Daerah Sulit Sinyal, Bagaimana Mengatasinya? (Bagian I)

Bagaimana orang di tempat terpencil mendapatkan akses komunikasiHandri Santoso sebagai dosen Informatika Universitas Surya mengatakan, masih banyak daerah di Indonesia yang sulit mendapatkan jaringan seluler, terutama di daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T), seperti wilayah Indonesia Tengah, Indonesia Timur dan daerah pegunungan yang secara ekonomi tidak menguntungkan untuk membangun pusat pemancar sinyal seluler (BTS). Oleh karena itu, perlu dibangun OpenBTS agar masyarakat di daerah sulit sinyal bisa mendapatkan akses komunikasi. Lalu, OpenBTS itu seperti apa? Siapa yang akan membangun OpenBTS di daerah 3T? Berikut penjelasan dari Pak Handri yang kami wawancarai melalui sambungan telepon.

T: OpenBTS ini fungsinya untuk apa? 

J: OpenBTS memungkinkan ponsel GSM untuk mengirim pesan dan menelepon tanpa menggunakan jaringan operator seluler. Dengan begitu, daerah 3T bisa membangun sistem komunikasinya secara independen. OpenBTS merupakan sebuah komputer dan radio yang memiliki dimensi 25 cm x 30 cm x 5 cm.

T: Apakah jangkauan dari OpenBTS luas?

J: Ada dua versi untuk OpenBTS. Pertama, versi non-komersil (seharga 1.340 USD) memiliki jangkauan 7 meter sehingga butuh penguat sinyal jika ingin menjangkau wilayah yang lebih luas. Kedua, versi komersil (300 juta rupiah) memiliki jangkauan hingga 30 kilometer.

T: Untuk mengembangkan OpenBTS caranya bagaimana?

J: Kami akan mengadakan pelatihan OpenBTS bagi orang yang berasal dari wilayah tak terjangkau jaringan seluler. Saat ini baru disediakan 10 unit alat yang secara terus-menerus digunakan untuk pelatihan, rencananya kami akan membeli 2 lagi.

T: Apa saja yang diajarkan dalam pelatihan?

J: Ada pelatihan dasar dan pelatihan instalasi. Pada pelatihan dasar peserta akan diberikan materi mengenai apa itu OpenBTS dan apa manfaatnya. Sementara itu, pada pelatihan instalasi mereka akan diberikan simulasi bagaimana memasang perangkat OpenBTS.

T: Apakah ada kriteria tertentu bagi orang yang ingin ikut pelatihan tersebut?

J: Untuk pelatihan dasar tidak ada, siapa saja boleh ikut. Sementara itu, untuk pelatihan instalasi harus memiliki latar belakang teknologi informasi atau elektronik dan minimal memiliki pengetahuan linux dasar serta radio.

Anda tertarik untuk mengikuti pelatihannya dan ingin mendaftar? Lihat informasi selengkapnya di sini.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trackbacks/Pingbacks

  1.  Daerah Sulit Sinyal, Bagaimana Mengatasinya? (Bagian II) | Cipta Media Seluler
  2.  Desa Sangat Memerlukan OpenBTS | Cipta Media Seluler