330 Pengelolaan Informasi Buruh Migran untuk Migrasi Aman di Desa

Image

Program ini bertujuan untuk mengatasi kemiskinan informasi yang diterima masyarakat mengenai migrasi di desa. Informasi migrasi di desa perlu di mobilisasi agar ketiadaan informasi migrasi yang menimbulkan banyak masalah ini bisa diatasi. Mobilisasi informasi perlu dilakukan secara massif dengan buruh migran, mantan buruh migran, calon buruh migran, keluarga buruh migran dan pemerintah desa secara partisipatif. Pengelolaan informasi ini memanfaatkan teknologi selular, baik melalui sms, aplikasi android dan radio Komunitas di desa yang bisa diakses dengan mudah. Hampir semua selular sekarang mempunyai fasilitas radio FM, yang selama ini masih jarang digunakan untuk penyebaran informasi di desa berbasis komunitas. Secara singkat strategi pengelolaan informasi ini terbagi menjadi beberapa aktifitas. (1) Membuat aplikasi Migrasi Aman yang bisa diakses melalui seluler dan web (2) Mendirikan dan atau mengajak radio komunitas yang ada di desa untuk menyiarkan konten informasi migrasi aman, (3) Membangun Komunitas informasi Buruh Migran di Desa yang siap berpartisipasi dalam pengelolaan informasi migrasi aman, (3) Bersama pemerintah desa membuat dan mengaplikasikan sistem atau model pengelolaan informasi Buruh Migran di Desa, (4) produksi konten tulisan dan audio (5) menyebarkan informasi melalui aplikasi sms gateway dan Radio komunitas ataupun streaming.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 330
Nama Lengkap Inisiator Akhmad Fadli
Lokasi Cilacap, Jawa Tengah
Organisasi PTK Mahnettik
Judul Proyek Pengelolaan Informasi Buruh Migran untuk Migrasi Aman di Desa
Lama Aktivitas 12 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Calon TKI, Keluarga TKI, Paguyuban Buruh Migran di Desa, Pemerintah di desa Cilacap, Pemerintah Daerah Cilacap
Ukuran Keberhasilan

1. Adanya konten informasi migrasi aman baik audio maupun tulisan
2. Adanya aplikasi migrasi Aman berbasis selular yang menyajikan konten informasi migrasi aman di desa
3. Adanya 2 radio komunitas yang aktif di desa baik berbasis frekuensi dan atau streaming yang menyiarkan informasi buruh migran di desa
4. Adanya 2 komunitas buruh migran di desa yang terlibat dalam pengelolaan informasi
5. Adanya model dan atau system tata kelola informasi migrasi di 2 desa yang dikelola pemerintah desa
6. Adanya dokumen-dokumen ketentuan (regulasi) dan data terkait migrasi
7. Adanya daftar kebutuhan informasi migrasi aman yang diperoleh secara partisipatif
8. Adanya konten informasi yang di sebarkan melalui sms gateway
9. Panduan pengelolaan informasi migrasi aman di desa

Tipe Konten 1. Tulisan atau teks tentang migrasi aman
2. Animasi Flash tentang Migrasi Aman
3. Teks Konten SMS gateway
4. ILM
5. Sandiwara Radio Buruh Migran
6. Audio Talkshow
Strategi Distribusi

1. Menggunakan jejaring social untuk sosialisasi aplikasi migrasi aman di desa dan atau pengelolaan informasi buruh migran di desa (FB, Twitter, dll)
2. Selain disebarkan ke warga 2 desa yang dipilih, konten migrasi aman akan disebarkan ke jejaring Komunitas Buruh Migran di desa (CBO) yang sudah ada di 32 desa di Cilacap dan pemerintah desanya
3. Menerapkan tata kelola informasi di desa di 2 desa di Cilacap
4. Menyiarkan ILM dan sandiwara Melalui radio komunitas yang ada di Cilacap (5 rakom) dan 2 rakom yang dibuat
5. Menyebarkan aplikasi migrasi aman kepada pemangku kepentingan yang ada di Cilacap
6. Menyebarkan konten sms gateway kepada buruh migran Cilacap secara umum diluar 2 desa yang dipilih
7. 1 aplikasi migrasi aman
8. Talkshow radio 1 bulan satu kali
9. 120 konten teks migrasi aman
10. 2 Sandiwara radio
11. 10 ILM migrasi aman
12. 2 Radio Komunitas
13. Konten tersebar 32 komunitas Buruh Migran
14. 2 Komunitas informasi
15. 2 Desa Menerapkan Model tata Kelola informasi Buruh Migran (migrasi aman di desa)
16. 1000 database kontak nomor HP
17. 1 buku panduan migrasi Aman di Desa

Dana yang Diminta Rp. 567 Juta
DESKRIPSI PROYEK

Program ini bertujuan untuk mengatasi kemiskinan informasi yang diterima masyarakat mengenai migrasi di desa. Informasi migrasi di desa perlu di mobilisasi agar ketiadaan informasi migrasi yang menimbulkan banyak masalah ini bisa diatasi. Mobilisasi informasi perlu dilakukan secara massif dengan buruh migran, mantan buruh migran, calon buruh migran, keluarga buruh migran dan pemerintah desa secara partisipatif. Pengelolaan informasi ini memanfaatkan teknologi selular, baik melalui sms, aplikasi android dan radio Komunitas di desa yang bisa diakses dengan mudah. Hampir semua selular sekarang mempunyai fasilitas radio FM, yang selama ini masih jarang digunakan untuk penyebaran informasi di desa berbasis komunitas. Secara singkat strategi pengelolaan informasi ini terbagi menjadi beberapa aktifitas. (1) Membuat aplikasi Migrasi Aman yang bisa diakses melalui seluler dan web (2) Mendirikan dan atau mengajak radio komunitas yang ada di desa untuk menyiarkan konten informasi migrasi aman, (3) Membangun Komunitas informasi Buruh Migran di Desa yang siap berpartisipasi dalam pengelolaan informasi migrasi aman, (3) Bersama pemerintah desa membuat dan mengaplikasikan sistem atau model pengelolaan informasi Buruh Migran di Desa, (4) produksi konten tulisan dan audio (5) menyebarkan informasi melalui aplikasi sms gateway dan Radio komunitas ataupun streaming.

DEFINISI MASALAH

Ada fakta berdasar kajian yang menunjukan bahwa 80 % persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berasal dari daerah asal dan atau desa. Salahsatu penyebabnya adalah minimnya informasi migrasi yang diterima masyarakat maupun pemerintah desa. Selama ini TKI maupun keluarganya memperoleh informasi hanya dari calo atau sponsor. Pemerintah desa selama ini belum menyediakan informasi yang cukup mengenai prosedur migrasi yang benar di desanya.
Cilacap merupakan daerah pemasok pekerja migran terbesar se- Jawa Tengah dan terbesar ke-4 se-Indonesia (Data BP2TKI). Data Dinsosnakertrans Kabupaten Cilacap, pada tahun 2012 ada 5.242 orang yang bermigrasi keluar negeri. Minimnya informasi menyebabkan banyak kasus yang terjadi. Kasus-kasus yang merugikan TKI masih banyak terjadi. Tahun 2013 ada 32 kasus yang diadukan ke PTK Mahnetik. Padahal ada puluhan kasus yang tidak diadukan karena ketakutan dan ketidaktahuan masyarakat mengenai proses perlindungan di daerah dan atau di desa.

CARA MENGATASI

1. Mengembangkan sistem pengelolaan informasi di desa yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat termasuk didalamnya komunitas buruh migran di desa.
2. Membentuk Komunitas buruh migran yang mampu mengelola informasi, memproduksi informasi dan menyebarkannya
3. Membuat aplikasi selular yang berisi informasi migrasi aman dan mudah diakses
4. Membuat kegiatan peningkatan kapasitas komunitas buruh migran untuk memproduksi informasi dan menyebarkannya
5. Membuat system penyebaran informasi melalui sms gateway
6. Membuat Radio komunitas dan atau radio streaming yang bisa diakses melalui teknologi seluler.