442 - Anak Cinta Budaya Bangsa berbasis Teknologi Informasi

Nama Inisiator

Komunitas Notebook Anak Cinta Budaya Bangsa

Organisasi

Komunitas Notebook Anak Cinta Budaya Bangsa

Topik

Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Deskripsi Proyek

Anak adalah sosok yang masih suci dan jujur. Pada merekalah diperkenalkan tentang kehidupan berbangsa. Kita sadarkan mereka bahwa kita hidup dialam yang plural. Kita saling berbeda, tetapi satu dalam ideologi dan pandangan hidup. Dengan memperkenalkan masing-masing budaya, diharapkan tidak ada lalai kesenjangan dan perbedaan yang bisa menimbulkan benih konflik di tengah-tengah mereka nantinya. Sudah waktunya anak diajak untuk sadar bahwa mereka tidak “sendiri” dinegara yang kita cintai ini.

Masalah yang Diangkat

Banyak anak-anak yang belum menyadari bahwa mereka hidup ditengah perbedaan yang prinsipil. Dunia bermain mereka adalah sesuatu yang dianggap menyenangkan. Alangkah indahnya kalau kesenangan itu dirasakan bersama. Tidak memandang latar belakang yang bebeda. Dengan keragaman yang kita miliki mereka akan saling lebih menyayang dan mencintai sesama. Disamping itu, anak lebih cenderung cinta pada budaya instan. Kita mengajak mereka untuk lebih cinta pada budaya sendiri yang bernilai lebih daripada budaya instan.

Solusi

Anak diajak berkenalan dengan sukubangsa lain. Mereka yang tinggal di pulai-pulau lain. Bagaimana adat istiadat setempat, harus dijelaskan dengan menarik. Dengan keragaman adat budaya yang beragam ternyata membuat kita kaya akan budaya dan seni. Tidak hanya budaya instan saja yang menarik. Justru budaya negeri sendiri sangat menarik diminati orang luar. Anak diajak belajar tentang budaya negeri sendiri dengan mencontohkan beberapa adat budaya yang ada dinegeri ini.
Pihak yang diuntungkan melalui proyek ini adalah anak-anak pelajar Sekolah Dasar di Pematangsiantar dengan ratio 25 orang tiap bulannya selama setahun berjalan.

Target

Dengan program ini, kita dapat mendongkrak minat anak-anak untuk lebih giat dalam mendalami seni budaya bangsa dengan tidak meninggalkan konsep teknologi informasi. Cinta terhadap anak bangsa sendiri juga mahir dalam penerapan teknologi informasi dan global. Program ini dikhususkan pada anak-anak pelajar Sekolah Dasar di Pematangsiantar dengan ratio 25 orang tiap bulannya selama setahun berjalan.

Indikator Sukses

Kemampuan anak diukur setiap minggunya dengan sistem evaluasi. Dalam sebulannya anak-anak sudah memahami berbagai budaya dinegeri ini. Tentunya dengan melibatkan instansi terkait. Dengan pertemuan rutin tiap minggunya anak-anak sudah dapat mengenal berbagai sukubangsa dengan adat istiadat yang berbeda.

Lokasi

Pematangsiantar, Sumatera Utara

Dana yang Dibutuhkan

246 Juta Rupiah

Durasi Proyek

November 2011 – November 2012