Sosialisasi & Pelatihan Laporan mPantau KBB bagi lintas NGO Aceh

????????????????????????????????????
Kamis     28 Mei 2015
Tujuan     Sosialisasi & Pelatihan Laporan mPantau KBB bagi lintas NGO Aceh
Lokasi     Kantor Forum Bangun Aceh
Alamat     Jl.Tgk Abdurahman Meunasah Meucap No 50, Emperom, Banda Aceh 23237
Jam     11.00 WIB – 13.00 WIB
Hadir
Andi Irawan (Wahid Institute)
Aula Andika (Forum Lingkar Pena Aceh)
Zakiyah Yahya (Forum Bangun Aceh – FBA)
Lia Zahara (FBA)
Nur Aisah (FBA)
Kafrawi (Gerakan Mari Berbagi – Aceh)
Edhi Fadhil (Sekolah Demokrasi – Aceh)
Nurul Asyura (FBA)
Munawar (Gerakan Mari Berbagi – Aceh)
Lasminawati (Annisa Center)
Kahar Muzakar (Jurnalis)

Ringkasan:

Rangkaian sosialisasi program M-Pantau KBB di Aceh diawali dengan diskusi dengan seorang jurnalis lokal di Kota Banda Aceh, Kahar Muzakar. Dalam Diskusi, Kahar menyarankan agar sosialisasi M-Pantau KBB bagi kalangan pemuda di Aceh tidak menitikberatkan pada isu-isu intoleransi atau tindak pelanggaran kebebasan beragama. Hal ini harus menjadi pertimbangan sejak awal, karena Aceh dengan penerapan syariat Islam serta “keunikan” yang ada di dalamnya membuat isu-isu kebhinnekaan dan toleransi beragama sulit untuk dibicarakan dalam forum-forum diskusi.

Hal yang sama juga disampaikan Kafrawi, Manajer Operasional Forum Bangun Aceh (FBA). Menurutnya, isu pluralisme, perdamaian dan toleransi beragama masih sulit untuk dicerna oleh kebanyakan masyarakat Aceh.

Sosialisasi M-Pantau KBB untuk komunitas pemuda kemudian dilaksanakan di aula milik Forum Bangun Aceh (FBA) di Emperom, Banda Aceh. Sosisalisasi ini diikuti oleh pemuda-pemudi perwakilan dari Gerakan Mari Berbagi (GMB), Forum Lingkar Pena, Mahasiswa, Sekolah Demokrasi Aceh Utara, FBA dan LSM Sepakat.

Fasilitator memaparkan sebaran kasus-kasus pelanggaran kebebasan beragama, intoleransi serta diskriminasi yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2014. Sebagai pembanding, fasilitator juga menyampaikan data yang dikumpulkan dari pemantauan dan pelaporan yang sedang berjalan (Januari hingga Mei 2015). Aceh berada peringkat kedua untuk kasus terbanyak dalam laporan sepanjang tahun ini, dengan total 17 kasus yang tercatat. Dari jumlah tersebut, hanya ada dua praktek baik yang tercatat.

Berdasarkan data tersebut, fasilitator kemudian mempresentasikan M-Pantau KBB yang kini sedang dilaksanakan. Kepada peserta sosialisasi, fasilitator menjelaskan pola dan mekanisme pelaporan melalui SMS Gateway. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Dalam diskusi, fasilitator mendorong agar perwakilan komunitas pemuda yang hadir untuk berpartisipasi aktif dalam memantau dan melaporkan dinamika dalam kerukunan umat beragama di Aceh, baik tindakan pelanggaran, intoleransi maupun diskriminasi. Namun, sangat ditekankan agar praktek baik yang terjadi dalam dinamika kerukunan umat beragama di Aceh menjadi prioritas dalam laporan, sehingga kerukunan yang terjadi di Aceh menjadi contoh bagi masyarakat di daerah lain di Indonesia.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone

Comments are closed.