339 Pulsa Sampah Selotopeng

339 Pulsa Sampah Selotopeng

Pulsa Sampah Selotopeng berusaha menyelesaikan dua masalah sekaligus, yaitu edukasi pengelolaan sampah pada masyarakat kota Kediri dan pemenuhan kebutuhan pulsa ponsel untuk komunikasi yang terus meningkat.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 339
Nama Lengkap Inisiator Kurnia Midiasih
Lokasi Kediri, Jawa Timur
Judul Proyek Pulsa Sampah Selotopeng
Lama Aktivitas 12 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Masyarakat kota Kediri, terutama di pedesaan Kabupaten Kediri, usia produktif (pemegang ponsel) minimal di 5 keluarahan atau 1 kecamatan
Ukuran Keberhasilan

– jumlah penerima SMS meningkat, minimal 100 pemilik nomor per bulan – jumlah sampah yang terkumpul meningkat, minimal 10 kg per bulan – munculnya inisiatif kelompok masyarakat atau pribadi untuk daur ulang sampah kemasan menjadi produk bernilai ekonomi – program ini mendapatkan pemasukan dari penjualan dan pengelolaan sampah sehingga dapat mandiri

Tipe Konten - teks pengetahuan mengenai sampah
- teks informasi jadwal pengumpulan sampah
- teks berita seputar sampah di kota-kota lain
Strategi Distribusi

Melalui SMS. Nantinya diperlukan teknologi penyebaran SMS yang lebih praktis “one to many”.

Kuantintas Output Konten SMS seminggu 2x (Sabtu dan Minggu) untuk pemberitahuan jadwal pengumpulan sampah dan penyebaran informasi edukasi kepada sekitar 500 - 1000 pemilik nomor.
Dana yang Diminta Rp. 114 Juta
DESKRIPSI PROYEK

Pulsa Sampah Selotopeng berusaha menyelesaikan dua masalah sekaligus, yaitu edukasi pengelolaan sampah pada masyarakat kota Kediri dan pemenuhan kebutuhan pulsa ponsel untuk komunikasi yang terus meningkat.

DEFINISI MASALAH

Kediri adalah kota yang bersih dan teratur. Jika 10 tahun lalu, sampah hanya terdiri dari daun bungkus makanan dan kertas bungkus kemasan, kini sampah plastik yang dianggap murah dan praktis menggantikan semua bungkus dan kemasan yang ada dan semakin mendominasi. Bisa dibayangkan peningkatan sampah an-organik yang sulit berdaur ulang secara alami ini Di sisi lain, masyarakat kota Kediri mulai menyadari pentingnya komunikasi dengan telepon selular, namun masih mengeluhkan harga pulsa. Kebanyakan mereka masih menggunakan basic cellphone sehingga pemanfaatan pulsa lebih untuk SMS/telepon, bukan konsumsi data internet.

CARA MENGATASI

Edukasi pengelolaan sampah dan sadar lingkungan akibat sampah plastik sangat diperlukan, juga mengingat masyarakat pedesaan masih memperlakukan sampah seperti “era sampah organik”, yaitu membakar, menimbun (membuat lubang pembuangan), atau membuangnya ke sungai. Program penyebaran informasi mengenai sampah harus dijalankan sebelum kota Kediri menjadi lebih padat seperti kota-kota besar Jakarta yang sangat kompleks penanganan sampahnya. Di sinilah peran program “Pulsa Sampah Selotopeng” diperlukan, yaitu mengumpulkan sampah an-organik yang didorong melalui penyebaran SMS. SMS “Pulsa Sampah Selotopeng” akan memberi edukasi seputar sampah dan pengelolaannya, mendorong masyarakat pedesaan mulai sadar pada nilai ekonomis sampah plastik dan memanfaatkannya melalui program pengumpulan sampah. Untuk imbalannya, setiap pengumpulan sampah akan mendapat pulsa gratis ke setiap nomor penerima SMS sesuai nilai sampah plastik yang ditabungnya.