Mentoring Tahap 2

800px-Maret_31_2015_JUBI_Mentoring_Tahap_2_Akhmad_Nasir

Selasa – Rabu     31 Maret – 01 April 2015
Tujuan     Mentoring Tahap 2
Penyerahan Ponsel Pintar Android Insentif Warga
Lokasi     Kantor Perkumpulan Jubi
Alamat     Jl. Sakura Gang Jati No. 5A Perumnas II Waena, Jayapura
Jam     15:00 – 19:00 waktu Papua
Hadir
Akhmad Nasir
Arnoldus Belau
Engelbert Wally
Rina Oktarianti Maizier
Victor Mambor

Ringkasan:
Latar Belakang Kegiatan
Mentoring adalah kegiatan asistensi yang difasilitasi Cipta Media Seluler kepada para penerima hibah dengan tujuan untuk meningkatkan kapasistas penerima hibah serta memberikan masukan/saran/rekomendasi kepada penerima hibah untuk mengatasi tantangan dan kendala yang ditemui dalam pelaksanaan proyek selama periode hibah. Mentoring dilakukan dengan metode konsultasi dan diskusi.

Hasil Kegiatan

Diskusi mentor dan staf proyek antara lain membahas tentang aktivitas-aktivitas yang sudah dan akan dilakukan Perkumpulan Jubi terkait Proyek Situs Laporan Warga Papua Berbasis SMS yang dikelola selama periode hibah CMS, termasuk tantangan dan kendala yang dihadapi selama proyek berjalan. Selain itu, mentor juga berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada staf proyek tentang inisiatif dan pengelolaan laporan warga serta kerjasama dengan berbagai pihak dalam menindaklanjuti laporan warga.

Beberapa hal yang dapat dirangkum selama proses mentoring adalah sebagai berikut:

Tantangan : Tantangan yang dihadapi Perkumpulan Jubi adalah bagaimana (1) memastikan informasi/laporan yang disampaikan warga bersifat informastif dan tepat sasaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai Perkumpulan Jubi; (2) memastikan informasi/laporan yang dikirimkan warga via SMS maupun email dapat diverifikasi dengan melibatkan verifikator lokal, pelapor dan pihak-pihak yang terkait; (3) memantau perkembangan laporan warga dengan tindak lanjut/kebijakan yang diambil pihak-pihak terkait sehubungan dengan laporan warga yang telah terverifikasi.

Kendala : Kendala yang dihadapi di lapangan lebih bersifat teknis, yakni masalah yang terkait dengan pemadaman listrik yang kerap terjadi di Papua, gangguan sinyal dan akses internet. Di luar kendala teknis, Perkumpulan Jubi belum menemukan kendala yang secara signifikan mengganggu kelancaran proyek. Terkait pelaporan, staf proyek relatif tidak mengalami kesulitan meskipun masih berupaya untuk beradaptasi dengan metode dan standar pelaporan CMS. Namun hal ini sudah dapat diatasi dengan pelatihan berkala yang difasilitasi Cipta Media Seluler.

Strategi yang dilakukan untuk mengatasi tantangan/kendala: Perkumpulan Jubi melakukan (1) Sosialisasi melalui media kampanye, yakni leaflet, stiker, t-shirt, iklan di Koran Jubi dan media online tabloidjubi.com, (2) Sosialisasi dengan melibatkan mahasiswa dan pemuda di wilayah target (saat ini sudah dilakukan di Kota Jayapura dan Sentani), (3)Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan pihak lain (Koalisi masyarakat sipil/LSM/Gereja) dalam menyampaikan sesi pelatihan jurnalistik dengan menyisipkan informasi tentang Situs Laporan Warga Papua Berbasis SMS, (4) Memberikan insentif berupa pulsa dan ponsel pintar kepada warga yang berpartisipasi aktif.

Pembelajaran : melalui hibah ini, Perkumpulan Jubi dapat lebih fokus dalam mengelola laporan warga, di mana sebelumnya pengelolaannya berbasiskan kesukarelaan dan ketersediaan waktu para anggota serta ketersediaan biaya operasional yang dilakukan secara swadaya. Selain itu, Perkumpulan Jubi semakin dapat mengembangkan peluang kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pihak gereja, mahasiswa, organisasi pemuda dan perempuan, serta LSM dan lembaga-lembaga lain yang memiliki kegiatan dan muatan yang sama dengan Perkumpulan Jubi.

Rekomendasi dan Tindak Lanjut
Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Jayapura, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jayapura, dan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Papua untuk menindaklanjuti laporan yang disampaikan warga melalui SMS hotline ke Situs Laporan Warga, termasuk dengan memberikan asistensi software; (2) melakukan sosialisasi dengan target yang lebih spesifik, yakni komunitas jurnalis warga, tenaga kesehatan dan pendidikan serta pengambil kebijakan dan pembuat keputusan; (3) mendokumentasikan laporan warga dan tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Print this pageEmail this to someone

Comments are closed.