322 MLI (Mobile Learning Indonesia)

322 MLI (Mobile Learning Indonesia)

Pemanfaatan perangkat bergerak (Hp, smartphone, PDA) sebagai media pembelajaran disebut m-learning. Di Indonesia peluang penerapan m-learning sangat besar karena selain jumlah penguna yang banyak, juga cenderung naik , penggunaan perangkat bergerak ini masih pada fungsi utamanya yaitu hanya digunakan untuk telpon dan sms dan belum banyak yang dimanfaatkan untuk pendidikan. Padahal dengan perkembangan teknologi perangkat ini sudah mampu untuk mendukung pembelajaran seperti aplikasi e-book, audio, kamera, video, animasi, share data sampai penggunaan internet. Kendala utama adalah selain pada kebijakan juga pada minat dan kemanpuan guru sebagai faktor kunci keberhasilan m-learning. Pada program ini melatih guru membuat aplikasi mobile tanpa harus mengerti bahasa pemrograman, yaitu dengan menggunakan app inventor dari MIT, dan mengembangkan aplikasi yang bisa diterapkan untuk pembelajaran di ruang kelas, aplikasi yang dimaksud adalah aplikasi materi ajar dan aplikasi ulangan. Untuk aplikasi materi ajar saat ini sudah ada tetapi belum runtut dan lengkap, dengan adanya program ini diharapkan nanti guru timbul motivasi dan kemampuan untuk membuat aplikasi sesuai mata pelajarannya. Untuk aplikasi ulangan bentuknya adalah wifi cklicker quiz. Jika kedua aplikasi ini bisa diwujudkan m-learning di Indonesia akan lebih maju, dan yang terpenting siswa bisa belajar dengan cara mudah, efektif, efisien, menyenangkan, kapan saja dan dimana saja

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone
Nomor Urut 322
Nama Lengkap Inisiator Ali Sahbana
Lokasi Kediri, Jawa Timur
Organisasi AGTIKNAS
Judul Proyek MLI (Mobile Learning Indonesia)
Lama Aktivitas 12 Bulan
Target Pengguna /
Penerima Manfaat
Guru dan Pelajar SMA/SMK/MA di Jawa Timur
Ukuran Keberhasilan

1. Minimal 10.000 orang dari guru, siswa dan mahasiswa mengikuti seminar m-learning pada sepanjang waktu program ini.
2. Minimal 1000 orang guru dan siswa tingkat SMU/SMK/MA mengikuti pelatihan pembuatan aplikasi mobile.
3. Minimal 100 Sekolah di Jawa Timur merintis dan mulai menggunakan m-learning.
4. Minimal 10 Aplikasi terupload di google app store.

Tipe Konten Aplikasi yang bisa langsung diterabkan di ruang kelas :
-Aplikasi Materi Pelajaran SMA yang sesuai dengan kurikulum
-Aplikasi Hp/ Smartphone sebagai alat bantu untuk memilih jawaban soal pilihan ganda (wifi quiz ckliker)
Strategi Distribusi

Melalui seminar, pelatihan, mencetak buku panduan, talk show di media elektronik
Melalui pelatihan dan pembelajaran di kelas dengan memanfaatakan jaringan AGTIKNAS

Dana yang Diminta Rp. 1 Milyar
DESKRIPSI PROYEK

Pemanfaatan perangkat bergerak (Hp, smartphone, PDA) sebagai media pembelajaran disebut m-learning. Di Indonesia peluang penerapan m-learning sangat besar karena selain jumlah penguna yang banyak, juga cenderung naik , penggunaan perangkat bergerak ini masih pada fungsi utamanya yaitu hanya digunakan untuk telpon dan sms dan belum banyak yang dimanfaatkan untuk pendidikan. Padahal dengan perkembangan teknologi perangkat ini sudah mampu untuk mendukung pembelajaran seperti aplikasi e-book, audio, kamera, video, animasi, share data sampai penggunaan internet. Kendala utama adalah selain pada kebijakan juga pada minat dan kemanpuan guru sebagai faktor kunci keberhasilan m-learning. Pada program ini melatih guru membuat aplikasi mobile tanpa harus mengerti bahasa pemrograman, yaitu dengan menggunakan app inventor dari MIT, dan mengembangkan aplikasi yang bisa diterapkan untuk pembelajaran di ruang kelas, aplikasi yang dimaksud adalah aplikasi materi ajar dan aplikasi ulangan. Untuk aplikasi materi ajar saat ini sudah ada tetapi belum runtut dan lengkap, dengan adanya program ini diharapkan nanti guru timbul motivasi dan kemampuan untuk membuat aplikasi sesuai mata pelajarannya. Untuk aplikasi ulangan bentuknya adalah wifi cklicker quiz. Jika kedua aplikasi ini bisa diwujudkan m-learning di Indonesia akan lebih maju, dan yang terpenting siswa bisa belajar dengan cara mudah, efektif, efisien, menyenangkan, kapan saja dan dimana saja

DEFINISI MASALAH

1. Walaupun pengguna Hp, smartphone, PDA banyak tapi yang memanfaatkan untuk kepentingan pendidikan masih sedikit.
2. Penyebabnya diantaranya adalah kebijakan pend idikan dan masih rendahnya motivasi serta kemampuan guru untuk belajar menggunakan aplikasi Hp, smartphone dan PDA untuk pembelajaran.
3. Mesti telah ada aplikasi untuk pembelajaran tetapi belum banyak yang benar-benar bisa di manfaatkan untuk pembelajaran di dalam kelas (berbasis kelas) , yaitu apalikasi materi ajar yang sesuai dengan kurikulum dan lengkap serta apalikasi untuk ulangan/ quiz.
4. Masih sedikit aplikasi untuk pendidikan di app store utamanya yang berbahasa Indonesia.

CARA MENGATASI

1. Sosialisasi m-learning melalui seminar dengan tema “M-Learning, Pembelajaran yang Mudah, Menyenangkan dan Bermakna” bekerjasama dengan BPM Semarang,
2. Pelatihan guru dan siswa pembuatan aplikasi mobile melalui “Workshop App Inventor”, membuat aplikasi mobile tanpa program di 38 Kota dan Kabupaten di Jawa Timur bekerja sama dengan AGTIKNAS untuk pemateri,
3. Memperkenalkan dan mengembangkan aplikasi yang bisa langsung diterapkan di ruang kelas (berbasis kelas) yaitu aplikasi materi ajar yang sesuai dengan kurikulum sekolah dan aplikasi wifi clicker quis, bekerjasama dengan Jurusan Tehnik Informatika pada 2 perguruan tinggi negeri di Jawa Timur.
4. Pada akhir program minimal terupload 10 aplikasi pendidikan di google app store yang merupakan hasil dari program ini.