306 Monitoring Wilayah dan Hutan Suku Tobelo Dalam Dodaga dengan Teknologi Seluler

306 Monitoring Wilayah dan Hutan Suku Tobelo Dalam Dodaga dengan Teknologi Seluler

Monitoring Wilayah Hutan Suku Tobelo Dalam Dodaga dengan Teknologi Seluler adalah sebuah proyek untuk membantu masyarakat dalam melakukan pengawasan hutan adat, meningkatkan kesadaran dan mendorong adanya pengakuan dari negara terhadap hak-hak masyarakat adat atas tanah, wilayah dan sumber daya alam. Pemantauan terhadap hutan adat mereka sendiri menjadi penting sebagai strategi pengawasan untuk menjaga kelestarian hutan adat. Pemantauan ini terintegrasi ke dalam peta yang terkomplikasi secara berkala. Selain itu akan dilakukan sendiri oleh warga yang dibekali pengetahuan menulis berita dan GPS. Hasilnya dikirim ke nomor hotline dan diolah langsung oleh tim Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) untuk dijadikan data lalu dipublikasi.

keputusan-tim-seleksi-akhir

Proyek ini kami pilih karena pentingnya pemetaan tanah masyarakat adat oleh masyarakat adat sendiri. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengakui kepemilikan adat atas hutan membuat hal ini semakin mendesak. Maluku Utara juga sebuah daerah prioritas karena merupakan daerah dengan indikator pembangunan yang rendah. Kelompok pengusul proyek ini adalah cabang dari organisasi masyarakat adat tingkat nasional (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) sehingga suksesnya pelaksanaan proyek ini berpotensi besar untuk diterapkan di mana saja di jaringan AMAN yang luas.

 

Anggaran

Laporan pelaksanaan proyek

Penggunaan Dana

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 306
Nama Lengkap Inisiator Albert Junior Ngingi
Lokasi Maluku Utara
Organisasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Pengurus Wilayah Maluku Utara)
Judul Proyek Monitoring Wilayah dan Hutan Suku Tobelo Dalam Dodaga dengan Menggunakan Teknologi Seluler
Lama Aktivitas 1 tahun
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Masyarakat adat di Komunitas Dodaga, Halmahera Timur
Ukuran Keberhasilan

1. Ada 100 sms/bulan yang dikirim dari komunitas dengan berbagai konten dan 500 sms/bulan yang dikirim AMAN Malut berisi informasi hukum, ekonomi, budaya dan lain-lain yang berhubungan dengan masyarakat adat.
2. Ada tim monitoring di komunitas yang bertugas memonitor dan melaporkan kondisi hutan adat, dilengkapi dengan pengetahuan teknis menggunakan GPS dan menulis berita

Tipe Konten Teks berupa informasi/berita/data yang dikirim oleh komunitas adat Tobelo Dalam Dodaga ke AMAN Maluku Utara dan teks berupa informasi yang dikirim oleh AMAN Maluku Utara ke Komunitas Adat Tobelo Dalam Dodaga
Strategi Distribusi

Melakukan sosialisasi di Komunitas adat Tobelo Dalam Dodaga melalui diskusi, seminar dan selebaran.

Kuantintas Output Konten 1. Ada 100 sms/bulan yang dikirim dari komunitas Ada 500 sms/bulan yang dikirim AMAN Maluku Utara ke Komunitas adat Tobelo Dalam Dodaga 1. Ada 1 peta wilayah dan hutan adat update (kompilasi 1 tahun monitoring)
Dana yang Diminta Rp 1,160,685,000,- (disetujui Rp 700 juta)
DESKRIPSI PROYEK

Monitoring Wilayah dan Hutan adat Suku Tobelo Dalam Dodaga Menggunakan Teknologi Seluler Sederhana merupakan sebuah program yang digagas guna memantau dan mengamankan wilayah masyarakat adat Dodaga. Hal ini sejalan dengan putusan MK 35, yakni tentang hutan adat yang tak lagi menjadi bagian dari hutan Negara. selama ini hutan adat dikuasai secara sepihak oleh pemerintah yang kemudian diberikan izin kepada perusahan-perusahan besar seperti tambang dan perusahan perkebunan.

Proses monitoring dilakukan sendiri oleh masyarakat adat Dodaga dengan membentuk tim kerja, juga dilengkapi dengan pengetahuan tentang GPS dan teknik penulisan berita/informasi. Hasil monitoring (data dan koordinat), akan dikirim ke no Hotline yang kemudian direspon oleh AMAN Maluku Utara. Selain itu komunitas akan menerima informasi-informasi terkait hukum, ekonomi, social, budaya dan lain-lain berhubungan dengan masyarakat adat yang langsung dikirim ke ponsel masing-masing.

DEFINISI MASALAH

Banyak masalah ataupun kasus-kasus hukum yang dialami oleh komunitas adat Dodaga terkait dengan wilayah dan hutan adat tak pernah terpublikasi atau tersentuh oleh media. Selain itu, informasi tentang hak-hak masyarakat adat pun jarang diketahui karena keterbatasan media dan sulit dalam mengakses berita.

CARA MENGATASI

1.Menyediakan fasilitas informasi yang murah dan cepat diakses oleh masyarakat melalui
2. Menyediakan ruang khusus bagi masyarakat adat dalam melaporkan kejadian, memberi informasi ataupun membuat berita dari komunitas ke pihak luar
3.Menyediakan No hp Hotline yang bisa digunakan komunitas dalam menyampaikan informasi, berita ataupun kasus terkait masyarakat adat Dodaga, hutan dan wilayah adatnya.
4. Focus Group Discusion guna mengidentifikasi masalah-masalah yang sering terjadi di wilayah adat Suku Tobelo Dalam Dodaga
5. Pelatihan Jurnalistik warga dan teknis penggunaan GSP di Komunitas adat Suku Tobelo Dalam Dodaga

Lingkar Suara Buruh Perempuan: Bagaimana kondisi kerja buruh perempuan?

19 June 2014 0

Buruh garmen Pada situs webnya MarsinahFM salah satu penerima hibah Cipta Media Seluler menguraikan,
"Media arus utama ABSEN terkait isu buruh dan perempuan. Sehingga mendorong lahirnya radio komunitas buruh perempuan: Marsinah FM; dari perempuan buruh untuk kesejahteraan, kesetaraan dan kelestarian alam."
Mengapa absen? Berdasarkan pengamatan Azhar Irfansyah yang dipublikasikan oleh Remotivi, hal ini dikarenakan isu buruh ditulis oleh wartawan yang merasa kelasnya berbeda dengan kelas buruh sehingga mereka menulis dengan sinis, dan tulisan sinis ini menjadi rutin. Padahal wartawan di Indonesia gajinya masih paling rendah di Asia Tenggara. Sehingga apabila ada aktivitas "buruh" berdemo, maka yang ditulis adalah sampah yang ditinggalkan, efek macet, dan komentar tidak bermutu seperti "tidak bisa liburan ke Bali", menuntut BH Triumph,  atau "yang demo pakai motor mewah". Namun seperti apa sebenernya kondisi buruh perempuan di tengah tengah pemberitaan nyinyir seperti ini? Darimana anda sebaiknya mendengarnya? Tidakkah lebih baik kita mendengarnya dari tangan pertama? Tentang perjuangan mereka menerima upah Rp. 200 ribu per bulan di tahun 1985, bagaimana mereka dipindah pindah layaknya bola sepak, dipaksa masuk kerja walaupun banjir hingga keguguran dan- hebatnya lagi - gaji dipotong harus bayar RS karena keguguran tersebut. Banyak lagi lainnya termasuk pelecehan seksual, hingga cerita lucu gagal ambil cuti haid. Apabila melihat cerita-cerita ini, tiba tiba terasa bahwa media arus utama "cetek" sekali dalam memberitakan isu buruh dan buruh perempuan. MarsinahFM benar, media absen, karena itu untuk keadilan Ciptamedia mendukung upaya aktivis buruh dalam membuat medianya sendiri. Apabila anda tertarik mendukung upaya MarsinahFM, mereka juga menerima sumbangan publik agar dapat terus berkarya dan menyiarkan berita dari tangan pertama.

Ushaidi & Open Street Map di Halmahera Merangkum Cerita Rakyat dengan Peta

19 June 2014 0

Pembangunan selalu diharapkan untuk mensejahterakan warganya. Namun harapan seringkali jauh dari kenyataan terutama apabila pembangunan didorong oleh transmigrasi. Ake (Sungai) Dodaga memiliki banyak misteri dan masyarakat adat memiliki banyak cerita-cerita yang dilanjutkan secara turun temurun mengenai penunggu sungai ini. Cerita rakyat ini masih dipercaya oleh warga Togutil Dodaga, termasuk mereka yang hidup di Rai Tukur-Tukur dan Titipa di Halmahera Timur. Mereka tida306-Monitoring-Wilayah-dan-Hutan-Suku-Tobelo-Dalam-Dodaga-dengan-Teknologi-Seluler(1)k berani merusak sungai karena akan menyebabkan penjaga sungai itu marah dan mendatangkan bencana seperti banjir.
Seiring perjalanan waktu, Ake Dodaga mulai tercemar karena warga transmigrasi Subaim yang tinggal di sekitarnya sering membuang, sampah rumah tangga, mencuci mobil, membuang sisa potongan sapi, mencuci sisa – sisa pupuk.
Masyarakat transmigran yang datang seringkali tidak menghargai kearifan lokal dan cerita rakyat karena memiliki pikiran sendiri. Karena budaya tidak berbaur dan cerita tidak sampai, hormat dan takut terhadap pelestarian sungai dan habitatnya tidak terjadi. Hasilnya? Beberapa jenis ikan, udang dan belut pun mulai sulit di dapat. “Dulu kami biasa dapat udang yang besar-besar, tapi sekarang sudah tidak ada. Itu karena warga trans Subaim sering buang sisa-sisa pupuk juga meracuni ikan dengan racun yang dibeli dari toko, akhirnya banyak ikan, udang dan belut yang mati” Kata Jems, salah satu warga Dodaga. Laporan laporan ini dikumpulkan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nasional: Maluku Utara dan diarsipkan via situs Lapor: Monitoring Hutan Adat yang menggunakan mesin ushaidi dan berbasiskan peta terbuka Open Street Map. Ciptamedia Seluler mendanai upaya ini via hibah agar pemetaan tanah masyarakat adat bisa dilakukan oleh masyarakat adat sendiri. Hibah diberikan atas dasar Keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengakui kepemilikan adat atas hutan membuat pemetaan akan hutan semakin mendesak. Maluku Utara juga sebuah daerah prioritas karena merupakan daerah dengan indikator pembangunan yang rendah.

Bagaimana Membuat Aplikasi Pramuka Seluler Menarik Untuk Penggunanya ?

19 June 2014 0

Bagaimana-Membuat-Aplikasi-Pramuka-Seluler-Menarik-Untuk-Penggunanya

Selama dua bulan jalannya proyek (Agustus 2014 - Oktober 2014), Mulyana Sandi sudah melakukan sosialisasi melalui radio, diskusi dan mengumpulkan data akan harapan anggota pramuka terhadap aplikasi yang dirancangnya.

Awalnya, sistem yang akan digunakan dalam aplikasi adalah Android dan mobile (WAP). Namun, atas masukan dari tim pengembang dan mentor Yantisa Akhadi serta Heru Tjatur, Pak Mulyana dianjurkan untuk fokus pada Android dan web. Tim mentor juga menekankan untuk fokus pada fitur-fitur aplikasi kepramukaan dan menyediakan fasilitas bagi target pengguna, anggota pramuka dan pembinanya. Ini untuk membatasi agar tidak meluas pada fitur-fitur media sosial. Selain itu, mentor juga menganjurkan untuk menggunakan pendekatan gamifikasi (seperti permainan) agar orang tertarik untuk menggunakan aplikasi tersebut. Konsep ini akan diuji coba dengan pembuatan lencana digital karena lencana sudah lazim digunakan dalam pramuka.

Pada permainan biasa seseorang akan mendapat medali setiap naik level. Hal inilah yang ingin diterapkan dalam aplikasi pramuka. Setiap orang yang bisa menjawab soal dalam kuis dengan benar maka ia akan mendapat lencana digital. Lencana yang didapat diharapkan dapat membuat orang tersebut bangga dan dapat menjadi pembanding antar sesama anggota pramuka sehingga memperkuat rasa kekeluargaan dan kepramukaan. Saat ini, desain awal tampilan aplikasi sudah dibuat dan sedang masuk dalam tahap pemrograman. Aplikasi Pramuka direncanakan selesai pada Desember 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *