717 - Bioskop “Kita dan Leluhur”

Nama Inisiator

Serafina Adhita Herviana

Bidang Seni

audiovisual

Pengalaman

15 tahun (dengan break 8 tahun utk mengasuh anak)

Contoh Karya

Kategori Proyek

perjalanan

Deskripsi Proyek

Saya ingin melakukan perjalanan ke beberapa tempat di Indonesia untuk memutar video (serial pendek) yang pernah kami buat. Setelah memutar video, kami juga akan berdiskusi dan menemukan jawaban atas pertanyaan, apakah kita masih berhubungan dengan leluhur? Bagaimana cara kita berhubungan dengan mereka? Siapakah para leluhur kita sebenarnya? Bagaimana nilai-nilai leluhur berperan membentuk identitas kita masa kini? Proses diskusi ini akan didokumentasikan secara audio visual, sebagai sebuah kumpulan catatan tentang bagaimana hubungan kita dengan leluhur. Dengan harapan menjadi video-video pendek baru, dengan berbagai latar belakang budaya, yang nantinya bisa menjadi ruang belajar bersama tentang masyarakat Indonesia yang beragam identitasnya. Kami ingin berbagi terlebih kepada masyarakat adat, untuk menghormati pilihan mereka teguh pada nilai warisan leluhur. Juga kepada orang-orang muda yang penuh rasa ingin tahu agar mereka semakin mengenal Nusantara.

Latar Belakang Proyek

Saat diminta oleh kurator pameran Anchestor Europalia 2017 untuk membuat serial video pendamping pameran, saya menemukan bahwa serial video buatan kami perlu diperlihatkan kepada orang-orang dari berbagai latar belakang budaya. Selain untuk saling bertukar pemahaman kebudayaan, pemutaran keliling video-video yang pernah dibuat akan mengantarkan saya dan tim kepada pengetahuan lokal tentang leluhur, keterikatan suatu masyarakat dengan masa lalu serta identitas budaya masing-masing kelompok masyarakat di masa kini. Berdasarkan pengalaman pembuatan video serial tahun lalu, kami sadar para leluhur berperan membentuk identitas kita saat ini. Kita bisa mengambil nilai baik dari pencapaian para leluhur tersebut, untuk hidup sehari-hari. Kami ingin berbagi cerita tersebut, sekaligus mendokumentasikan cara masyarakat menghormati leluhur di tempat mereka masing-masing. Identitas dan nilai-nilai warisan leluhur, secara turun temurun diwariskan melalui berbagai bentuk. Bahasa, pakaian, musik, motif ukir, kesepakatan adat, cara menyelesaikan masalah, bahkan resep makanan. Narasumber perempuan di beberapa kelompok masyarakat yang kami temui tahun lalu, memegang peranan penting dan vital sebagai penjaga tradisi. Sementara diluar, banyak terdapat anggapan bahwa laki-lakilah penjaga ritus yang sebenarnya. Nusantara telah menempatkannya seimbang, apakah kita akan mengkhianatinya?

Masalah yang Diangkat

Kita makin tidak mengenal siapa leluhur kita. Apalagi jika kita telah jauh dari tempat asal, tinggal di kota-kota besar bahkan metropolitan. Kadang-kadang kita lupa bagaimana leluhur membentuk identitas kita sebagai pribadi maupun sebagai bangsa. Lalu kita terancam kehilangan kebanggaan atas pencapaian-pencapaian para leluhur. Jika dibiarkan maka kita akan kehilangan sejarah dan identitas. Agar tidak kehilangan sejarah, kita perlu saling mengingatkan. Melalui aktivitas menonton, diskusi dan refleksi, kita akan saling mengingatkan betapa para leluhur telah meletakkan dasar kuat bagi bangsa ini, dan harapan bahwa bangsa ini selalu kuat menghadapi segala tantangan jaman.

Indikator Sukses

Pemutaran video akan dilakukan di beberapa tempat (minimal 7 lokasi) yang bervariasi, kota besar, kota kecil, kawasan terdepan (perbatasan dengan negara lain), serta masyarakat adat yang tersebar di Nusantara (detil lokasi akan ditentukan kemudian). Setelah menonton video yang diputar, masyarakat di beberapa lokasi pemutaran, akan menceritakan bagaimana keterikatan dengan para leluhur lewat keseharian mereka di masa kini. Proses penceritaan ini akan didokumentasikan secara audio visual dan menjadi lanjutan serial “Leluhur dan Aku”. Indikator kesuksesan program ini dapat diukur dari hasil wawancara (audio visual) masyarakat yang menonton serial “Leluhur dan Aku”. Melalui wawancara tersebut, kita dapat menemukan jawaban reflektif dari masyarakat tentang bagaimana relasi mereka dengan leluhur, serta sejauh mana leluhur berperan dalam hidup mereka sehari-hari.

Dana yang Dibutuhkan

Rp.490 Juta

Durasi Proyek

9 bulan