Lokakarya Pengelolaan Sistem Informasi Desa di Lampung

400px-Oktober_07_2014_DESA_Lokakarya_Website_Desa_Wilayah_Pesawaran

Tujuan Lokakarya
Lokakarya Pengelolaan Sistem Informasi Desa dilaksanakan di Desa Hanura, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Relawan Gerakan Desa Membangun (GDM) Lampung bekerja sama dengan Gedhe Foundation. Lokakarya ini dilaksanakan untuk:

Mendorong Pemerintah desa mampu menyebarluaskan isu-isu perdesaan melalui website desa berdomain DESA.ID
Mendorong Pemerintah desa mampu mempromosikan potensi dan produk unggulan desa melalui website desa
Mendorong Pemerintah desa mampu menyelenggarakan pelayanan publik (terutama pelayanan administrasi, secara prima)
Mendorong Pemerintah desa mampu melaksanakan keterbukaan informasi publik (KIP)
Mendorong masyarakat desa dapat memantau rencana dan pelaksanaan pembangunan desa melalui sistem informasi desa, serta
Mendorong Pemerintah desa memiliki aplikasi/sistem yang mendukung pengelolaan informasi dan penyelenggaraan pelayanan publik yang berjalan dalam platform telepon pintar (smartphone).

Lokakarya Pengelolaan Sistem Informasi Desa yang dilaksanakan pada 7 – 8 Oktober 2014 ini diikuti 8 (delapan) desa yang berada di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Desa-desa tersebut adalah Desa Hanura, Desa Hurun, Desa Cilimus, Desa Mulyosari, Desa Poncorejo, Desa Gunung Rejo, Desa Sidodadi, dan Desa Batu Menyan. Masing-masing desa peserta lokakarya mengirimkan 2 (dua) orang staf Pemerintahan Desa, kecuali Desa Sidodadi hanya mengirimkan 1 (satu) orang staf Pemerintahan Desanya.

Pada pembukaan lokakarya Pengelolaan Sistem Informasi Desa, Prof Dr. H. MA Achlami Hs, MA, Dekan Fakultas Dakwah IAIN Raden Intan Lampung menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta yang hadir di Balai Desa Hanura. Dalam sambutannya Dekan Dekan Fakultas Dakwah IAIN Raden Intan Lampung menyambut baik kerja-kerja yang dilakukan relawan GDM Lampung. Selain itu, ia berharap ke depan desa-desa yang tergabung dalam GDM dapat bersinergi dengan Fakultas Dakwah IAIN Raden Intan Lampung dalam usaha pemberdayaan masyarakat desa.

Lokakarya kemudian dilanjutkan dengan diskusi publik dengan tema “Implementasi UU Desa”. Diskusi tersebut diisi oleh narasumber Untung Budiono (Sekretaris Badan PMPD Provinsi Lampung), Hendry Ajis (Kadis Kominfo Kabupaten Pesawaran), dan Sarnubi (Kabid I BPMD Kabupaten Pesawaran). Selain narasumber Pemerintah Kabupaten dan Provinsi, diskusi tersebut juga menghadirkan Agung Budi Satrio (Mantan Kades Melung, Banyumas) dan Kurniadi (relawan GDM Lampung)

Diskusi ini sengaja dilakukan untuk memberikan bekal kepada peserta lokakarya tentang implementasi UU Desa dan pentingnya sebuah desa memiliki dan mengelola sistem informasi desa. Dalam diskusi tersebut juga dibedah berbagai persiapan yang harus dilakukan desa untuk mengimplementasikan UU Desa.

Diskusi Implementasi UU Desa tersebut juga dicapai sebuah kesepakatan bahwa langkah-langkah desa mempersiapkan implementasi UU Desa harus di dukung oleh banyak pihak. Selain itu, dukungan Pemerintah Kabupaten menjadi kunci bagi implementasi UU Desa dengan mengakui dan memberikan kewenangan kepada Pemerintah Desa untuk mengelola rumahtangga pemerintahan, mengelola keuangan desa dan melaksanakan pembangunan desa.

Lokakarya Pengelolaan Sistem Informasi Desa kemudian dilanjutkan dengan materi Pengenalan Website Desa . Materi ini diisi oleh Agung Budi dan Rifky Indrawan.

Dalam materi Pengenalan Website Desa, peserta diajak untuk memahami fungsi dan kegunaan website desa, serta pemanfaatan website desa untuk menunjang pelayanan yang dilakukan Pemerintah Desa. Dalam materi ini juga disampaikan kewajiban desa untuk menyampaikan informasi publik berdasarkan UU Keterbukaan Informasi Publik.

Lokakarya kemudian dilanjutkan dengan berlatih membuat akun surat elektronik (surel). Hampir seluruh peserta lokakarya belum memiliki akun surel, bahkan peserta yang memiliki akun surel ternyata banyak yang belum pernah menggunakan akun surelnya untuk berkirim dan menerima surel.

Dalam pelatihan ini peserta lokakarya diajak untuk membuat akun surel pribadi dengan menggunakan fasilitas surel gratis gmail. Setelah itu, peserta di ajak berlatih berkirim surel.

Peserta kemudian berlatih berkirim dan membaca surel yang dikirmkan ke masing-masing peserta. Selain itu, peserta juga berlatih untuk membalas surel dan mengirimkan lampiran bersama surel.

Pada hari ke 2 (dua), peserta lokakarya diajak mempelajari pengalaman Desa Melung dan Desa Hanura dalam mengelola website desa. Peserta diajak berdiskusi tentang suka duka mengelola website desa.

Dari materi ini, peserta lokakarya memperoleh gambaran kerja mengelola website desa. Peserta yang awalnya tidak bersemangat karena minimnya jaringan internet di desanya berubah menjadi antusias untuk segera belajar mengelola website desa.

Kegiatan hari ke 2 (dua) lalu dilanjutkan dengan berlatih menulis konten website desa. Pelatihan ini di fasilitasi Yoso Mulyawan, Ketua AJI Bandar Lampung.

Dalam materinya, Yoso Mulyawan menjelaskan bahwa menulis untuk website desa sama artinya dengan menjalankan aktivitas jurnalisme warga. Ia juga menjelaskan bahwa website desa hadir menjadi sumber informasi masyarakat di luar media online yang ada.

Yoso Mulyawan kemudian menjelaskan teknik dasar menulis dengan panduan prinsip 5W 1H. Yoso juga memberikan contoh-contoh tulisan yang dibuat oleh warga.

Untuk mematangkan proses belajar peserta, Yoso Mulyawan meminta peserta melakukan liputan. Peserta kemudian di bagi menjadi 2 (dua) kelompok. 1 (satu kelompok meliput kegiatan PKK yang kebetulan dilaksanakan di sebelah luang berlatih dan 1 (satu) kelompok lainnya diminta untuk meliputkegiatan lokakarya Pengelolaan Sistem Informasi Desa.

Setelah selesai meliput dan menuliskan hasil liputannya, peserta diminta untuk membacakan tulisan yang mereka buat. Dalam sesi ini, Yoso Mulyawan memberikan koreksi dan saran kepada peserta agar tulisannya menarik untuk dibaca dan mudah dimengerti.

Sesi terakhir lokakarya Pengelolaan Sistem Informasi diisi dengan berlatih menulis di website desa masing-masing. Peserta diminta untuk mengetikan tulisan hasil liputan mereka ke dalam website desa masing-masing.

Dalam sesi ini peserta sangat bersemangat karena menurut mereka ini merupakan kegiatan besar selama mereka menggunakan internet. Masing-masing utusan 8 (delapan) desa secara bergantian mengunggah tulisan mereka ke dalam website desanya masing-masing.

Setelah peserta mampu mengunggah tulisan ke dalam website desa. Peserta diajak berlatih mengunggah foto ke dalam tulisan yang mereka buat. Setelah itu, peserta diajak untuk berlatih memberikan komentar terhadap tulisan sesama peserta.

Lokakarya ditutup dengan evaluasi proses dan menyusun rencana tindak lanjut. Dalam evaluasi peserta merasa puas dengan materi lokakarya. Mereka merasa lebih memahami bagaimana langkah mengimplementasikan UU Desa dan tujuan mengelola sistem informasi desa.

Hambatan dan Cara Mengatasi Hambatan

Ada beberapa hambatan yang muncul saat pelaksanaan Lokakarya Pengelolaan Sistem Informasi Desa, antara lain :

Website desa belum selesai diinstal oleh tim Gedhe Foundation.
Peserta lokakarya belum memiliki akun surel, yang sangat dibutuhkan untuk membuat akun di website desa.
Ada 2 orang peserta yang sama sekali belum pernah menggunakan komputer.
Gangguan sinyal internet yang menyebabkan terganggunya proses kegiatan.
Mati listrik pada saat pelatihan.
Lokakarya berbarengan dengan kegiatan PKK sehingga tempat kegiatan harus berpindah tempat 3 (tiga) kali.

Untuk mengatasi hambatan yang muncul, ditempuh beberapa langkah untuk mengatasinya, antara lain :

Untuk menunggu proses instalasi website dan ketidakpunyaan akunsurel, peserta diajak berlatih membuat akun surel dan berlatih mengirimkan surel.
Gangguan listrik diatasi dengan menggunakan genset milik desa.
Kegiatan diisi dengan diskusi dan curah pendapat sambil menunggu jaringan internet stabil.
Untuk keperluan mengunggah, panitia menyediakan beberapa alternatif jaringan internet dengan menambah 4 (empat) sinyal dari perangkat ponsel android dan modem-router GSM.

Pembelajaran
Lokakarya Pengelolaan Sistem Informasi Desa ini mendapatkan banyak pembelajaran, antara lain :

Diskusi implementasi UU desa ternyata di mininati banyak pihak, terbukti dengan hadirnya 3 orang utusan IPPMI, 12 staf dan dosen Fakultas Dakwah IAIN Raden Intan Lampung, Sekretaris Desa dari 8 Desa, Kades-Kades peserta lokakarya.
Kegiatan berlatih ini juga sekaligus dimanfaatkan untuk melatih relawan dedemIT (Desa-Desa Melek Informasi dan Teknologi).
Proses penginstalan dan ujicoba website desa harus dilakukan terlebih dahulu sebelum berlatih.
Waktu ideal kegiatan serupa ternyata 3 (tiga) hari.

Rekomendasi
Lokakarya Pengelolaan Sistem Informasi Desa ini menghasilkan rekomendasi :

Dibutuhkan palatihan susulan di desa masing-masing.
. Perlu pendapingan fasilitator wilayah ke desa-desa.

Penutup
Gerakan Desa Membangun (GDM) merupakan gerakan strategis dalam membangun desa. Salah satu instrumen penting GDM adalah sitem informasi desa (SID). Pengenalan dan pembelajaran mengelola sistem informasi desa, khususnya website desa menjadi pintu memahami implementasi UU Desa dan UU Keterbukaan Informasi Publik.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone

Comments are closed.