276 Pemanfaataan Media Chatting untuk Pencegahan Kekerasan seksual pada Remaja di DIY

Image

Kasus kekerasan seksual pada remaja sering terjadi, hal itu sering kita liat atau dengar lewat media cetak maupun elektronik. Banyak kasus kekerasan seksual menimpa remaja putri bahkan juga remaja putra dengan kisaran umur 13-18 tahun. Kasus kekerasan seksual ini bisa berupa pencabulan, pelecehan seksual, perkosaan dan sodomi. Kasus kekerasan seksual bisa terjadi dimana saja bahkan di lingkungan keluarga maupun sekolahan. Banyak kasus kekerasan seksual dilakukan oleh orang-orang terdekat korban. Dampak kekerasan seksual ini bisa berdampak luas baik secara individu maupun sosial. Bagi korban kekerasan seksual mempunyai dampak yang luar biasa yang bisa mempengaruhi kondisi psikologis korban dan membawa perasaan traumatik seumur hidup. Korban juga bisa kesulitan dalam bersosialisasi dengan lingkungannya. Banyak modus digunakan untuk melancarkan aksi kekerasan seksual tersebut. Beberapa diantara yang diakhir-akhir ini sering terjadi melalui media sosial maupun media selular. Media tersebut akhirnya banyak disalahgunakan untuk hal-hal yang negative. Perlu tindakan yang massif agar kekerasan seksual tersebut bisa dicegah dan tidak terus berulang.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 276
Nama Lengkap Inisiator Rindang Farihah
Lokasi Sleman, Yogyakarta
Organisasi Perkumpulan Mitra Wacana WRC
Judul Proyek Pemanfaataan Media Chatting untuk Pencegahan Kekerasan seksual pada Remaja di DIY
Lama Aktivitas 12 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
yang akan diuntungkan dari program ini adalah pelajar tingkat SLTA di DIY. dengan rentang waktu setahun diharapkan paling tidak setengah dari seluruh SLTA yang ada sudah bisa terlibat dalam program ini. dan kalau memungkinkan semua sekolah tingkat SLTA bisa terlibat dalam program ini
Ukuran Keberhasilan

Adanya partisipasi dari peserta program yang terus meningkat. dan jumlah peserta program terus bertambah dengan adanya grup grup baru berbasis media chatting (whatsapp,line, BBM)

Tipe Konten Audio: berupa iklan layanan masyarakat
Teks: berupa tulisan-tulisan
Ringtone: berupa lagu atau suara berisi peringatan tentang bahaya adanya kekerasan seksual dikemas dengan menarik
Video: pesan-pesan pendek, semacam iklan
Strategi Distribusi

Strategi yang dilakukan adalah Mitrawacana bekerjasama dengan dinas pendidikan di DIY. Dinas pendidikan tingkat DIY berkoordinasi dengan dinas pendidikan di kabupaten. dengan membuat grup Whatsapp(misalnya).lalu dinas kabupaten membuat grup yang beranggotakan sekolah tingkat SLTA. masing masing sekolah membuat grup untuk siswa berdasarkan kelas masing-masing. sehingga informasi yang dari provinsi tadi dengan cepat tersampaikan langsung ke siswa, dengan model grup media chating yang ada di media selular masing-masing anggota grup.

Kuantintas Output Konten Audio: mengirim konten dua kali dalam satu minggu ke grup media chatting. -+ 96 konten setahun Teks: mengirim konten tiap dua hari sekali ke grup media chating -+ 180 konten setahun Ringtone: mengirim konten sekali dalam seminggu mengirim ke grup media chatting -+48 konten setahun Video: mengirim konten sebulan sekali ke grup media chatting -+12 konten dalm setahun
Dana yang Diminta Rp. 250 Juta
DESKRIPSI PROYEK

Kasus kekerasan seksual pada remaja sering terjadi, hal itu sering kita liat atau dengar lewat media cetak maupun elektronik. Banyak kasus kekerasan seksual menimpa remaja putri bahkan juga remaja putra dengan kisaran umur 13-18 tahun. Kasus kekerasan seksual ini bisa berupa pencabulan, pelecehan seksual, perkosaan dan sodomi. Kasus kekerasan seksual bisa terjadi dimana saja bahkan di lingkungan keluarga maupun sekolahan. Banyak kasus kekerasan seksual dilakukan oleh orang-orang terdekat korban. Dampak kekerasan seksual ini bisa berdampak luas baik secara individu maupun sosial. Bagi korban kekerasan seksual mempunyai dampak yang luar biasa yang bisa mempengaruhi kondisi psikologis korban dan membawa perasaan traumatik seumur hidup. Korban juga bisa kesulitan dalam bersosialisasi dengan lingkungannya. Banyak modus digunakan untuk melancarkan aksi kekerasan seksual tersebut. Beberapa diantara yang diakhir-akhir ini sering terjadi melalui media sosial maupun media selular. Media tersebut akhirnya banyak disalahgunakan untuk hal-hal yang negative. Perlu tindakan yang massif agar kekerasan seksual tersebut bisa dicegah dan tidak terus berulang.

DEFINISI MASALAH

1. Kurangnya media informasi khusus mengenai kekerasan seksual dilingkungan remaja.
2. Kurangnya informasi mengenai pencegahan dan mekanisme layanan bagi korban kekerasan seksual.
3. Belum dimanfaatkannya media seluler yang ada untuk sosialisasi mengenai kekerasan seksual.

CARA MENGATASI

1. Memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, bentuk-bentuk kekerasan seksual, siapa pelaku dan korban, dampak, langkah-langkah pencegahan serta perlindungan hukum kekerasan seksual.
2. Memberikan informasi tentang mekanisme layanan bagi korban kekerasan seksual.
3. Memanfaatkan media chatting yang ada untuk peneyebaran informasi berkaitan kekerasan seksual.