Dialog Hak-Hak Masyarakat Adat

800px-Mei_12_2015_MWH_Narasumber_Dialog

12 Mei 2015
Tujuan     Dialog Hak-Hak Masyarakat Adat
Peserta Dialog Hak-Hak Masyarakat Adat
Lokasi     Dusun Rai Tukur – Tukur
Alamat     Dusun Rai Tukur-Tukur, Desa Dodaga, Haltim
Narasumber
Munadi Kilkoda (AMAN)
Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut, MT (Kepala BTN)
Agus (Kehutanan Haltim)
Saiful Majid (Akademisi UMMU)

AMAN
Faris Bobero
Andi
Haikal
Munadi

Masyarakat Adat
70 orang warga masyarakat adat

Pemerintah
Camat Wasile Timur
Kades Dodaga
Staf BTN Aketajawe-Lolobata

Ringkasan
Taman Nasional tidak akan melarang masyarakat adat Togutil untuk memanfaatkan hasil hutan di dalam kawasan Taman Nasional jika dilakukan secara tradisional. Tidak boleh dikomersilkan dalam jumlah yang besar
Masyarakat adat dilibatkan dalam pengawasan dan pemantauan terhadap keberadaan Taman Nasional
Taman Nasional akan membantu masyarakat adat untuk sama-sama mendorong Perda pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat di Halmahera Timur
Taman Nasional akan bekerjasama dengan masyarakat adat untuk pelestarian kawasan Taman Nasional
Kehutanan perlu menyurat ke pelaksana proyek rehabilitasi dan ke ANTAM untuk memberhentikan dulu aktifitas mereka diatas wilayah adat sepanjang tidak dilakukan musyawarah dengan masyarakat adat
Kehutanan harus melaksanakan MK 35 dengan menginventarisasi hak-hak masyarakat adat di Halmahera Timur
Tidak ada upaya yang secara sengaja dilakukan untuk mengusir masyarakat adat dari hutan adat mereka
Masyarakat menjelaskan hutan adat yang 26 ribu hektar adalah warisan nenek moyang mereka.
Masyarakat adat Togutil memandang hutan sebagai rumah, sehingga tak bisa dipisahkan dari hutan
Masyarakat menyampaikan sikap penolakan terhadap proyek yang dilakukan tanpa sepengetahuan masyarakat adat
Pemerintah harus memperhatikan masyarakat adat

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone

Comments are closed.