136 Mobile Pantau Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (m-Pantau KBB)

136 Mobile Pantau Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (m-Pantau KBB)

m-Pantau Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (m-Pantau KBB) adalah program pemantauan kasus-kasus kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) di Indonesia dengan media telepon seluler. Jaringan pemantau yang berada di 34 provinsi akan melaporkan kasus-kasus KBB yang terjadi di daerah secara aktual melalui telepon seluler, baik melalui SMS gateway maupun internet. Selain pemantau, masyarakat umum juga dapat melaporkan kasus-kasus atau kemajuan dalam isu KBB yang terjadi. Hasil pemantauan dari masyarakat umum akan diverifikasi kesahihannya oleh pemantau m-Pantau KBB di daerah. Hasil pemantauan yang dikirim melalui SMS gateway kemudian diunggah ke situs m-Pantau KBB. Hasil pemantauan, pelaporan bulanan dan tahunan akan disebarkan melalui SMS gateway, situs web dan akun media sosial Wahid Institute.

keputusan-tim-seleksi-akhir

Proyek ini kami pilih karena pentingnya isu-isu kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kinerja Indonesia dalam isu-isu ini menurun pada beberapa tahun terakhir banyak pelanggaran hak asasi manusia tanpa adanya upaya pencegahan. Sampai saat ini, belum ada sebuah mekanisme pelaporan yang mencukupi untuk melacak dan melaporkan pelanggaran ini. Kelompok pengusul proyek dianggap memiliki rekam jejak dan telah pengalaman dalam bekerja memperjuangkan kebebasan beragama dan berkeyakinan. Mereka juga memiliki jaringan yang dapat diaktifkan untuk memastikan adanya pemantauan yang lebih baik terhadap masalah ini.

 

Anggaran

Laporan pelaksanaan proyek

Laporan penggunaan dana

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 136
Nama Lengkap Inisiator Gamal Ferdhi
Lokasi Depok, Jawa Barat
Organisasi The Wahid Institute
Judul Proyek Mobile Pantau Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (m-Pantau KBB)
Lama Aktivitas 1 tahun (September 2014 – Agustus 2015)
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
a. 34 pemantau di 34 propinsi; b. Pengelola m-Pantau KBB WAHID Institute; c. 100 undangan peluncuran m-Pantau KKB; d. 5 perwakilan lembaga Negara; e. 20 stake holder strategis; f. 50 pelapor yang direkrut pemantau; g.1200 pengakses m-Pantau KBB; h. Pengakses FB, twitter dan website WI; i . Pemerintah; j. Peneliti dan akademisi; k. Masyarakat .
Ukuran Keberhasilan

a. m-Pantau KBB minimal dikunjungi 1200 viewer di akhir tahun program;
b. Tersedia tutorial m-Pantau KBB secara online;
c. 3 (tiga) pengelola mengikuti seluruh proses inhouse training dan memahami materi;
d. 34 pemantau berhasil mengikuti pelatihan, 75% diantaranya (25 orang) aktif melaporkan kasus-kasus KBB melalui m-Pantau KBB;
e. 25 pemantau aktif merekrut minimal 2 orang pelapor. Sehingga di akhir program akan ada 50 pelapor. Mereka terdiri dari 30% perempuan, 20% korban kasus KBB dan 50% pegiat KBB;
f. Minimal 100 undangan dan 5 perwakilan lembaga negara terkait isu KBB menghadiri peluncuran;
g. Peluncuran m-Pantau KBB minimal dipublikasi 2 media nasional;
h. Adanya input hasil pemantauan KBB dari pemantau, pelapor dan masyarakat luas;
i. Publikasi hasil laporan bulanan dan tahunan di m-Pantau KBB, akun media social Wahid Institute dan website Wahid Institute. Link hasil laporan itu juga akan dikirim kepada 20 stakeholder strategis.

Tipe Konten a. Teks informasi kasus kebebasan beragama dan berkeyakinan – KBB (deskripsi, pelaku, korban, periode, kategori pelanggaran);
b. Foto kasus-kasus KBB;
c. Peta lokasi kasus KBB;
Strategi Distribusi

a. Publikasi data melalui m-Pantau KBB,
b. Penyebaran tautan rekapitulasi hasil pemantauan KBB bulanan dan tahunan melalui SMS, website WI dan media social WI.

Kuantintas Output Konten a. 1 paket situs m-Pantau KBB; b. 1 tutorial teknik pelaporan melalui m-Pantau KBB; c. 20 laporan pemantauan per bulan; d. 12 SMS rekapitulasi laporan bulanan; e. 1 SMS rekapituasi laporan tahunan; f. 13 kali update tautan laporan di Facebook Wahid Institute dalam setahun; g. 13 kali update tautan di Twitter Wahid Institute dalam setahun; h. 13 kali update tautan di website Wahid Institute dalam setahun. Konten produk tersebut akan disebarluaskan minimal kepada 5 lembaga negara, 20 stakeholder strategis; 34 pemantau , 50 pelapor dan 100 undangan peluncuran m-Pantau KBB.
Dana yang Diminta Rp 934.252.000 (dikabulkan Rp. 700.000.000)
DESKRIPSI PROYEK

Mobile Pantau Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (m-Pantau KBB) adalah program pemantauan kasus-kasus kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia dengan media telepon seluler. Jaringan pemantau yang berada di 34 Provinsi akan melaporkan kasus-kasus KBB yang terjadi di daerah secara real time melalui telepon seluler, baik SMS maupun online, kemudian diunggah administrator dalam platform ushahidi m-Pantau KBB.

Selain itu, hasil pemantauan dan pelaporan bulanan dan tahunan akan didiseminasi melalui website dan akun media sosial Wahid Institute.

Pemantau adalah pihak yang melakukan pemantauan dan pelaporan melalui m-Pantau KBB yang mendapat pelatihan langsung dari Wahid Institute. Selama masa program, Pemantau merekrut dua pelapor untuk memperluas kerja pemantauan.

DEFINISI MASALAH

a.Meningkatkan akses 34 jaringan pemantau dan masyarakat umum untuk melaporkan kasus-kasus kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB);
b. Mempercepat kategorisasi laporan pemantauan KBB berbasis online;
c.Meningkatkan pemahaman KBB dan teknik pelaporan berbasis seluler bagi jaringan pemantau di 34 provinsi;
d.Mempermudah stakeholder menggunakan hasil laporan pemantauan KBB.

CARA MENGATASI

a. Pembuatan cms ushahidi m-Pantau KBB;
b. Pembuatan tutorial pemantauan m-Pantau KBB;
c. In house training untuk pengelola ushahidi m-Pantau KBB;
d. Pelatihan untuk jaringan pemantau KBB dari 34 provinsi;
e. Peluncuran program m-Pantau KBB;
f. Pemantauan dan pelaporan kasus KBB berbasis ushahidi m-Pantau KBB;
g. Diseminasi rekapitulasi hasil laporan bulanan dan tahunan m-Pantau KBB kepada stake holder dan public melalui SMS dan online;

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *