353 Rantai Pasokan Ikan Jabodetabek

353 Rantai Pasokan Ikan Jabodetabek

Proyek ini, ditujukan untuk meningkatkan partisipasi warga Jabodetabek agar tidak hanya sebatas sebagai konsumen pangan, tetapi juga lebih berkontribusi dalam kegiatan produksinya. Untuk itu melalui proyek ini dikembangkan konten baik teks, foto atau video tentang semua yang terlibat dalam rantai pasokan pangan Jabodetabek. Perkembangan teknologi seluler memungkinkan sosialisasi atas konten menjangkau warga masyarakat lebih luas dan meningkatkan peluang pemecahan masalah rendahnya partisipasi warga di sektor pangan.
Dalam proyek ini, fokus dari pengembangan konten adalah terkait dengan ikan, baik ikan air tawar, maupun ikan laut. Ikan dipilih sebagai fokus karena merupakan produk yang dikonsumsi secara lumrah oleh warga masyarakat Jabodetabek. Sebagai kawasan heterogen, di mana berbagai suku bertemu di Jabodetabek terdapat beraneka produk makanan yang diolah dari ikan. Hal ini membuka peluang kita menemukan berbagai makanan dan produk olahan dari ikan di Jabodetabek.
Konten tentang kehidupan peternak ikan dan nelayan, juga pedagang ikan, pengelola restoran dan hotel akan dibuat. Persepsi dan pola konsumsi dari konsumen juga akan dielaborasi. Dan kemudian opini maupun arahan dari investor, akademisi dan pemerintah akan diungkapkan.
Konten bisa diakses melalui download, atapun bisa disebarkan secara offline melalui perangkat mobile seperti handphone maupun tablet. Website dan sistem informasi untuk sosialiasi dan penyebaran konten dikembangkan.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 353
Nama Lengkap Inisiator Eko Budhi Suprasetiawan
Lokasi Jakarta Timur
Judul Proyek Rantai Pasokan Ikan Jabodetabek
Lama Aktivitas 12 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Jabodetabek, warga masyarakat, usia 19-60 dengan potensi dan atau minat di sektor perikanan
Ukuran Keberhasilan

– Jumlah konten, khususnya video, yang dihasilkan, yang dapat dinikmati melalui perangkat seluler, sebanyak 100 paket
– Cakupan video dari ujung ke ujung rantai pasokan pangan, khususnya ikan, yaitu produsen, pedagang, konsumen, investor, pemerintah
– Jumlah komunitas yang dilibatkan dalam pengembangkan konten dan yang memanfaatkan konten melalui perangkat seluler yaitu 99 komunitas

Tipe Konten Teks, Video, Foto yang bisa dinikmati melalui perangkat seluler, Dokumen yang berhubungan kehidupan para pelaku dalam rantai pasokan ikan di Jabodetabek.
Strategi Distribusi

– Pengadaan FGD dan seminar di sejumlah komunitas.
– Kerjasama dengan media online maupun media sosial
– Penyebaran melalui aplikasi seluler yang dikembangkan sebagai pendukung proyek ini dengan pendanaan swadaya

Kuantintas Output Konten 1 paket teks, foto dan video per minggu 1 kegiatan FGD atau seminar per minggu untuk diskusi pembuatan video 10 titik produksi sektor perikanan terdokumentasikan 10 titik perdagangan ikan di Jabodetabek terdokumentasikan 10 persepsi, pola konsumsi dan kehidupan kuliner, dalam kaitan dengan pasokan bahan baku ikan, terdokumentasikan 10 gagasan-gagasan dari calon investor untuk sektor perikanan terdokumentasikan 10 gagasan dari pakar, pemerhati, akademisi untuk sektor perikanan terdokumentasikan 99 komunitas warga dilibatkan dalam diskusi dan pembentukan pos-pos aktivasi sektor perikanan di Jabodatebek 10001 follower di Twitter account, untuk sosialisasi atas konten 100001 like di Facebook page sebagai sosialisasi atas konten
Dana yang Diminta Rp. 519 Juta
DESKRIPSI PROYEK

Proyek ini, ditujukan untuk meningkatkan partisipasi warga Jabodetabek agar tidak hanya sebatas sebagai konsumen pangan, tetapi juga lebih berkontribusi dalam kegiatan produksinya. Untuk itu melalui proyek ini dikembangkan konten baik teks, foto atau video tentang semua yang terlibat dalam rantai pasokan pangan Jabodetabek. Perkembangan teknologi seluler memungkinkan sosialisasi atas konten menjangkau warga masyarakat lebih luas dan meningkatkan peluang pemecahan masalah rendahnya partisipasi warga di sektor pangan.
Dalam proyek ini, fokus dari pengembangan konten adalah terkait dengan ikan, baik ikan air tawar, maupun ikan laut. Ikan dipilih sebagai fokus karena merupakan produk yang dikonsumsi secara lumrah oleh warga masyarakat Jabodetabek. Sebagai kawasan heterogen, di mana berbagai suku bertemu di Jabodetabek terdapat beraneka produk makanan yang diolah dari ikan. Hal ini membuka peluang kita menemukan berbagai makanan dan produk olahan dari ikan di Jabodetabek.
Konten tentang kehidupan peternak ikan dan nelayan, juga pedagang ikan, pengelola restoran dan hotel akan dibuat. Persepsi dan pola konsumsi dari konsumen juga akan dielaborasi. Dan kemudian opini maupun arahan dari investor, akademisi dan pemerintah akan diungkapkan.
Konten bisa diakses melalui download, atapun bisa disebarkan secara offline melalui perangkat mobile seperti handphone maupun tablet. Website dan sistem informasi untuk sosialiasi dan penyebaran konten dikembangkan.

DEFINISI MASALAH

#1
Warga masyarakat kurang memahami bagaimana pangan, termasuk ikan yang mereka konsumsi diproduksi, diolah dan didistribusikan. Hal ini menyebabkan mereka mengalami kesulitan memastikan kualitas atas pangan yang mereka konsumsi, misalnya apakah layak konsumsi ataukah tercemar.

#2
Rendahnya keterlibatan dan saling dukung masyarakat dalam menangani isu-isu pangan, termasuk ikan, khususnya dalam investasi, pendampingan dan saling dukung. Hal ini membuka munculnya eksploitasi pasar pangan, seperti harga yang terkadang menjadi tidak terkendali.

#3
Warga masyarakat kurang peduli bagaimana kesejahteraan dan masalah-masalah yang dihadapi mereka yang terlibat dalam produksi pangan yang mereka konsumsi. Hal ini, memunculkan bumerang, dimana mereka yang terlibat dalam kegiatan produksi, seperti nelayan dan peternak juga kurang memperhatikan kualitas dari apa yang mereka produksi.

 

CARA MENGATASI

#1
Mengembangkan konten, yang bisa dinikmati melalui perangkat seluler, untuk meningkatkan pemahaman warga masyarakat tentang bagaimana ikan diproduksi, didistribusikan dan diolah

#2
Mengembangkan konten tentang kehidupan peternak, dan nelayan, bagaimana kehidupan keseharian mereka, aktivitas mereka dalam produksi ikan, masalah-masalah yang dihadapi.

#3
Mengembangkan konten tentang bagaimana kehidupan pedagang, dan pasar dimana ikan dipasok ke Jabodetabek, bagaimana persepsi mereka tentang sektor perikanan.

#4
Mengembangkan konten tentang persepsi pengelola restoran dan hotel dalam kaitan dengan sektor perikanan khususnya pasokan bahan baku.

#5
Mengembangkan interaksi yang lebih langsung antara konsumen dan produsen melalui diskusi atas konten yang dibuat, dengan mempertemukan konsumen dan produsen dalam FGD atau seminar.

#6
Meningkatkan keterlibatan warga untuk terlibat dalam investasi di sektor pangan melalui sosialisasi konten.