Penguatan Kapasitas Orang Tobelo Dalam Dodaga (Togutil) dengan Pendidikan Sekolah Adat

April_10_2015_MWH_Belajar_Bersama,

10 April 2015
Tujuan     Penguatan Kapasitas Orang Tobelo Dalam Dodaga (Togutil) dengan Pendidikan Sekolah Adat
Lokasi     Dusun Rai Tukur-Tukur
Jam     10 April 2015
Hadir
AMAN Malut
Faris Bobero
Andi Opa

Masyarakat Adat
23 Anak-Anak dari Dusun Rai Tukur-Tukur dan Desa Dodaga

Ringkasan:
Masalah
– Pelayanan pendidikan formal tidak berjalan maksimal. Dilaporkan sebagian besar anak-anak umuran SD dari kelas 1 sampai 6 belum bisa baca tulis.
– Pengetahuan anak-anak (Generasi penerus Orang Togutil) terhadap budaya dan tradisi mereka semakin menipis. Kelompok ini lebih cenderung mempraktekan tradisi dan budaya luar dalam keseharian mereka
– Sebagian besar kelompok anak-kelompok ini mulai tidak merasa percaya diri menjadi masyarakat adat Togutil
– Banyak pihak yang berkepentingan dengan SDA di wilayah mereka, sementara sisi lain pengetahuan masyarakat ini masih terbatas. Mereka dapat dipengaruhi dengan materi atau cara-cara lain yang tanpa sadar upaya pihak-pihak tersebut berakibat fatal terhadap hak-hak mereka.

Metode Pengajaran
– Belajar di alam atau ruang terbuka yang dilakukan setiap hari setiap jam 15.00-selesai
– Membaca, menulis dan menghitung
– Membaca puisi yang berhubungan dengan hutan, tanah dan sungai
– Menghadirkan tokoh-tokoh adat untuk mentransfer pengetahuan masyarakat adat Togutil ke mereka
– Belajar sambil bermain
– Jumlah murid sebanyak 23 orang yang difasilitasi oleh 2 orang fasilitator yakni Faris Bobero dan Andi Opa

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone

Comments are closed.