Pertemuan mentor untuk hibah “Kampanye Frekuensi Milik Publik”

remotivi

From: Siska Doviana
Date: 2014-08-10 14:28 GMT+07:00
To: Maman Suherman, Heru Tjatur, Roy Thaniago
Subjek: [CMS – Pertemuan Mentor] Roy Thaniago – Kampanye Frekuensi Milik Publik Halo semua, Berikut adalah hasil dari pertemuan mentor untuk hibah “Kampanye Frekuensi Milik Publik” pada tanggal 7 Agustus 2014 di kantor WMID-HOTOSM WebFoundation pukul 11:20 – 14:00

Hadir:
Maman Suherman
Heru Tjatur
Roy Thaniago
Siska Doviana
Biyanto Rebin

Pertemuan dibuka dengan pemaparan rekomendasi dari Tim Seleksi Akhir Rekomendasi TSA:
Remotivi membuat rating sendiri
Remotivi untuk tidak terlalu menitik beratkan keberhasilan dari proyeknya pada KPI
Remotivi dalam membuat konten mulai menggandeng komikus yang sudah ada dan sudah terkenal sehingga mempermudah sarana penyebarluasan

Roy: Dalam hal pemberian perijinan untuk TV memang KPI tidak bisa tegas, karena ijin TV ada dibawah Kemenkominfo. Namun kami melihat sebaiknya KPI diperkuat dengan dukungan masyarakat karena konten TV ada dibawah KPI. Apabila konten tersebut dianggap memperbodoh masyarakat dan berdampak negatif, KPI dapat memberikan sangsi. Setelah 10 tahun TV tersebut diberi ijin, pemberi ijin dapat melihat TV tersebut dengan menghitung berapa banyak sangsi yang telah dikenakan oleh KPI terhadap stasiun TV tsb. Sangsi tersebut adalah:

Teguran 1
Teguran 2
Penghentian sementara

Tjatur: KPI lembaga negara, CMS tidak melihat mengapa remotivi dananya digunakan untuk mempromosikan lembaga negara. Sementara TSA melihat ada jurang antara TV dan masyarakat, dimana bisa dijembatani dengan medium seperti seluler. Tjatur sendiri setuju soal mengadaptasi peraturan via hape, dimana masyarakat diperkenalkan melalui peraturan peraturan TV dan bisa berpartisipasi lewat HaPe. Publik bisa menggunakan fasilitas yang ditawarkan oleh remotivi untuk bersuara, apabila nanti suaranya disalurkan kembali oleh remotivi via analisis yang diadvokasikan ke KPI dst dipersilahkan.

Maman: Melihat sebenarnya Remotivi sudah baik dan seperti mendapatkan tugas suci memperkenalkan KPI, contoh sederhana adalah apa beda KPI dan lembaga sensor film. Keduanya adalah lembaga dimana alat yang digunakan berbeda, klasifikasi penonton filmnya berbeda. Sementara KPI ada diseluruh Indonesia. Memperkuat penjelasan KPI adalah hal yang baik. Harapan untuk KPI kalau ada tekanan dari masyarakat untuk menindak stasiun-stasiun TV yang menayangkan hal-hal diluar peruntukkannya atau jamnya. Sebaiknya malah UU Penyiaran direvisi – dimana hasil KPI mempengaruhi ijin siaran TV. Sementara ini evaluasi ini hanya diserahkan pada Kominfo. Dalam pemberian sangsi P3SPS – sangsi 500jt sampai 1 M. SMS bisa dikirim ke KPI berita. Pembagian berita – Dewan Pers, non berita KPI, internet Dewan ITE

Prioritas dari mentor:

Aduan publik – rating negatif ke remotivi, apabila nanti remotivi mau meneruskan kepada KPI hasilnya, dipersilahkan. Namun remotivi harus bertanggung jawab pada aduan yang masuk

  1. P3SPS dikomikkan
    P3PS – harus diprioritaskan mana yang penting?
    infografik data monitoring
  2. Publik dapat apa?
  3. Upaya promosi tidak dengan membuat acara musik dan stand up komedi di kampus kampus, melainkan dipusatkan pada upaya daring (online).
  4. Kalaupun ada kunjungan ke kampus-kampus menggunakan acara yang lebih terfokus seperti kuliah umum, dosen tamu dan pertemuan dengan dosen untuk menjalin kerjasama.
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *