275 E-Health

275 E-Health

E-Health merupakan suatu sistem terintegrasi untuk melakukan monitoring kesehatan jantung dan pertumbuhan janin. Tujuan dibuat sistem ini adalah untuk membantu masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan, khususnya jantung dan janin, dimana kedua aspek kesehatan tersebut menjadi momok bagi masyarakat Indonesia. E-Health menyediakan sebuah sistem informasi telehealth dimana pasien dapat melakukan pemeriksaan secara mandiri dengan fitur kosultasi pada dokter spesialis sebagai media verifikasi. Dengan demikian pengguna dapat mendeteksi sejak dini apabila terdapat ketidak normalan pada detak jantung maupun pertumbuhan janin. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada http://www.cs.ui.ac.id/id/staf/wisnuj/wjresearchs-id.html dan http://www.cs.ui.ac.id/id/staf/wisnuj/docs/telehealth.pdf

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 275
Nama Lengkap Inisiator Wisnu Jatmiko
Lokasi Depok, Jawa Barat
Organisasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia
Judul Proyek E-Health
Lama Aktivitas 12 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Masyarakat umum di Indonesia
Ukuran Keberhasilan

Secara garis besar, ukuran keberhasilan dari implementasi aplikasi E-health ini ada tiga. Ukuran keberhasilan pertama adalah terciptanya sistem telehealth yang reliable, scalable, dan secure. Maksud dari reliable adalah sistem diharapkan mampu memberikan luaran yang akurat dan terpercaya. Selanjutnya, scalable yang dimaksud disini adalah sistem mampu menangani ruang lingkup yang luas. Terakhir, yang dimaksud secure adalah sistem aman dan terjamin kerahasiaannya. Ukuran keberhasilan kedua dari implementasi aplikasi E-health adalah sistem ini dapat diverifikasi oleh dokter spesialis jantung (kardiolog) dan dokter spesialis kandungan (ginekolog). Dengan demikian, aplikasi dapat terjamin validitasnya. Ukuran keberhasilan ketiga tentunya adalah aplikasi ini digunakan secara luas di negeri tercinta ini.

Tipe Konten Strategi yang diterapkan dalam rangka mempromosikan aplikasi ini adalah pengembang akan bekerja sama dengan rumah sakit dan dokter spesialis. Selanjutnya, jika disukai oleh dokter atau rumah sakit, sistem akan dipopulerkan secara luas. Selain itu, promosi akan dilakukan ke media-media sosial. Terakhir, tentunya aplikasi akan diunggah ke Android Play Store, Mac App Store, serta Windows Phone Store sehingga akan sangat populer jika banyak diunduh.
Strategi Distribusi

– Melakukan publikasi serta kerja sama dengan Rumah Sakit,
dokter spesialis jantung, serta dokter spesialis kandungan.
– Menggunakan media promosi melalui media sosial dan entertainment
– Mengunggah aplikasi ke play store, mac app store serta windows phone store
– Sistem akan menangani noise yang disebabkan oleh perangkat keras pendukung yaitu alat elektrokardiogram (EKG) dan ultrasonografi (USG). Selain itu aplikasi akan menerapkan algoritma klasifikasi yang akurat sehingga akan menghasilkan luaran yang optimal. Terakhir, pastinya antar muka (interface) aplikasi akan didesain semudah dan menarik mungkin agar memudahkan pengguna baik dari sisi pasien maupun dokter.

Dana yang Diminta Rp. 200 Juta
DESKRIPSI PROYEK

E-Health merupakan suatu sistem terintegrasi untuk melakukan monitoring kesehatan jantung dan pertumbuhan janin. Tujuan dibuat sistem ini adalah untuk membantu masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan, khususnya jantung dan janin, dimana kedua aspek kesehatan tersebut menjadi momok bagi masyarakat Indonesia. E-Health menyediakan sebuah sistem informasi telehealth dimana pasien dapat melakukan pemeriksaan secara mandiri dengan fitur kosultasi pada dokter spesialis sebagai media verifikasi. Dengan demikian pengguna dapat mendeteksi sejak dini apabila terdapat ketidak normalan pada detak jantung maupun pertumbuhan janin. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada http://www.cs.ui.ac.id/id/staf/wisnuj/wjresearchs-id.html dan http://www.cs.ui.ac.id/id/staf/wisnuj/docs/telehealth.pdf

DEFINISI MASALAH

Menurut data World Health Organization, Indonesia memiliki lebih dari 225.000 orang yang meninggal setiap tahunnya karena penyakit jantung (WHO 2011). Kematian tersebut erat kaitannya dengan perawatan kesehatan jantung yang kurang serius dan berkala, serta jumlah kardiolog yang tidak merata di Indonesia. Indonesian Heart Organization menyebutkan bahwa para kardiolog sebagian besar berada di Pulau Jawa, sehingga kasus penyakit jantung di luar Jawa tidak dapat ditangani secara cepat. Permasalahan lain yang dihadapi terkait tindakan cepat adalah kematian ibu dan bayi saat proses persalinan terjadi. United Nation International Children’s Emergency Fund pada tahun 2010 menunjukkan jumlah kematian ibu hamil berada diatas 200 orang per 100.000 angka kelahiran (UNICEF 2013). Tidak meratanya ginekolog (ahli kandungan) yang ada di Indonesia, dimana lebih dari setengahnya berada di pulau Jawa menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kematian anak diberbagai provinsi di luar pulau Jawa.

CARA MENGATASI

Untuk mengatasi masalah persebaran ahli jantung dan kehamilan yang tidak merata, diusulkan sebuah aplikasi untuk menyelesaikannya. Sistem ini dikenal dengan nama Telehealth atau E-Health yang memiliki makna penggunaan Information and Communication Technology (ICT) untuk menyediakan pelayanan kesehatan jangka panjang pada jarak jauh. Pada sistem yang dibangun pasien melakukan monitoring dengan alat yang dikembangkan secara mandiri, lalu data yang didapatkan dikirimkan melalui smart phone ke server yang ada. Selanjutnya, dokter yang dituju akan melakukan anotasi dari jarak jauh. Berbagai diskusi antara dokter dan pasien dapat dilakukan dengan aplikasi ini juga.