Ada “Detektif” di Proyek Peta Persampahan Bandung



300px-Februari_1_2015_PPB_Pelatihan_Detektif_Hari21.jpg

Pada Januari 2015 Perkumpulan YPBB membuka pendaftaran untuk menjadi detektif (pengawas) BebasSampah.ID. Detektif ini nantinya akan memverifikasi dan melengkapi deskripsi titik lokasi persampahan yang dilaporkan oleh masyarakat ke BebasSampah.ID. Dari 43 orang pendaftar terpilih 20 detektif melalui proses seleksi yang dilakukan oleh Tim Humas dan Edukasi BebasSampah.ID. Setelah terpilih, para detektif akan mengikuti pelatihan selama dua hari (31 Januari 2015 – 1 Febuari 2015). Seperti apa ya pelatihannya? Berikut petikan perbincangan Cipta Media Seluler dengan Anilawati Nurwakhidin dari YBPP.

T: Selama dua hari pelatihan, kedua puluh detektif akan dilatih apa saja?

J: Pada hari pertama mereka terlebih dahulu diperkenalkan dengan program BebasSampah.ID, persampahan kota, gaya hidup nol sampah (zero waste) dan petunjuk teknis mengenai cara kerja detektif. Selanjutnya mereka berkeliling untuk mengecek beberapa titik lokasi persampahan. Lalu, pada hari kedua detektif mendiskusikan survei yang dilakukan di hari sebelumnya.

T: Detektif bertugas untuk memverifikasi titik lokasi persampahan, lokasi seperti apa yang dimaksud?

J: Lokasi seperti lapak, tempat pengomposan dan unit usaha yang ramah lingkungan.

T: Bagaimana cara detektif memverifikasi laporan dari masyarakat?

J: Mereka pergi ke lokasi yang dilaporkan masyarakat, mencatat koordinatnya dan melengkapi data yang bisa diperoleh melalui wawancara, observasi atau foto. Selanjutnya, detektif akan membuat laporan dengan mengisi formulir yang disediakan oleh YBPP serta menuliskannya di blog pribadi mereka.

T: Mengapa ditulis di blog pribadi?

J: Ini untuk memotivasi masyarakat untuk menulis mengenai masalah persampahan yang ada di daerah sekitarnya.

Tags:

Hillun Vilayl Napis
19 Feb 2015


February 2015 | CC BY 4.0