanya jawab materi seksualitas dengan pakar psikologi anak secara privat, juga sarana pengaduan jika anak merasa mendapat perlakuan pelecehan seksual.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 294
Nama Lengkap Inisiator Linda Martin Prasetyo
Lokasi Malang, Jawa Timur
Judul Proyek Portal Pendidikan Seksualitas Anak berbasis Mobile , “Belajar Seksualitas”.
Lama Aktivitas 12 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
-Orang tua / Wali Murid di di Indonesia- Anak TK – SMA usia 4 tahun hingga 17 tahun di Indonesia
Ukuran Keberhasilan

– Pengguna terdaftar / Member anak-anak mencapai 100 orang
dalam waktu 3 bulan
– Pengguna terdaftar orang tua mencapai 50 orang dalam waktu 3 bulan

Tipe Konten - Portal Mobile apps
Artinya akan ada komunikasi satu arah lewat penyediaan konten dan materi, juga akan ada komunikasi dua arah
Strategi Distribusi

– Pembuatan akun dan penyebaran informasi lewat social media BelajarSeksualitas ( facebook, twitter, Instagram, youtube)
– Pembuatan website BelajarSeksualitas
– Bekerja sama dengan NGO pemerhati anak untuk mempublikasikan aplikasi BelajarSeksualitas
– Bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk disediakan waktu memberikan workshop kepada anak-anak didik mereka dan juga wali murid.
– Bekerja sama dengan pemerintah agar bisa mendapatkan pengakuan dan dukungan sehingga promosi dapat lebih mudah diberitakan lewat media.
– Perekrutan psikiater anak sebagai pengisi konten dan juga sebagai konsultan. Bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak agar pengaduan dapat ditanggapi dan diatasi dengan cepat. Membuat tampilan desain aplikasi yang menarik. Memastikan tingkat keamanan data dan informasi pengguna, serta memastikan pengguna mengakses konten sesuai dengan umurnya. Secara berkala melakukan update konten

Dana yang Diminta Rp. 487 Juta
DESKRIPSI PROYEK

“Seksualitas itu tidak tabu, mari belajar seksualitas dengan sehat dan benar! “
Melalui portal pendidikan seksualitas berbasis mobile, diharapkan anak-anak usia TK-SMA dapat mendapatkan pengetahuan dasar seksualitas yang benar, edukatif dan sesuai dengan umur dan tingkat kedewasaan mereka . Materi pembelajar ini nantinya dapat diakses oleh anak-anak lewat smartphone mereka secara gratis dan tanpa batas serta halangan tabu sebab materi telah dikaji sebaik mungkin sesuai dengan umur anak. “Belajar Seksualitas” juga menyediakan sarana tanya jawab materi seksualitas dengan pakar psikologi anak secara privat, juga sarana pengaduan jika anak merasa mendapat perlakuan pelecehan seksual.

DEFINISI MASALAH

Permasalahan utama yang penulis soroti adalah mitos bahwa seksualitas itu tabu untuk dibicarakan. Akibatnya akses pendidikan seksualitas untuk anak sangatlah terbatas. Konsekuensinya anak yang serba ingin tahu akhirnya berujung pada konten pornografi. Quick fact : 97% remaja telah menonton pornografi. 68% siswa SD telah mengakses situs porno. Konsekuensi kedua adalah anak tidak tahu sama sekali tentang seksualitas sehingga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Misalnya saja bulan April 2014 terjadi kasus sodomi terhadap anak TK. Masih banyak lagi kasus lain dimana anak-anak korban pelecehan seksual ini tidak mengerti bahwa mereka telah dilecehkan. Quick fact : 97%remaja pernah menonton pornografi 62,7 % pernah berhubungan badan dan 21% remaja telah melakukan aborsi
(sumber KPAI).Permasalah kedua adalah minimnya sarana ataupun media yang menjadi guru seksualitas anak, orang tua dan guru belum mau dan mampu memberikan pendidikan seksualitas

CARA MENGATASI

Masyarakat melupakan bahwa seksualitas merupakan anugerah Tuhan dan bahwa seks adalah perwujudan cinta dua insan manusia yang sakral. Lewat aplikasi Belajar Seksualitas akan ada :
– Materi Pendidikan Seksualitas
– Pengaduan / Tanya Jawab dengan pakar psikologi
Anak akan diajarkan materi pendidikan seksualitas yang sesuai dengan tingkatan kedewasaan anak yang mana konten akan didiskusikan lebih lanjut dengan pakar pendidikan dan pemerhati anak.
Untuk memastikan anak mengakses materi sesuai dengan umur, aplikasi ini akan memberikan sebuah soal yang hanya dapat diselesaikan oleh anak dengan umur yang sesuai. Selain untuk anak-anak, BelajarSeksualitas juga ditujukan untuk orang tua . Fitur private chat antara pengguna aplikasi dengan psikiater sehingga anak dapat dengan leluasa menyampaikan pertanyaan maupun pengaduan akan pelecehan seksual tanpa rasa malu ataupun takut.