297 E-commerce Hasil Bumi Paradigma Baru Bagi Rumah Tangga Tani Indonesia

297 E-commerce Hasil Bumi Paradigma Baru Bagi Rumah Tangga Tani Indonesia

Definisi rumah tangga usaha pertanian atau tani adalah rumah tangga yang minimal salah satu anggotanya mengusahakan kegiatan pertanian,cakupan kegiatan pertanian meliputi enam subsektor, yakni tanaman pangan , hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan tawar atau laut, dan kehutanan.(ref istilah BPS). Fenomena penurunan jumlah rumah tangga tani yang tadinya 31,23 juta (sensus pertanian 2003) menjadi 26,14 juta (subsektor tanaman pangan 17,73 juta rumah tangga, Hortikultura 10,60 juta rumah tangga, Perkebunan 12,77 juta rumah tangga, Peternakan 12,97 juta rumah tangga, Perikanan kegiatan budidaya ikan 1,19 juta rumah tangga, Perikanan kegiatan penangkapan ikan 0,86 juta rumah tangga, Kehutanan 6,78 juta rumah tangga, dan Jasa Pertanian 1,08 juta rumah tangga – sensus pertanian 2013) adalah indikasi adanya proses transformasi struktur skala usaha tani menuju ke arah yang lebih ekonomis , selektif dan produktif di negara Indonesia.
Momentum proses transformasi diatas serta didasari atas pengalaman kami di dunia internet maka membangun proyek e-commerce hasil bumi adalah bagian dari proses percepatan produktifitas petani Indonesia kedepan,kehadirannya akan membentuk skema perlindungan harga hasil bumi dengan berbiaya rendah serta mendorong petani untuk mengelola resiko hasil buminya dengan orientasi pasar yang efektif dan produktif.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 297
Nama Lengkap Inisiator Edward S Siagian
Lokasi Bogor
Organisasi PT Sabas Sinergi Indonesia
Judul Proyek E-commerce hasil bumi paradigma baru bagi rumah tangga tani Indonesia
Lama Aktivitas 12 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
1. Rumah tangga petani Indonesia (26,13 juta petani) 2. Kelompok tani / Gapoktan/Gapoknak/komunitas nelayan 3. Pengusaha pertanian 4. Pabrikan pengguna hasil bumi 5. Pabrikan dan produsen pendukung pertanian 6. Pelanggan lokal & global 7. Perusahaan hasil turunan hasil bumi 8. Perbankan,perusahaan asuransi & logistik 9. Wirausahawan mula/startup 10. Peneliti,mahasiswa & masyarakat umum 11. Pedagang perantara/pengepul atau tengkulak 12. Pemerintah pusat & daerah 13. Eksportir & Importir global 14. Restauran/rumah makan,hotel,catering dan pedagang pasar 15. Asosiasi pertanian & LSM
Ukuran Keberhasilan

1.Peningkatan data kunjungan / trafik pelanggan pada website dengan peningkatan 60 ribu pengunjung setiap bulan di tahun pertama (launching) dan meningkat 5x lipat tahun ke dua.
2.Ukuran popularitas dengan menggunakan ranking alexa.com masuk ke peringkat 100 besar Indonesia di 2 tahun pertama.
3.Peningkatan omset penjualan pada data transaksi bulanan yang terinput pada data backhand website kami (setiap bulan 1 miliar setelah launching website di awal tahun ke 2)
4.Peningkatan transaksi eksport perbulan (25 transaksi per bulan di 6 bulan pertama pada tahun ke 2 )
5.Terkumpulnya data member/keanggotaan setelah launching mencapai 5.000 member perbulan baik logal & global
6.Tersedianya 2000 produk hasil bumi setiap bulan
7.Terbentuknya member affiliate di 550 kota dan kabupaten di Indonesia.
8.Hadirnya 20 MIXI (mini store) per bulan .

Tipe Konten Website e-commerce interaktif ,mobile site, aplikasi mobile Android,Blackbery,windows phone , iOS , java dan J2ME/Symbian yang mendukung aplikasi SMS,MMS,BBM ataupun Whatsapp (feature phone & smartphone)
Strategi Distribusi

1. Create disain website hasil bumi.
2. Free Member / keanggotaan
3. Penguatan social media (fanspage . twitter , youtube , blog , pintrest , path , google plus)
4. Iklan di internet (Googel Adwords , Adsense ,Facebook Ads , CPC , CPP , CPA , CPL , Review n etc)
5. Iklan pada media internet ( detik.com,kompas.com etc)
6. Iklan pada media pertanian offline ( trubus,bangkit tani dll)
7. Joint promo dengan departemen pertanian / perusahaan pertanian/universitas/institute/SMK pertanian/asosiasi
8. Sosialisasi melaui gapoktan/gapoknak/komunitas nelayan dengan brosur dan seminar (jika diperlukan)
9. Join operasional konten selurar dengan operator
10. Forum komunikasi & Directory online
11. Press Realease
12. Kerjasama dengan jaringan perantara hasil bumi
internasional
13. Membuka lapak di website marketplace lokal & global
14. Pameran produk dan tehnologi pertanian
15. SMS/BBM Broadcast / SMS Gateway
16. Mixi (mini store ).POS (poin off sales /data transaksi), data finance & accounting system,Logististik system,pembayaran system bagi para member
17. Adanya cakupan 15 Industri ,75 katagori dan 300an sub katagori di e-commerce hasil bumi termasuk akses pencarian alat atau mesin pertanian tepat guna serta bibit , benih , pupuk , obat2an pertanian , ekspedisi angkutan dan lainya

Dana yang Diminta Rp.925 Juta
DESKRIPSI PROYEK

Definisi rumah tangga usaha pertanian atau tani adalah rumah tangga yang minimal salah satu anggotanya mengusahakan kegiatan pertanian,cakupan kegiatan pertanian meliputi enam subsektor, yakni tanaman pangan , hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan tawar atau laut, dan kehutanan.(ref istilah BPS). Fenomena penurunan jumlah rumah tangga tani yang tadinya 31,23 juta (sensus pertanian 2003) menjadi 26,14 juta (subsektor tanaman pangan 17,73 juta rumah tangga, Hortikultura 10,60 juta rumah tangga, Perkebunan 12,77 juta rumah tangga, Peternakan 12,97 juta rumah tangga, Perikanan kegiatan budidaya ikan 1,19 juta rumah tangga, Perikanan kegiatan penangkapan ikan 0,86 juta rumah tangga, Kehutanan 6,78 juta rumah tangga, dan Jasa Pertanian 1,08 juta rumah tangga – sensus pertanian 2013) adalah indikasi adanya proses transformasi struktur skala usaha tani menuju ke arah yang lebih ekonomis , selektif dan produktif di negara Indonesia.
Momentum proses transformasi diatas serta didasari atas pengalaman kami di dunia internet maka membangun proyek e-commerce hasil bumi adalah bagian dari proses percepatan produktifitas petani Indonesia kedepan,kehadirannya akan membentuk skema perlindungan harga hasil bumi dengan berbiaya rendah serta mendorong petani untuk mengelola resiko hasil buminya dengan orientasi pasar yang efektif dan produktif.

DEFINISI MASALAH

1. Jumlah rumah tangga tani Indonesia 26,14 juta , 55,3% (14.25juta) adalah petani gurem (punya lahan < 0.5 ha dan penghasilan @900ribu/bulan untuk 4 org),usia terbanyak >35 tahun 67,76% ,pendidikan terbanyak 42.3% tidak tamat SD,kemiskinan identik dengan petani gurem
2. 95% akses pemasaran hasil bumi rumah tangga tani melalu pedagang perantara/pengepul/tengkulak dan pasar tradisonal,tak heran harga komoditas hasil bumi tak stabil dan fluktuatif ,kondisi makin parah ketika terjadi panen raya maka 40% hasil bumi membusuk atau musnah karena tidak terserap oleh pasar.
3. Selain 5.494 perusahaan industri pertanian ada 6,8 juta rumah tangga petani yang mumpungi membutuhkan akses pemasaran ke pasar lokal dan global diluar 8 hasil bumi unggulan Indonesia yang dikenal oleh pasar internasional( sawit , kakao , teh , tuna , udang ,kopi dan lada) .

CARA MENGATASI

Fenomena kemajuan tehnologi yang melanda Indonesia :
– Peringkat 8 dunia pengguna internet terbanyak (64 juta) .media social Facebook (peringkat 4) dan peringkat 5 untuk Twitter di dunia
– 1000 titik WIFI gratis ( target pemerintah 1 juta titik WIFI),target kecepatan akses WIFI gratis menjadi 8 Mbps tahun 2015 (data kominfo)
– 270 juta pengguna ponsel di Indonesia,46,7 juta pengguna smartphone (data kominfo), 95% pengguna ponsel memanfaatkan ponsel untuk menjelajah intenet (AC Nielsen)
– Hadirnya e-commerce global di Indonesia
Fenomena tehnologi ini mempermudah kehadiran e-commerce hasil bumi yang kami bangun didalam mempercepat proses kemapanan & produktifitas petani Indonesia. E-commerce hasil bumi kami selain sebagai tempat bertransaksi antar para stakeholder industri pertanian juga membentuk ratusan affiliate member yang menjadi penghubung bagi rumah tangga tani yang tidak punya akses internet ataupun selular (petani gurem) kepada pelanggan lokal dan global.