Ciptamedia Seluler

PENERIMA HIBAH

    ARTIKEL TERBARU

    UU ITE Ancam Semua Bentuk Komunikasi Seluler

    8 April 2015 0

    Semua komunikasi seluler di email, jejaring sosial, bahkan status di aplikasi percakapan di ponsel bisa dikenai UU ITE. Berbicara menjadi sangat berbahaya. GARA-gara obrolan di aplikasi percakapan LINE, seorang PNS di Gowa, Sulawesi Selatan, bernama Fadhli Rahim divonis penjara 8 bulan penjara karena dituding menghina Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo. Fadhli dikenai UU ITE Pasal 27 ayat 3 mengenai pencemaran nama baik. Vonis itu dibacakan pada 18 Februari 2015. Dalam obrolan tersebut, Fadhli mengkritik kebijakan bupati soal perizinan di Kabupaten Gowa. Grup itu berisi lima orang teman SMA Fadhli. Obrolan tersebut kemudian dilaporkan oleh salah seorang teman Fahdli di grup tersebut kepada Ichsan Yasin Limpo. Ichsan kemudian melaporkan Fadhli ke polisi. Sebelum dilaporkan ke polisi, Fahdli juga sempat diturunkan golongannya, dari III/b menjadi III/a. Selain itu, ibunya yang guru PNS di sebuah SMA juga dimutasikan ke SMA lain yang berlokasi 40 kilometer jauhnya dari rumahnya. Kasus serupa juga terjadi di Malang, Jawa Timur. Seorang dokter bernama Antarestawati juga terancam terjerat Pasal 27 ayat 3 setelah mengunggah foto suster disertai keterangan “Buka Lapak... Rp 150 ribu/jam” di grup WhatsApp. Seseorang yang bergabung dalam grup tersebut kemudian memberi tahu suster tersebut, yang bekerja di rumah sakit yang sama dengan Antarestawati. Tidak terima, suster tersebut kemudian melaporkan si dokter ke polisi pada Maret 2015. Menurut Koordinator Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet), Damar Juniarto, kepada Ciptamedia.org, percakapan yang bersifat bersifat privat seharusnya tidak bisa dikenai pasal pencemaran nama baik dalam UU ITE. Sebab, pencemaran nama baik mensyaratkan unsur publik. Untuk mendefinisikan percakapan privat elektronik, ia menganalogikan pembicaraan beberapa orang dalam mobil. “Kalau pembicaraan tersebut dilakukan dalam mobil yang kacanya tertutup, itu privat. Namun, jika seseorang membuka kacanya sehingga orang di luar mobil bisa mendengar, barulah percakapan itu bersifat publik,” terang Damar. Selain dalam aplikasi seluler, media sosial juga bisa diatur agar bersifat privat. Damar mencontohkan Path, di mana kiriman pemilik akun hanya bisa diakses teman-temannya. Menurut Damar, kiriman di media sosial atau aplikasi lainnya bersifat publik ketika sudah dimigrasikan ke media lain, semisal dari Path ke Twitter. Dengan demikian, kiriman-kiriman di media sosial tidak otomatis bersifat publik. Facebook, misalnya, menyediakan fitur pengaturan privasi untuk setiap kiriman yang diunggah penggunanya. Bahasan mengenai mana yang privat dan publik penting ketika hendak menafsir pasal-pasal dalam UU ITE. Safenet mencatat, terdapat tiga pasal karet dalam UU ITE yang banyak dipakai untuk mengkriminalisasi orang lain, yakni Pasal 27, 28, dan 29. Dalam Pasal 27 ayat 1 dan 3, yang tampaknya adalah pasal favorit dalam upaya kriminalisasi, terdapat frasa “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik...”. Pengertian “distribusi/transmisi/membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik” tersebut yang menimbulkan beda pendapat. Apakah percakapan pribadi bisa disebut sebagai upaya distribusi informasi elektronik yang memuat pencemaran nama baik, misalnya? Perbedaan pendapat tersebut terjadi dalam persidangan kasus Florence Sihombing. Florence adalah terdakwa kasus pencemaran nama baik Yogyakarta karena kiriman dalam akun Path-nya yang menyebut Yogya “miskin, tolol, bangsat”. Dalam pembelaannya, pengacara Florence menyebut bahwa akun Path bersifat privat karena hanya bisa diakses teman-teman pengguna. Florence juga bukan pelaku yang menyebarkan capture (tangkapan) status itu ke Facebook dan Twitter sehingga memantik kemarahan massal. Akan tetapi hakim berpendapat lain. Menurut hakim, mengunggah status tersebut ke media sosial sama saja dengan mendistribusikan informasi elektronik. Florence divonis dua bulan penjara dan denda Rp10 juta. Vonis itu dibacakan di hari yang sama dengan jatuhnya vonis Wisni. Hingga persidangan selesai, pelaku yang menyebarkan capture status Path Florence tidak terungkap. Komunikasi seluler rentan UU ITE Komunikasi seluler adalah komunikasi nirkabel lewat perangkat mobile (mudah dibawa ke mana-mana) dengan menggunakan sinyal yang dipancarkan BTS (Base Transmission Station). Perangkat seluler identik dengan ponsel, dan tergolong sebagai perangkat komunikasi elektronik. Semua komunikasi seluler tergolong komunikasi elektronik, tetapi tidak semua komunikasi elektronik adalah komunikasi seluler. Belakangan di Indonesia, internet melaju menjadi favorit pilihan dalam melakukan komunikasi seluler, meninggalkan teknologi SMS jauh di belakang. Menurut data We Are Social, saat ini terdapat 72,7 juta orang pengguna internet aktif di Indonesia. Dari jumlah sebesar itu, 54 juta orang mengakses lewat perangkat seluler. Dengan demikian, apabila ancaman kriminalisasi menggunakan UU ITE rentan terhadap pengguna internet, otomatis pengguna perangkat seluler termasuk di dalamnya. Bagaimana membayangkan seberapa besar teror UU ITE terhadap komunikasi elektronik? Mari lihat data rilisan Safenet berikut: UU ITE disahkan tahun 2008. Sepanjang 2008­-2014, 74 orang telah dilaporkan menggunakan UU ini. Hingga Maret 2015, angka itu justru naik cepat, menjadi 85 orang. Kecepatan itu bisa dilihat juga pada tren berikut: sepanjang 2013, rata-rata tiap bulan satu orang dilaporkan dengan memakai UU ini. Pada 2014, angka itu naik menjadi 4 orang per bulan.

    Ponsel: Mampukah Mengajak Penonton menjadi Peserta?

    7 April 2015 0

    Masalah sulit yang sering dijumpai para aktivis dalam kerja mengubah keadaan adalah menggalang dukungan. Anggaplah satu tahap telah terlewati, yaitu membuat orang banyak jadi tahu masalah yang sedang dihadapi dan perjuangan mengubahnya. Telah ada cukup banyak orang mendengar sekilas, paham, dan malah mengikuti perkembangan keadaan. Kenapa mengajak mereka sulit?

    Rapotivi Kebanjiran Laporan mengenai Tayangan TV Bermasalah

    5 April 2015 0

    Sejak diluncurkan pada 21 Februari 2015 Rapotivi sudah diakses oleh 834 orang, baik melalui aplikasi di Android maupun situs web. Sampai dengan 29 Maret 2015, Rapotivi menerima 118 aduan mengenai konten TV bermasalah, 62 diantaranya sudah diteruskan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), 54 pengaduan ditolak dan 2 belum diverifikasi.

    Aduan yang diteruskan ke KPI adalah aduan yang dinilai melanggar Pedoman

    Pendidikan Ekonomi Politik bagi Buruh, Pentingkah?

    5 April 2015 0

    Setiap hari Minggu Solidaritas.net Media Center (SMC) rutin mengadakan pendidikan ekonomi politik (ekopol) kepada para buruh. Menurut Sarinah selaku ketua SMC, pendidikan ekonomi politik penting sebagai ilmu untuk menganalisa kondisi pabrik dan sebagai perjuangan dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah.

    Pendidikan ekopol ini rata-rata dihadiri oleh 10 orang dan terdiri dari dua sesi. Pada Minggu pertama diberikan materi dasar, seperti sejarah pergerakan buruh, kapitalisme

    Merebut Perhatian Masyarakat

    1 April 2015 0

    Dulu ketika seluruh penduduk Indonesia hanya menonton televisi pemerintah, apa yang ditayangkan di sana niscaya menjadi pusat perhatian pemirsa. Sekarang rata-rata orang mendapat berita dari tujuh saluran media, baik itu saluran televisi, surat kabar, atau situs berita di internet. Perhatian masyarakat tidak lagi memusat ke satu medium, tetapi terserak-serak ke berbagai media, pada berbagai platform, di waktu yang berbeda-beda, dan pada hal yang sangat beragam. Apakah ini lantas berarti tidak ada lagi kesamaan? Saya lihat televisi masih menjadi acuan utama masyarakat. "Berita" yang hangat di Twitter atau Facebook belum tentu tayang di televisi. Sebaliknya berita yang tayang di televisi nasional pada jam tayang utama dianggap sebagai masalah bangsa dan, akibatnya, Twitter dan Facebook riuh berisi pendapat tentangnya. Ini tidak berarti bahwa perhatian masyarakat hanya bisa dihela oleh media massa. Media sosial juga bisa menjangkau orang banyak sekaligus dengan cara tular-menular antarteman. Para bintang di media sosial, yang memiliki puluhan ribu teman, mau menyebarkan pesan kita bila mereka peduli. Kepedulian yang sesungguhnya terlihat dari beberapa hal, yakni selaras, terlibat, dan berkelanjutan. Keselarasan antara siapa orang yang menyebarkan pesan dengan apa isi pesan sangat penting di media sosial karena pengguna terbesar media sosial adalah orang, bukan perusahaan. Dalam pembicaraan antarorang, keyakinan pada siapa yang bicara berkaitan dengan keyakinan pada apa yang dikatakan. Kalau sejak awal si penyampai pesan peduli pada soal lingkungan hidup, maka ada keselarasan antara si pemilik akun media sosial dan pesan. Di media sosial pengguna tidak hanya bicara, tetapi menjawab. Dan meyangkut pesan yang menimbulkan silang pendapat, orang harus memberi alasan, sanggahan, dan penjelasan. Menyebarkan pesan perubahan tidak sama dengan bujukan membeli. Si penyampai pesan harus terlibat benar dengan perubahan yang ia desakkan. Terakhir, bicara perubahan tidak bisa sekali mencuit. Satu cuitan, atau sepuluh cuitan dalam sehari, langsung lenyap dihanyutkan aliran pesan media sosial. Penyampai pesan perlu bicara secara teratur dan awet, tanpa berubah menjadi orang yang menjemukan atau menjengkelkan. Ini tantangan.

    Apa yang Telah Dilakukan Penerima Hibah CMS?

    29 March 2015 0

    Sejak Agustus 2014 dua belas penerima hibah CMS memulai proyek untuk melakukan perubahan sosial melalui penggunaan teknologi seluler. Kini perubahan sosial itu sedang dijalankan melalui pembuatan aplikasi, penyebaran konten atau pun mengadakan pelatihan. Berikut informasi lengkapnya.

    1. Desa 2.0: Sistem Tata Kelola Sumber Daya Desa 

    Gerakan Desa membangun telah meluncurkan aplikasi Kabar Desa untuk mengetahui kegiatan atau berita yang ada di berbagai desa di Indonesia

    Pertemuan Membicarakan Hak-Hak Masyarakat Adat Tobelo Dalam Dodaga

    12 January 2015 0

    Kedua pihak sepakat membangun kemitraan untuk konservasi serta percepatan pengakuan hak-hak Tobelo Dalam Dodaga
    Kepala Balai TN akan memerintahkan seluruh Polhut untuk tidak melakukan intimidasi kepada masyarakat adat Tobelo Dalam Dodaga dan Tobelo Dalam lainnya
    AMAN akan memfasilitasi diskusi dengan masyarakat adat membicarakan usulan TN terkait perubahan zonasi wilayah adat yang masuk dalam Taman Nasional
    Taman Nasional bersama dengan AMAN akan mendorong percepatan pengakuan hak-hak masyarakat adat Tobelo Dalam Dodaga
    Kedua pihak akan terus berkomunikasi untuk kepentingan yang lebih strategis

    Pelatihan wiki menyunting laporan aktivitas dan memasukkan rencana kerja

    12 January 2015 0

    Pelatihan kedua untuk penyuntingan laporan aktivitas, rencana kerja, dan rencana keuangan ini hadir sebagai pengingat kembali tentang pentingnya aktivitas para penerima hibah yang dapat diakses publik secara daring. Hal ini bertujuan untuk transparansi proyek dan untuk mengetahui sejauh mana proyek para penerima hibah telah dilaksanakan.

    Pelatihan laporan keuangan dan naratif (2)

    12 January 2015 0

    Pelatihan kedua untuk penyuntingan laporan aktivitas, rencana kerja, dan rencana keuangan ini hadir sebagai pengingat kembali tentang pentingnya aktivitas para penerima hibah yang dapat diakses publik secara daring. Hal ini bertujuan untuk transparansi proyek dan untuk mengetahui sejauh mana proyek para penerima hibah telah dilaksanakan.

    Rakor Tim Eksekutif

    8 January 2015 0

    Rakor Tim Eksekutif membahas beberapa agenda yaitu:
    1. Laporan mingguan yang sudah mempunyai format pelaporan
    2. Bebassampah.id akan mendukung beberapa kegiatan BJBS, misalnya pertemuan bulanan BJBS
    3. Tim surveyor tidak memerlukan penyewaan alat GPS
    4. Pelaporan keuangan berjalan cukup lancar walaupun ada beberapa gangguan teknis
    5. Sudah terbentuk bagan alir webpeta bebassampah.id beserta pedoman pengisian, verifikasi data, dan algoritma yang diperlukan

    Rapat pemantapan design apps dan web

    3 January 2015 0

    Rapat pemantapan design applikasi dan website final (mockup terbaru) serta tutorial penggunaan aplikasi

    Jumpa pers Publikasi data Pemantauan Kebebasan Beragama & Berkeyakinan 2014 & Soft Launching m-Pantau KBB

    29 December 2014 0

    Data pelanggaran dan praktek baik kerukunan antar agama di Indonesia terpublikasi;
    m-Pantau KBB sebagai salah satu strategi pengumpulan data melalui telepon seluler diluncurkan. Jaringan Radio KBR 68H tertarik untuk bekerja sama dalam sosialisasi m-Pantau KBB.