313 Save TKI

313 Save TKI

Populasi yang meningkat dan sedikitnya lapangan pekerjaan mejadi masalah bagi masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Akhirnya, banyaknya warga negara Indonesia yang meninggalkan tanah air untuk menjadi pekerja di negeri jiran kian melonjak. Urusan administasi yang diperlama dan kemudian ketidakakuratan informasi yang diterima masyarakat menjadi masalah penting. Tujuan mencari pekerjaan akhirnya tidak tercapai, malah disiksa dan kemudian terjadi tindak kriminalitas terhadap TKI. Adanya oknum-oknum yang menjual TKI dan akhirnya TKI menjadi “barang dagangan” , lagi lagi pemerintah yang disalahkan, padahal TKI yang terpedaya oleh “agen” yang menjual informasi palsu. TKI juga mempunyai keterbatasan mengenai informasi, bagaimana keadaan negara yang dituju, pekerjaan yang seperti apa yang akan diterima, berapa gaji yang akan diterimanya dan informasi lainnya dari sumber yang terpercaya. Banyak TKI yang berasal dari pedesaan, kurang informasi dan terdesak karena tuntutan ekonomi menjadi penunjang TKI untuk menerima informasi yang salah.Aplikasi ini akan memberikan ID kepada setiap calon TKI untuk digunakan dalam perangkat mobile yang kami buat dengan tujuan agar TKI kita mengetahui kewajiban dan haknya sebagai TKI guna mengurangi tingkat kriminalitas terhadap TKI. Didalam proyek kami membuat 2 jenis, yaitu: Mobile apps sebagai client yang akan digunakan oleh TKI dan deskop apps atau web sebagai server yang digunakan oleh pemerintah yang terkait.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 313
Nama Lengkap Inisiator Agung Putu Yoga
Lokasi Langkat, Sumatra Utara
Judul Proyek Save TKI
Lama Aktivitas 10 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Tenaga Kerja Indonesia
Ukuran Keberhasilan

1. Semua TKI yang ingin berangkat keluar negeri memiliki account Save TKI.
2. Terjadinya feed back yang dilakukan TKI ke server.
3. Cepatnya respon pemerintah terhadap nasib TKI.

Tipe Konten 1. Mobile Apps (client).
2. Desktop Apps(Server).
Strategi Distribusi

1. Sosialisasi melalui media web.
2. Sosialisasi melalui lembaga TKI (kantor migrasi).
3. Upload ke playstore dan apps store.
4. Bekerjasama dengan pemerintah yang bertugas di bagian ketenagakerjaaan dan migrasi.

Dana yang Diminta Rp. 250 Juta
DESKRIPSI PROYEK

Populasi yang meningkat dan sedikitnya lapangan pekerjaan mejadi masalah bagi masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Akhirnya, banyaknya warga negara Indonesia yang meninggalkan tanah air untuk menjadi pekerja di negeri jiran kian melonjak. Urusan administasi yang diperlama dan kemudian ketidakakuratan informasi yang diterima masyarakat menjadi masalah penting. Tujuan mencari pekerjaan akhirnya tidak tercapai, malah disiksa dan kemudian terjadi tindak kriminalitas terhadap TKI. Adanya oknum-oknum yang menjual TKI dan akhirnya TKI menjadi “barang dagangan” , lagi lagi pemerintah yang disalahkan, padahal TKI yang terpedaya oleh “agen” yang menjual informasi palsu. TKI juga mempunyai keterbatasan mengenai informasi, bagaimana keadaan negara yang dituju, pekerjaan yang seperti apa yang akan diterima, berapa gaji yang akan diterimanya dan informasi lainnya dari sumber yang terpercaya. Banyak TKI yang berasal dari pedesaan, kurang informasi dan terdesak karena tuntutan ekonomi menjadi penunjang TKI untuk menerima informasi yang salah.Aplikasi ini akan memberikan ID kepada setiap calon TKI untuk digunakan dalam perangkat mobile yang kami buat dengan tujuan agar TKI kita mengetahui kewajiban dan haknya sebagai TKI guna mengurangi tingkat kriminalitas terhadap TKI. Didalam proyek kami membuat 2 jenis, yaitu: Mobile apps sebagai client yang akan digunakan oleh TKI dan deskop apps atau web sebagai server yang digunakan oleh pemerintah yang terkait.

DEFINISI MASALAH

Kurangnya informasi yang didapat oleh TKI tentang UU dan karakteristik Negara yang dituju dan tidak adanya tempat TKI untuk melaporkan serta lamanya respon dari pemerintah sehingga banyaknya tindak kriminalitas terhadap TKI.

CARA MENGATASI

Penyelesaian dilakukan adalah beberapa hal :
1. Memberikan Mobile apps kepada calon TKI.
2. Sosialisasi melalu media web.
3. Memberikan Informasi yang lengkap kepada TKI melalui aplikasi mobile tersebut , mulai dari
UU yang mengatur TKI dan informasi tentang hokum Negara yang dituju.
4. Memberikan kebebasan kepada TKI untuk mengadu bahkan mengeluh dengan menggunakan
Mobile apps tersebut dan langsung tersampaikan ke server untuk ditindak lanjuti.
5. Memberikan Kebebasan kepada TKI untuk saling berkomunikasi dengan TKI yang berada
pada Negara yang sama.