Ciptamedia Seluler

PENERIMA HIBAH

    ARTIKEL TERBARU

    Sayembara Komik Rapotivi

    16 August 2015 0

    Rapotivi kembali mengadakan lomba terkait pelanggaran tayangan televisi. Ada yang berbeda dengan lomba kali ini. Jika biasanya berbentuk artikel, kini peserta lomba harus membuatnya dalam bentuk komik seperti Sensor Wajah, Pentingnya Klasifikasi Usia pada Tayangan, Meliput Bencana dan Kata-Kata Kasar di Layar Televisi. Anda tertarik mengikuti lomba ini? Berikut ketentuannya

    1. Karya berupa komik strip berukuran minimal lebar 1000 pixel (px).
    2. Karya yang sesuai dengan konten Rapotivi akan dimuat di aplikasi android dan web Rapotivi dengan hadiah per karya sebesar Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah).
    3. Setiap orang bisa mengirimkan lebih dari satu (1) judul karya.
    4. Komik mengangkat pelanggaran tayangan TV yang ada dalam Jenis Pelanggaran (bisa dilihat di aplikasi android/situs web Rapotivi). Tema juga bisa diambil dari Pedoman Perilaku Penyiaran & Standar Program Siaran (P3SPS) yang bisa diunduh di bit.ly/P3SPSpdf.
    5. Rapotivi berhak meminta penyesuaian pada karya yang akan diterbitkan.
    6. Karya dikirim via email ke [email protected] dan/atau [email protected]
    7. Karya dikirim selambat-lambatnya tanggal 5 September 2015.

    Anda juga bisa membantu Rapotivi dalam melaporkan tayangan televisi bermasalah. Caranya mudah

    Kunjungan Mentor Hilmar Farid ke Wahid Institute

    12 August 2015 0

    Hilmar Farid, mentor proyek m-Pantau KBB (Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) memantau perkembangan proyek yang dijalankan Gamal Ferdhi di kantor Wahid Institute pada Senin (19/01/2015).

    Dalam kunjungannya, Hilmar mengusulkan beberapa hal, yaitu:

    1. Mempersempit wilayah pemantauan yang sebelumnya di 34 provinsi menjadi Jabodetabek atau 5 wilayah yang sudah ada jaringan Wahid Institute (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Lombok). Ini dilakukan agar pemantauan bisa lebih fokus dan menghemat biaya karena dana hibah yang diberikan Cipta Media Seluler terbatas.
    2. Strategi untuk penanganan kasus pelanggaran KBB: Melakukan kerja sama dengan kementerian agama dan kementerian dalam negeri dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). MoU tersebut kemudian dibawa ke daerah (diberikan kepada gubernur, walikota, kapolri) agar mereka bersedia menindaklanjuti kasus pelanggaran KBB.
    3. Ketika ada kasus yang masuk dan ditindaklanjuti, Wahid Institute diusulkan untuk membuat konferensi pers sehingga masyarakat tahu bahwa laporannya diproses.
    4. Sosialisasi proyek m-Pantau KBB: Membuat brosur dengan mencantumkan pelanggaran KBB apa saja yang bisa dilaporkan beserta nomor SMS gateway. Jika pemantuan sudah berjalan, tiap bulan dilakukan evaluasi mengenai partisipasi masyarakat dalam memberikan pelaporan

    Menanggapi usulan ini, Gamal Ferdhi selaku pemimpin proyek m-Pantau KBB akan mencoba bekerja sama dengan pihak kementerian dan melakukan sosialisasi dengan membuat brosur. Namun, ia tetap ingin memantau di 34 provinsi dengan

    Pengalaman Menjalankan Hibah CMS

    10 August 2015 0

    Cipta Media Seluler (CMS) adalah hibah terbuka yang mengajak individu/komunitas/organisasi memunculkan inisiatif untuk perubahan sosial yang lebih adil melalui penggunaan teknologi seluler. Sejak diluncurkan pada 20 Januari 2014, tim CMS mencari pengaju hibah dengan proposal terbaik dan akhirnya terpilih 12 organisasi (penerima hibah). Organisasi ini sudah menjalankan programnya sejak pertengahan tahun 2014. Seperti apa ya pendapat mereka mengenai hibah CMS?

    <a href="http://ciptamedia.org/team/gamal-ferdhi/

    Bebassampah.id, Situs Pengelolaan Sampah Partisipatif Resmi Diluncurkan

    6 August 2015 0

    Bandung, 5 Juni 2015Perkumpulan YPPB meluncurkan Bebassampah.id, sebuah portal informasi terkait pengelolaan sampah kota yang partisipatif (melibatkan seluruh aktor: masyarakat, swasta dan pemerintah) di Taman Film Bandung.

    Peluncuran diawali dengan lomba lari. Peserta yang terdiri dari warga, Komunitas Indo Runners Bandung, Komunitas Earth Hour

    Bersolusi Mengatasi Sampah Bersama Bebassampah.id

    27 July 2015 0

    Kota Bandung memiliki masalah yang kritis, yaitu sampah. Tiap harinya lebih dari 1.500 ton sampah dihasilkan oleh warga Bandung, 60% diantaranya berasal dari pemukiman. Sebagian besar dari sampah tersebut tidak dipilah dan langsung diangkut ke tempat pembuangan akhir Sarimukti yang diperkirakan akan penuh di tahun 2016.

    Jika dibiarkan, tragedi sampah yang longsor pada tahun 2005 bisa saja terulang dan Bandung kembali mendapat julukan "Bandung Lautan Sampah". Menanggapi

    OpenBTS: Jembatan Untuk Kesenjangan Infrastruktur Telekomunikasi Ponsel

    24 July 2015 0

    OpenBTS adalah singkatan dari Open Base Transceiver Station, berbeda dengan yang "tertutup" (dirujuk dengan BTS saja), OpenBTS memungkinkan ponsel GSM untuk mengirim pesan dan menelepon tanpa menggunakan jaringan operator seluler komersil, sehingga daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T) di Indonesia bisa ikut berdaya dengan kemampuan berkomunikasi via ponsel. Sederhananya, OpenBTS ini adalah alat penerima dan penguat sinyal dan dapat dimanfaatkan oleh daerah 3T untuk lebih maju. Mungkin anda bertanya, mengapa operator seluler komersil tidak sampai menjangkau daerah 3T? Bukannya mereka diuntungkan dengan "berjualan pulsa?", kenapa harus pakai OpenBTS? Tahukah anda bahwa investasi untuk menara BTS biasanya mencapai milyaran rupiah, dan untuk benar-benar bekerja menara tidak cukup satu dan kontur daerahnya sangat menentukan. Daerah 3T biasanya tidak padat penduduk, hingga investasi ini bisa jadi "tidak balik modal", jadi boro-boro bisa untung. Sementara harga OpenBTS hanya dibandrol 17,5 juta rupiah (versi non-komersil dengan jangkauan 7 meter) dan 300 juta rupiah (versi komersil dengan jangkauan 30 km). Salah satu penerima hibah Cipta Media Seluler, Handri Santoso dari Universitas Surya yang memberikan pelatihan OpenBTS gratis, mensyaratkan peserta pelatihan menulis tentang kesenjangan infrastruktur jaringan seluler di Indonesia, baik dari segi regulasi, teknologi maupun sosial budaya. Dua macam pelatihan ditawarkan, yaitu pelatihan dasar dan pelatihan instalasi. Pada pelatihan dasar peserta akan diberikan materi mengenai apa itu OpenBTS dan apa manfaatnya. Sementara itu, pada pelatihan instalasi mereka akan diberikan simulasi bagaimana memasang perangkat OpenBTS. Onno Purbo, sebagai mentor mengawasi sendiri pelatihan ini. Sejak 2011, Onno sudah banyak mengadvokasikan pengggunaan OpenBTS dalam menanggulangi kesenjangan infrastruktur dalam berkomunikasi menggunakan ponsel. Kesenjangan ini sangat nyata, sebagaimana diceritakan oleh Pramudi Widodo, peserta asal Magelang dimana desa tempat tinggalnya, Kembaran, memiliki banyak tanjakan dan turunan yang curam, jaringan telepon dari Telkom belum masuk. Tanpa jaringan komunikasi yang memadai masyarakat tidak berdaya. Cerita sedih yang sama juga datang dari Desa Mbutuh, Purworejo. Dimas Priambodo, peserta lain, menuturkan bahwa kontur desa dengan banyak pepohonan dan sawah membuat sinyal sulit untuk masuk. Walaupun di desanya ada menara pemancar sinyal seluler (BTS) komersil, dan letaknya sangat jauh dari tempat tinggalnya, hingga mengirim SMS saja harus mengangkat ponsel tinggi-tinggi bahkan sampai naik ke atap rumah. Dua cerita ini masih dari Jawa, yang notabene penuh dengan menara BTS komersil, bisa anda bayangkan kalau beberapa bagian daerah Jawa saja masih mengeluh, bagaimana dengan daerah Timur Indonesia? Dengan OpenBTS warga di daerah sulit sinyal bisa membangun sistem komunikasinya secara independen. Walaupun diatas kertas terlihat sederhana, bahwa tantangan daerah 3T adalah membangun OpenBTS, pada kenyataannya aplikasi OpenBTS di Indonesia tidak sesederhana itu. Mari simak artikel selanjutnya: perjuangan Onno Purbo dalam mengaplikasikan OpenBTS di Indonesia.      

    Launching BSID

    5 June 2015 0

    Sebagian peserta berdatangan ke lokasi kegiatan dengan berjalan kaki, naik sepeda dan juga berlari aplikasi Phiruntrophy. Tiap satu kilometer yang ditempuh akan dikonversi menjadi Rp 2.000 sebagai DONASI untuk pengembangan program bebassampah.id.

    Pertemuan Pembahasan Piranti Lunak #3

    3 June 2015 0

    Pertemuan ketiga dalam pembahasan piranti lunak yang dikembangkan proyek ini, untuk memastikan peluncuran yang akan dilakukan pada tanggal 5 Juni mendatang. Jika ada hal-hal yang dapat segera diubah dari hasil diskusi atau tes/ uji coba oleh pihak lain, tim piranti lunak proyek akan menggantinya, jika belum dapat diubah dengan cepat akan direncanakan di tahap selanjutnya (paska peluncuran).

    Hearing Dengan Pemkab Halmahera Timur

    3 June 2015 0

    Dinas Kehutanan atas nama Pemkab Haltim merespon untuk melaksanakan Putusan MK 35 serta membicarakan kerjasama dengan AMAN untuk di implementasikan di masyarakat adat
    Pemerintah mendukung langkah AMAN mendorong Perda Masyarakat Adat di Halmahera Timur
    Pemerintah mendukung percepatan pemetaan wilayah adat di Halmahera Timur (termasuk yang sudah seperti wilayah adat Tobelo Dalam Dodaga)
    Dinas Kehutanan mengklarifikasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat adat Tobelo Dalam. Prinsipnya rehabilitasi DAS adalah semata-mata untuk masyarakat. Jika terjadi masalah secara teknis maka Dinas Kehutanan akan mengkomunikasikan persoalan itu dengan pemegang proyek
    Pemkab prinsipnya menghormati hak-hak masyarakat adat dan akan mendorong agar ada program yang bisa mensejahterakan masyarakat adat, misalnya kalau yang berada dalam kawasan hutan harus ada program pemberdayaan ekonomi, begitu juga pendidikan untuk orang Tobelo Dalam

    Sosialisasi & Pelatihan Laporan mPantau KBB bagi aktifis lintas agama Aceh

    31 May 2015 0

    Pada 31 Mei 2015, rangkaian sosialisasi dilanjutkan dengan pertemuan dan diskusi antara fasilitator The Wahid Institute dengan perwakilan LSM dan komunitas lintas agama. Sosialisasi ini dilaksanakan di aula milik LSM Flower Aceh, dihadiri perwakilan dari Aceh Institute, GEMPUR, Flower Aceh, VG, Sobat KBB, AFSC, umat Budha, Komunitas Hakka Banda Aceh,

    Diskusi kerja sama Remotivi, Rapotivi dan Kineforum

    30 May 2015 0

    Acara ini merupakan acara diskusi yang diawali dengan nonton bareng film-film pendek tentang televisi. Ini merupakan acara kerja sama antara Remotivi, Rapotivi dan Kineforum. Dengan narasumber diskusi M. Heychael (Direktur Remotivi) yang membicarakan tentang "Media dalam Keseharian Kita" dan narasumber kedua yaitu Hikmat Darmawan (Direktur Pabrikultur)yang membicarakan mengenai teori efek media. Peserta yang hadir kurang lebih 30 orang.Diskusi ditutup dengan sesi tanya jawab.

    Diskusi Layanan Server Desa

    29 May 2015 0

    Diskusi ini merupakan kelanjutan kegiatan monitoring yang dilakukan oleh ICTWatch dan Wikimedia pada 23-24 Mei 2015 untuk program desa 2.0. Salah satu dampak dari program adalah sejumlah Pemerintah Kabupaten menawarkan dukungan pengadaan server untuk pangakalan data desa. Untuk itu, para fasilitator dan pegiat desa harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan server.