Rapat Kerja Program Desa 2.0 Periode Agustus 2014

Agustus_06_2014_DESA_Rapat_kerja_pengelolaan_program_desa_2.0

Rabu 6 Agustus 2014
Tujuan Rapat Kerja Program Desa 2.0 Periode Agustus 2014
Lokasi Sekretariat Gedhe Foundation
Alamat Jalan Rawa Salak, Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas
Jam 10.00-16.00 WIB
Hadir
Yossy Suparyo
Agung Budi Satrio
Chusnul Khotimah
Soep Riyanto
Pradna Paramitha
Pri Anton Subardio
Arya Rizki

Ringkasan:
Rapat ini dipimpin oleh Yossy Suparyo, Koordinator Program Desa 2.0 dan diikuti oleh tim pelaksana program dari Gedhe Foundation. Acara berlangsung di Sekretariat Gedhe Foundation di Jalan Rawa Salak, Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Selama rapat ada sejumlah hal yang dibahas, antara lain:

Kupas Tuntas Program Desa 2.0
Yossy Suparyo menjelaskan poin-poin penting program sehingga seluruh tim pelaksana program memiliki gambaran yang lebih rinci. Berikut ini adalah gambaran umum program yang yang akan dijalankan pada Agustus 2014-Juli 2015.

Program Desa 2.0 merupakan rangkaian aktivitas yang bertujuan mendukung desa-desa, terutama anggota Gerakan Desa Membangun (GDM) agar mampu menyebarluaskan isu-isu perdesaan. Selama ini, ruang publikasi desa di media arus utama sangat terbatas sehingga beragam kegiatan dan potensi desa sulit mendapat apresiasi publik. Karena itu, pengalaman sejumlah desa telah mempergunakan website desa untuk berinteraksi dengan dunia publik.

Konten desa menjadi bagian penting dari keberagaman konten internet di Indonesia. Penyebarluasan konten-konten desa dapat mengurangi isu-isu miring atas dunia perdesaan. Desa juga dapat mempromosikan potensi dan produk unggulan mereka melalui dunia internet. Aktivitas infomobilisasi desa akan meningkatkan pengarusutamaan isu-isu perdesaan di ranah publik. Untuk menegaskan identitas desa, kita memilih domain tingkat dua DESA.ID. Ibaratnya, Program desa 2.0 adalah pemantapan dari program 1.000 website desa yang sudah kita laksanakan selama ini.

UU No 6 tahun 2014 menegaskan komitmen desa untuk melaksanakan tata pemerintahan desa secara transparan dan akuntabel. Di sisi lain, UU tersebut memberikan hak pada warga untuk mendapatkan informasi tentang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa. Karena itu, kita harus memaknai program sebagai upaya sengaja untuk membangun Sistem Informasi Desa yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara pemerintah desa dan masyarakat desa. Kegiatan ini akan semakin menegaskan bahwa pemerintah desa mampu melaksanakan keterbukaan informasi publik (KIP).

Program Desa 2.0 juga mendukung aktivitas pemerintah desa untuk mengelola basis data sumber daya desa yang akurat. Pada bulan ini kita akan menyelenggarakan Lokakarya Pengembangan Aplikasi untuk mengevaluasi ujicoba sistem Mitra Desa di 10 desa. Hasil evaluasi itu akan menjadi bahan untuk merancang pengembangan aplikasi tersebut di masa mendatang. Pekerjaan ini sangat penting agar desa mampu mengambil kebijakan, baik dalam bentuk Peraturan Desa (Perdes) maupun Surat Keputusan Kepala Desa (SK Kades), secara tepat karena merujuk data yang sahih.

Fokus kerja lainnya adalah pengambangan aplikasi Mitra Desa untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan publik, terutama pelayanan administrasi, secara prima. Fasilitas ini sangat penting karena menyangkut Indek Kepuasan Masyarakat (IKM). Dalam program ini ada kegiatan audit program melalui pendekatan Audit Sosial sehingga keberhasilan program bukan sekadar diukur dari kerapian administratif tetapi sejauhmana IKM pada pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah desa.

Selain itu, kita juga harus mampu mendorong masyarakat desa untuk mampu memantau rencana dan pelaksanaan pembangunan desa melalui sistem informasi desa. Untuk itu, kita akan memiliki Fasilitator Desa di setiap kabupaten yang menjadi lokasi program. Kita harus menjauhi pendekatan mengirim fasilitator ke lokasi program. Sebaliknya, kita akan menggunakan sumber daya dari desa-desa yang sudah mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai fasilitator. Misalnya, Fasilitator Desa di Kabupaten Banyumas kita ambil dari Desa Melung atau Desa Karangnangka yang sudah mampu menerapkan tata kelola desa yang baik. Ini KUNCI keberhasilan pelaksanaan program ini.

Tim pengembang website dan aplikasi harus fokus untuk melakukan rekayasa teknologi yang berjalan dalam platform telepon pintar (smartphone). Kita paham sebagian besar desa belum bisa menikmati infrastruktur telekomunikasi yang baik. Karean itu, pengembangan aplikasi harus mempertimbangkan kondisi tersebut, aplikasi harus memiliki tampilan/antarmuka yang ramah dan responsif bagi pengguna internet bandwidth rendah, termasuk keragaman piranti keras (desktop maupun mobile).

Kita patut berbangga karena dalam menjalankan program ini, ada mentor yang siap memberikan dukungan. Ada Yanuar Nugroho dan Bayu Setyo Nugroho yang bisa kita mintai saran dan nasehatnya. Duet Nugroho ini merupakan orang yang memiliki reputasi baik di bidang keahlian di bidangnya masing-masing.

Deskripsi kerja anggota tim pelaksana
Rencana Kerja Bulan Agustus 2014

Rapat ini merupakan langkah awal dari pelaksanaan program Desa 2.0 yang didukung oleh Cipta Media Seluler. Rapat seperti ini akan menjadi forum rutin setiap bulan, tepatnya pada minggu pertama. Pada bulan selanjutnya, forum ini akan membahas laporan dan evaluasi bulanan pelaksanan program, rencana kerja bulanan, dan penetapan target kolektif dari aktivitas program.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone

Comments are closed.