Diskusi Kelompok Terarah di Yogyakarta

Oktober_26_2014_MKPD_Diskusi_Kelompok_Terarah_Jogja_1

Jum’at     26 Oktober 2014
Tujuan
– Mengidentifikasi persoalan penyandang disabilitas dalam mengakses pekerjaan di Yogyakarta
– Memetakan kebutuhan peningkatan kapasitas, baik pengetahuan dan keterampilan hidup (life skill), bagi penyandang disabilitas di Yogyakarta
Lokasi     Hotel Ros In
Alamat     Jl.Ring Road Selatan Jogja
Jam     10.00 – 16.00 WIB
Hadir
Abdullah Fikri (ITMI)
Alim (Gerkatin)
Alfian Firdaus (Saujana)
Arief W (DAC)
Asep Kurniawan (DPO)
Bejo (RBM)
Daan Kurniawan (RBM)
Desta (DPO)
Dwi Suka (CIQAL)
Eva Trisnawati (Saujana)
Hendro Sugiono W (ITMI)
Juju J (SAPDA)
Karim (Pertuni Bantul)
Francisca Ludmilla Williyanti (Saujana)
M. Rubby Emir Fahriza (Saujana)
Ndaru Patma P (DPO)
Ramadhany R (DAC)
Ratna D.S (HWDI-DIY)
Reni Yuni Astuti (Saujana)
Riski (Gerkatin)
Sinta Triyani (Saujana)
Sigit (Pertuni Bantul)
Sutijono (SAPDA)
Taufik H (FPBD)
Tety Sianipar (Saujana)
Toto (Yaketunis)
Tri Umaryadi (Yaketunis)
Tris Munandar (Yaketunis)
Yulianto (FPBD)
Zacca (DAC)

Ringkasan:
Diskusi Kelompok Terarah Jogja

Hasil
Hambatan yang diidentifikasi oleh peserta dalam mengakses pekerjaan ada 2 yaitu faktor internal (berasal dari dalam diri penyandang disabilitas) dan eksternal (di luar penyandang disabilitas).

Faktor internal:
– Kurangnya kemampuan dan keterampilan kerja sehingga sulit bersaing.
– Kurangnya motivasi dan hambatan psikologis lainnya.

Faktor Eksternal:
– Belum ada akses pekerjaan yang disediakan baik oleh pemerintah maupun swasta.
– Akses informasi pekerjaan yang diterima masih terbatas dan belum menjangkau semua pihak.
– Persyaratan pekerjaan yang membatasi.
– Diskriminasi baik dari pemberi kerja maupun dari masyarakat secara umum.
– Aksesibilitas di tempat kerja yang masih belum layak bagi penyandang disabilitas.

Rekomendasi yang dihasilkan oleh peserta dalam memperbaiki akses pekerjaan dan penghidupan meliputi:
– Menyediakan informasi pekerjaan dalam bentuk suara (untuk tunanetra) di website.
– Membuat basis data pemberi kerja yang sudah inklusif dan aksesibel buat penyandang disabilitas
– Ada pengawasan dan advokasi kebijakan tentang akses pekerjaan yang dilakukan oleh pemangku kepentingan meliputi organisasi penyandang disabilitas maupun LSM lainnya.
– Ada penerapan sangsi bagi pemberi kerja yang belum menerapkan kuota 1% bagi penyandang disabilitas.
– Dibangun penyadaran masyarakat terhadap hak-hak penyandang disabilitas secara terus menerus.
– Adanya sosialisasi penguatan kepada masyarakat mengenai Penyandang Disabilitas, keterampilan-keterampilannya, dan isu-isu lain seperti hak untuk bekerja secara aman dan nyaman.

Rekomendasi peserta terkait dengan pengembangan diri penyandang disabilitas:
– Ada proses penggalian minat dan bakat untuk mengetahui kemampuan sesuai dengan disabilitasnya.
– Mengembangkan motivasi diri dengan berbagi pengalaman dengan penyandang disabilitas lain yang lebih dulu “maju”.

Kebutuhan informasi pekerjaan terkait pengembangan media internet dan aplikasi ponsel pintar:
Bagi tunanetra
– Website yang dapat dibaca dengan aplikasi screen reader
– Captcha berupa perhitungan matematis
– Halaman website tidak diperbarui secara otomatis
– Ketersediaan fitur pengubah warna halaman
– Ketersediaan fitur perbesaran teks website

Bagi tunadaksa
– Website sarat informasi
– Website sarat jaringan antara Penyandang Disabilitas, komunitas-komunitas, pemberi kerja, dan pemerintah

Bagi tunarungu
– Ketersediaan bahasa isyarat dalam video yang memberikan informasi

Evaluasi
– Diskusi berjalan sangat efektif dan keterlibatan peserta sangat aktif
– Dinamika yang timbul dari perbedaan jenis disabilitas yang ada di dalam ruangan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mencapai tujuan tiap sesi
– Sesi terakhir yaitu mengidentifikasi jenis pekerjaan yang sesuai dengan jenis disabilitas terlihat anti-klimaks dimana peserta tampaknya sudah kehilangan fokus karena diskusi yang panjang dan intensif di sesi-sesi sebelumnya.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone

Comments are closed.